Krisis BBM, DAMRI Ungkap 16 Wilayah Terdampak! Jadwal Perjalanan Terancam
- account_circle Ray
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Foto merupakan rekayasa AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kelangkaan bahan bakar berpotensi mengganggu operasional armada dan perjalanan penumpang. DAMRI berkoordinasi dengan Pertamina serta meminta pelanggan memantau informasi resmi sebelum berangkat.
JAKARTA — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah mulai menjadi perhatian Perum DAMRI. Perusahaan transportasi milik negara tersebut mengungkapkan, sebanyak 16 wilayah operasional melaporkan keterbatasan pasokan BBM yang berpotensi memengaruhi kelancaran layanan dan jadwal perjalanan penumpang.
DAMRI mengimbau masyarakat yang hendak menggunakan layanan transportasi perusahaan itu agar meningkatkan kewaspadaan dan memeriksa informasi terbaru sebelum melakukan perjalanan. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal maupun rute akibat kendala pasokan bahan bakar.
Berdasarkan laporan dari sejumlah kantor cabang, wilayah yang terdampak meliputi Lampung, Jambi, Jabodetabek, Pangkal Pinang, Medan, Denpasar, Surabaya, Manado, Kupang, Makassar, Mamuju, Manokwari, Jayapura, Sorong, Sorong Selatan, dan Mimika.
Head of Corporate Communication DAMRI, Niken Pratiwi Syah Putri Distian, mengatakan perusahaan terus memantau perkembangan kondisi pasokan BBM dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga keberlangsungan operasional armada.
“DAMRI memohon maaf kepada seluruh Pelanggan atas ketidaknyamanan yang dapat timbul akibat kelangkaan BBM di sejumlah wilayah. Kami terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pemangku kepentingan terkait untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan BBM bagi operasional armada,” ujar Niken dalam keterangan resmi yang dikutip pada Kamis (22/10/2026).
Menurut Niken, pemantauan dilakukan secara berkala untuk mengidentifikasi potensi gangguan layanan sedini mungkin. Perusahaan juga menempatkan keamanan dan keselamatan penumpang sebagai prioritas dalam menghadapi situasi tersebut.
Sebagai langkah penanganan, DAMRI memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) guna mengupayakan pemenuhan alokasi BBM bagi armada yang beroperasi di wilayah terdampak. Upaya ini dilakukan agar layanan transportasi tetap berjalan dengan mempertimbangkan kondisi pasokan yang tersedia.
Di sisi lain, pelanggan diminta tidak hanya mengandalkan jadwal perjalanan yang telah direncanakan sebelumnya. Perkembangan situasi di masing-masing wilayah perlu diperhatikan karena potensi penyesuaian operasional dapat berbeda sesuai kondisi pasokan BBM setempat.
“Guna mengantisipasi penyesuaian jadwal atau rute, DAMRI mengimbau masyarakat dan para pelanggan untuk memantau pembaruan informasi secara berkala melalui kanal-kanal komunikasi resmi perusahaan sebelum melakukan perjalanan,” kata Niken.
DAMRI menyatakan akan terus mengevaluasi kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Bagi calon penumpang, memeriksa pengumuman resmi DAMRI sebelum keberangkatan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal maupun rute. Hingga kondisi pasokan kembali stabil, perkembangan di 16 wilayah tersebut akan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran layanan transportasi darat.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar