Pertamina Minta Maaf atas Krisis BBM Bali, Bahlil Tambah Kapal dan Cadangan Jadi 15 Hari
- account_circle Admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

Sumber gambar facebook dengan dicerahkan menggunakan AI.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa memicu antrean panjang di sejumlah SPBU Bali. Pemerintah menambah armada kapal menjadi tujuh unit dan meningkatkan target ketahanan stok untuk memperkuat pasokan energi di Pulau Dewata.
DENPASAR – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali. Pertamina berjanji melakukan evaluasi menyeluruh agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Pernyataan tersebut disampaikan Simon dalam konferensi pers di Bali, Senin (19/10/2026), setelah antrean kendaraan di sejumlah SPBU sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah, termasuk sektor pariwisata serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Atas nama Pertamina Group sebagai Direktur Utama, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Kami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari,” tegas Simon.
Ia menegaskan, Pertamina akan memperkuat pelayanan penyaluran dan distribusi energi agar kebutuhan BBM masyarakat di seluruh wilayah dapat terpenuhi secara optimal.
Menurut Simon, kelancaran pasokan energi memiliki peran penting bagi Bali yang perekonomiannya sangat bergantung pada pariwisata dan aktivitas usaha masyarakat.
“Energi adalah denyut nadi perekonomian, khususnya di Pulau Bali, untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, termasuk aktivitas ekonomi lainnya,” ujarnya.
Simon memastikan Pertamina telah melakukan evaluasi terhadap gangguan distribusi tersebut dan akan melanjutkan berbagai langkah perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, antrean panjang kendaraan di SPBU Bali dipicu oleh keterlambatan kedatangan kapal pengangkut BBM dari Jawa. Gangguan teknis dalam proses logistik dan bongkar muat tersebut berdampak pada ketersediaan pasokan di sejumlah titik distribusi.
“Memang ini kejadian teknis yang terjadi pada manajemen internal arus logistik yang ada pada Pertamina. Tapi apa pun itu, masih menjadi bagian yang harus kita tanggung jawab bersama-sama,” kata Bahlil saat memberikan keterangan di Terminal BBM Sanggaran, Pesanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).

Pertamina datangkan kapal MT Klasogun untuk mempercepat pemulihan pasokan BBM di Bali. (Foto: Dok. humas Pertamina Jatimbalinus)
Untuk mencegah gangguan serupa dan mempercepat pemulihan pasokan, pemerintah meminta Pertamina meningkatkan armada kapal pengangkut BBM dari Jawa ke Bali, dari sebelumnya tiga unit menjadi tujuh unit. Pemerintah juga menaikkan target ketahanan stok BBM di Bali dari rata-rata 11–12 hari menjadi 15 hari.
“Sekarang cadangan di Bali rata-rata 11 hari atau 12 hari, saya tingkatkan menjadi 15 hari. Jadi kapal saya tambah tujuh untuk menyuplai BBM,” ujar Bahlil.
Bahlil menjelaskan, pasokan BBM Bali ditopang dua fasilitas penyimpanan utama, yakni Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem dan Terminal BBM Sanggaran di Denpasar. Terminal Manggis memiliki ketahanan stok lebih dari 11 hari, sedangkan Sanggaran memiliki kapasitas ketahanan pasokan sekitar empat hingga lima hari, berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam konferensi pers.
Pemerintah menilai penambahan armada kapal dan peningkatan target cadangan menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan distribusi, terutama ketika terjadi kendala pengiriman melalui jalur laut.
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga telah menyalurkan tambahan pasokan Pertalite hingga total 48 juta liter secara bertahap pada periode 7–17 Oktober 2026. Upaya operasional lainnya meliputi penambahan armada truk tangki serta pengoperasian terminal BBM dan SPBU selama 24 jam untuk mempercepat penyaluran kepada masyarakat.
Pemerintah juga mengoordinasikan penerapan skema lalu lintas ganjil-genap sesuai arahan Gubernur Bali Wayan Koster. Kebijakan yang semula dijadwalkan berlaku pada 17–19 Oktober 2026 tersebut diperpanjang hingga Jumat (23/10/2026) dan akan dievaluasi secara berkala berdasarkan kondisi di lapangan.
Bahlil turut memastikan bahwa cadangan BBM nasional masih berada dalam kondisi terkendali. Menurut dia, ketahanan stok nasional berada pada kisaran 16–18 hari untuk Pertalite, sedangkan jenis BBM lainnya tersedia dengan ketahanan lebih dari 20 hari.
“Saya katakan bahwa cadangan nasional kita di atas 16–18 hari. Jadi overall tidak ada terlalu sesuatu yang harus kita khawatirkan secara cadangan nasional,” tandasnya.
Meski pasokan dilaporkan berangsur pulih dan antrean di sejumlah SPBU mulai berkurang, pemerintah dan Pertamina masih menghadapi tuntutan untuk memastikan distribusi berjalan konsisten. Penambahan armada kapal dan target cadangan menjadi 15 hari akan menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan BBM sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan energi di Bali.
Editor – Ray

I appreciate the straightforward discussion of hair damage.
19 Oktober 2026 11:11 AMThis article gives readers a useful foundation for hair care.
19 Oktober 2026 11:10 AM