Motor Listrik Jadi Prioritas Mulai 2027, Ojol dan Kurir Jadi Sasaran Pemerintah
- account_circle Admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Gambar dari google (internet) riding malang.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pemerintah menargetkan penggunaan sepeda motor listrik menjangkau seluruh provinsi di Indonesia pada 2031–2035. Tahap awal akan difokuskan pada kurir, pengemudi ojek daring, armada perusahaan, kendaraan dinas, dan masyarakat di kota-kota besar.
JAKARTA – Pemerintah mulai menyiapkan langkah percepatan elektrifikasi kendaraan bermotor dengan menjadikan sepeda motor listrik sebagai prioritas utama. Program tersebut direncanakan berlangsung bertahap mulai 2027, sebelum diperluas ke seluruh provinsi di Indonesia dalam periode 2031–2035.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengungkapkan, tahap pertama akan menyasar kelompok pengguna yang memiliki mobilitas tinggi dan menggunakan sepeda motor untuk menunjang aktivitas sehari-hari maupun operasional pekerjaan.
Fokus awal mencakup pengemudi ojek daring (ojol), kurir, armada perusahaan, kendaraan dinas, serta masyarakat yang tinggal di kota-kota besar.
“Kita memiliki sasaran utama, sepeda motor sebagai prioritas utama di mana tahun 2027 hingga 2030, kita akan memberikan fokus kendaraan motor listrik untuk kurir, ojek daring (ojol), armada perusahaan, kendaraan dinas, dan masyarakat di kota besar,” kata Faisol dalam Periklindo Electric Vehicle Conference 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).

Strategi tersebut menjadi bagian dari tahapan pemerintah dalam mempercepat peralihan kendaraan bermesin konvensional menuju kendaraan berbasis listrik. Pengguna kendaraan untuk kegiatan operasional dipandang sebagai kelompok potensial karena memiliki intensitas penggunaan kendaraan yang relatif tinggi.
Setelah tahap awal berjalan, pemerintah menargetkan perluasan program secara nasional. Tidak hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan, penggunaan sepeda motor listrik diharapkan dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah.
“Pada 2031 hingga 2035, kita akan memperluas ke seluruh provinsi di Tanah Air kita,” tambah Faisol.
Populasi Kendaraan Capai 172,94 Juta Unit, Infrastruktur Jadi Tantangan
Besarnya populasi kendaraan bermotor di Indonesia menjadi salah satu alasan pentingnya percepatan elektrifikasi sektor transportasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan Faisol, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 172,94 juta unit hingga akhir 2025.
Angka tersebut menunjukkan bahwa transformasi menuju kendaraan listrik membutuhkan perencanaan jangka panjang, bukan sekadar mendorong masyarakat mengganti kendaraan konvensional dengan kendaraan listrik.
Kesiapan industri otomotif nasional, ketersediaan produk sesuai kebutuhan konsumen, fasilitas pengisian daya, stasiun penukaran baterai, hingga keandalan pasokan listrik menjadi sejumlah faktor penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
Pemerintah juga perlu memastikan bahwa perluasan penggunaan motor listrik dapat diikuti ketersediaan layanan purnajual, kemudahan memperoleh suku cadang, serta harga kendaraan yang terjangkau bagi masyarakat.
Dengan tahapan 2027–2030 dan perluasan 2031–2035, pemerintah menargetkan elektrifikasi sepeda motor tidak hanya berkembang di kota-kota besar, tetapi menjadi bagian dari transformasi transportasi nasional yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Editor – Ray
Referensi pemberitaan dan verifikasi kutipan:
Katadata – Kemenperin Fokus Giring Ojol hingga Kurir Beralih ke Motor Listrik Mulai 2027.
Suara.com – Peta Jalan Elektrifikasi Motor Listrik Sasar Ojol dan Kendaraan Dinas Mulai 2027.

Saat ini belum ada komentar