Breaking News
light_mode

Jokowi Pamerkan Ijazah 1985, Publik Malah Soroti Kondisinya: Kok Masih Kinclong Seperti Baru? 

  • account_circle Admin
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ijazah Fakultas Kehutanan UGM yang disebut terbit pada 1985 menjadi sorotan setelah tampil dalam kondisi masih terlihat bersih dan terawat. Warganet mempertanyakan kondisi fisiknya, sementara polemik keaslian dokumen belum sepenuhnya mereda.

JAKARTA – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memperlihatkan ijazah pendidikan mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga sarjana Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) di hadapan publik. Namun, kemunculan dokumen tersebut tidak serta-merta mengakhiri polemik dugaan ijazah palsu yang selama ini menjadi perdebatan panjang.

Sebaliknya, penampilan fisik ijazah yang diperlihatkan dalam persidangan justru memunculkan perhatian baru di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan kondisi dokumen yang secara visual terlihat sangat bersih, rapi, dan masih terawat, meskipun ijazah sarjana tersebut disebut diterbitkan pada 1985 atau sekitar empat dekade silam.

Pertanyaan yang ramai menjadi sorotan adalah mengapa dokumen pendidikan yang telah berusia puluhan tahun itu masih tampak begitu kinclong, bahkan oleh sebagian pengguna media sosial dinilai menyerupai dokumen baru.

Pertanyaan tersebut kemudian menambah panjang daftar perdebatan publik mengenai ijazah Jokowi. Sebab, persoalan yang selama ini diperdebatkan bukan hanya keberadaan dokumen, tetapi juga keaslian material, karakteristik fisik, proses penerbitan, serta kesesuaian dokumen dengan arsip akademik Universitas Gadjah Mada.

Ijazah Sudah Ditunjukkan, Pertanyaan Publik Belum Berakhir

Momen Jokowi memperlihatkan ijazah berlangsung dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026), ketika dirinya hadir sebagai saksi dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan pihak lainnya.

Awalnya, jaksa penuntut umum memperlihatkan dokumen ijazah kepada majelis hakim. Jokowi kemudian meminta izin agar dokumen tersebut juga dapat diperlihatkan kepada pengunjung persidangan.

“Kalau diperkenankan, saya mau menunjukkan kepada pengunjung juga, Yang Mulia. Karena saya sudah berjanji untuk menunjukkan ijazah dari SD, SMP, SMA, dan ijazah S1 saya. Mohon Yang Mulia,” ujar Jokowi di ruang sidang.

Setelah mendapatkan izin, Jokowi berdiri dan memperlihatkan dokumen pendidikan tersebut satu per satu. Ijazah S1 Fakultas Kehutanan UGM menjadi salah satu dokumen yang paling menyita perhatian karena menjadi pusat polemik selama ini.

Dalam keterangannya, Jokowi menjelaskan bahwa ijazah sarjananya diterbitkan pada 5 November 1985. Ia juga memaparkan perjalanan akademiknya, termasuk pelaksanaan ujian skripsi pada 23 Oktober 1985 dan wisuda pada 19 November 1985.

Namun, penampilan fisik ijazah yang terlihat dalam foto dan rekaman persidangan memunculkan pertanyaan tersendiri di ruang digital.

Publik mempertanyakan bagaimana kondisi kertas, warna, dan tampilan keseluruhan dokumen tersebut masih terlihat relatif baik setelah tersimpan selama puluhan tahun.

Pertanyaan mengenai kondisi fisik dokumen tentu tidak bisa langsung dijadikan bukti bahwa ijazah tersebut palsu. Sebab, usia dokumen tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat kerusakan. Cara penyimpanan, perlindungan dari kelembapan, paparan cahaya, serta kualitas bahan kertas dapat memengaruhi kondisi dokumen dalam jangka panjang.

Akan tetapi, pertanyaan publik juga tidak semestinya dijawab hanya dengan meminta masyarakat percaya berdasarkan penampilan dokumen di ruang sidang.

Jika polemik ini ingin benar-benar diselesaikan, pembuktian harus bertumpu pada pemeriksaan yang objektif, termasuk autentikasi material dokumen, karakteristik cetakan, tanda tangan, serta pencocokan dengan arsip resmi perguruan tinggi.

Di sisi lain, Jokowi menyampaikan keberatan terhadap tudingan yang dialamatkan kepadanya. Ia mempertanyakan kesimpulan yang menyebut ijazahnya palsu sebelum pihak yang menuding melihat dokumen asli secara langsung.

“Wong melihat ijazah aslinya aja belum pernah kok sudah bisa menyimpulkan ijazah palsu gimana,” kata Jokowi dalam persidangan.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari respons Jokowi terhadap tudingan yang selama ini berkembang.

Sementara itu, Roy Suryo juga melontarkan pernyataan saat momen Jokowi memperlihatkan ijazah di ruang sidang. Ia berteriak meminta pengunjung yang bersorak dikeluarkan dari ruang persidangan.

“Keluarkan tuh, palsu kok teriak-teriak,” ujar Roy Suryo.

Pada akhirnya, memperlihatkan ijazah di hadapan pengunjung sidang merupakan satu momentum penting. Namun, penampilan dokumen secara visual dan pembuktian keaslian secara ilmiah merupakan dua hal berbeda.

Ijazah yang tampak kinclong bukan bukti bahwa dokumen tersebut palsu. Sebaliknya, memperlihatkan dokumen kepada publik juga tidak otomatis menutup seluruh pertanyaan mengenai autentisitasnya.

Di tengah panjangnya polemik ini, masyarakat membutuhkan jawaban yang dapat diuji, bukan sekadar perdebatan, saling tuding, ataupun pembelaan politik.

Kepastian mengenai keaslian dokumen harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT Augustea Intercrews Indonesia Bawa Harapan Baru Bagi Masyarakat Bali Untuk Berkarier di Internasional

    PT Augustea Intercrews Indonesia Bawa Harapan Baru Bagi Masyarakat Bali Untuk Berkarier di Internasional

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    Seleksi 500 Kandidat, Talenta Bali Dibidik untuk Menembus Karier Global di Kapal Pesiar dan Industri Pelayaran.  DENPASAR – PT Augustea Intercrews Indonesia Cabang Bali menggelar proses seleksi peluang Karier bagi talenta Bali untuk bekerja di industri kapal Pesiar dan pelayaran dengan kerjasama dengan berbagai industri hospitality dari Royal Carribean International, Celebrity X Cruises, Silversea, TUI […]

  • DPP ARUN Dukung Riset SPPG, Negara Diminta Tak Kalah oleh Kartel

    DPP ARUN Dukung Riset SPPG, Negara Diminta Tak Kalah oleh Kartel

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DPP ARUN mendukung riset dan program live in mahasiswa di SPPG untuk mengawal implementasi Pasal 33 UUD 1945, memperkuat UMKM lokal, serta memastikan manfaat program Makan Bergizi Gratis dirasakan masyarakat. JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Advokasi Rakyat untuk Nusantara (DPP ARUN) menyatakan dukungan terhadap riset dan program live in yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Menjawab (AMM) […]

  • Imigrasi Ngurah Rai Gandeng Gojek, Pengiriman Paspor Kini Bisa Lewat GoSend

    Imigrasi Ngurah Rai Gandeng Gojek, Pengiriman Paspor Kini Bisa Lewat GoSend

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    BADUNG – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Terbaru, instansi tersebut menjalin kerja sama strategis dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk untuk menghadirkan layanan pengantaran paspor melalui fitur GoSend. Kolaborasi yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Aula Kantor Imigrasi Ngurah Rai pada Senin […]

  • Bukan Sekadar SPORADIK, Kuasa Hukum Darmawan Bongkar Perbedaan Identitas Konolan dan Bukti Tanah

    Bukan Sekadar SPORADIK, Kuasa Hukum Darmawan Bongkar Perbedaan Identitas Konolan dan Bukti Tanah

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Kuasa hukum menyoroti perbedaan tahun kematian, usia, dan alamat I Gusti Ngurah Ketut Konolan, serta mempertanyakan dokumen asli, riwayat tanah, hingga dasar klaim kerugian Rp19 miliar dalam perkara Nomor 845/Pid.B/2026/PN Dps. DENPASAR — Perkara dugaan pemalsuan surat yang menjerat Anak Agung Ngurah Darmawan di Pengadilan Negeri Denpasar ternyata tidak hanya berkutat pada satu lembar SPORADIK. […]

  • Agung Bagus Pratiksa Linggih Dorong Pembangunan Bandara Bali Utara Dimulai 2025

    Agung Bagus Pratiksa Linggih Dorong Pembangunan Bandara Bali Utara Dimulai 2025

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang salah satunya memuat rencana pembangunan Bandara Bali Utara. Langkah ini menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah pusat dalam mempercepat proyek strategis nasional tersebut. Ketua Umum BPD HIPMI Bali sekaligus Ketua Komisi […]

  • Dukungan 212 Advokat Mengalir, Ariel Suardana Maju sebagai Calon Ketua PERADI SAI Denpasar 2026-2030

    Dukungan 212 Advokat Mengalir, Ariel Suardana Maju sebagai Calon Ketua PERADI SAI Denpasar 2026-2030

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Peta persaingan menuju Musyawarah Cabang (Muscab) II PERADI Suara Advokat Indonesia (PERADI SAI) Denpasar periode 2026-2030 mulai menghangat. Solidaritas Advokat Untuk Perubahan (SAUP) PERADI SAI secara resmi menyatakan dukungannya kepada I Made Ariel Suardana, S.H., M.H. untuk maju sebagai calon Ketua PERADI SAI Denpasar. Dukungan tersebut datang dari berbagai elemen advokat, mulai dari […]

expand_less