Breaking News
light_mode

Home Tournament Bulutangkis Polisi Bersama Rakyat di Wijaya Badminton Sport Hall, Smash Ketat, Solidaritas Erat

  • account_circle Ray
  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Made Astawa/Fernando Rebut Gelar Juara Usai Tundukkan Pasangan PB Roberset’79 dengan Skor 21-19 dan 21-15, Turnamen Jadi Ajang Pererat Kedekatan Polisi dan Masyarakat.

DENPASAR – Lapangan Wijaya Badminton Sport Hall berubah menjadi arena diplomasi olahraga yang hangat pada kemarin malam, Melalui Home Tournament bertajuk “Polisi Bersama Rakyat”, Polda Bali sukses menggelar kompetisi bulutangkis yang tidak hanya memacu adrenalin, tetapi juga merajut kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat, Senin, 19 Oktober 2026.

Made Astawa/Fernando (Polda Bali)

Di bawah pengawasan langsung Wakil Kapolda Bali Brigjen. Pol. I Made Astawa, S.I.K., turnamen ini mempertemukan 8 pasangan ganda dalam format double knock-out (gugur) sistem rally point.

Komposisi peserta dirancang seimbang: 4 pasangan dari internal Polda Bali berhadapan langsung dengan 4 pasangan andalan PB Roberset’79 yang diisi mantan pemain Pelatda dan atlet senior Bali. Hasilnya? Pertandingan berlangsung sengit tanpa ada istilah “mengalah”.

Final Sengit Kejar – kejaran Poin, Waka Polda dan Partner Tumbangkan Duo Senior

Puncak ketegangan terjadi di babak final yang mempertemukan pasangan Made Astawa (Waka Polda Bali)/Fernando melawan Sugeng/Sarjana dari PB Roberset’79. Duel ini menyajikan kualitas permainan tinggi dengan rally panjang dan smash-smash tajam yang memaksa penonton bersorak.

Made Astawa/Fernando (Polda Bali) menunjukkan mental juara saat menghadapi tekanan di set pertama. Mereka berhasil menutup gim awal dengan skor tipis 21-19 setelah melewati beberapa kali perpindahan serve menegangkan. Memasuki set kedua, duo Polri-Rakyat ini semakin menemukan ritme, menguasai tempo permainan, dan akhirnya merebut kemenangan 21-15 untuk menyabet gelar juara pertama.

Sugeng/Sarjana (PB Roberset’79)

Kekalahan manis bagi Sugeng/Sarjana (PB Roberset’79) tidak mengurangi apresiasi atas perjuangan mereka. Pasangan senior ini membuktikan bahwa usia dan pengalaman tetap bisa bersaing ketat dengan stamina muda di lapangan.

Babak Semifinal, Drama Tiga Gim dan Mental Baja

Sebelum mencapai final, jalur menuju puncak dipenuhi drama. Di sisi lain bracket, pasangan Rahde/Azy (PB Roberset’79) tampil heroik mengalahkan Krisna/Dika (Polda Bali) kemudian maju ke semifinal melawan Made Astawa/Fernando (Polda Bali) kemudian tumbang.

Pahlawan yang diharapkan sejak awal Ghea/KM Dika (PB Roberset’79) sudah tersingkir sejak awal melawan Deby/Yuda (Polda Bali) yang menghadangnya dengan smash keras dan penuh variasi pukulan.

Sementara itu, duel semifinal lainnya menampilkan pertarungan taktis antara Sugeng/Sarjana (PB Roberset’79) melawan Deby/Yuda (Polda Bali), yang membuat Sugeng/Sarjana (PB Roberset’79) melaju ke final, di mana konsistensi dan penempatan bola menjadi kunci kemenangan.

Rahde/Azy (PB Roberset’79)

Lebih Dari Sekadar Juara

Meski hadiah utama fantastik menjadi rebutan, esensi turnamen ini jauh lebih dalam. Setiap smash yang dilontarkan dan setiap rally yang dipertahankan adalah simbol komunikasi dua arah yang cair. Tidak ada sekat hierarki di lapangan; yang ada hanyalah sportivitas, saling menghargai dan tawa selepas pertandingan usai.

Klasemen akhir turnamen mencerminkan keseimbangan kekuatan:
Juara 1: Made Astawa/Fernando (Polda Bali)
Juara 2: Sugeng/Sarjana (PB Roberset’79)
Juara 3: Rahde/Azy (PB Roberset’79)

Menemui Made Astawa sebagai juara pertama mengungkapkan bahwa permainan kali ini membuat penasaran. Mental juara diperlihatkannya dengan kuatnya bertahan dengan stamina yang bagus.

“Terakhir kita panas (final) dan memang permainan makin akhir makin bagus. Kita ini diesel (mesin) makin lama makin jos, ” Ungkapnya terkekeh.

Wakil Kapolda Bali Brigjen. Pol. I Made Astawa, S.I.K.

Ia juga memuji PB Roberset’79 dengan mengatakan luar biasa dan bermain imbang secara group.

“Dua di PB Roberset’79 dan dua di Polda Bali, nanti kita lanjutkan masih kayaknya penasaran. Yang main ini guru (profesional) semua terakhir, ya kita harus dengan cerdik dan pintar bukan hanya dengan tenaga, ” Ujarnya.

Kemudian wawancara berlanjut ke Konang Bali Lestari (Komang BL/Adi) PB Roberset’79 yang pertama kali merasakan dahsyatnya dengan smash tajam permainan Made Astawa/Fernando (Polda Bali).

Konang Bali Lestari (Komang BL/Adi) PB Roberset’79.

“Awalnya agak nervous (grogi) lawan pak Wakapolda, tapi setelah main ya memang permainan beda mereka, “jelasnya.

Ia juga memberikan semangat kepada anak muda dan mengakui bahwa Made Astawa/Fernando (Polda Bali) memiliki semangat yang tinggi dengan permainanya yang bagus, perpaduan yang memang mematikan.

Pasangan Sugeng/Sarjana (PB Roberset’79) menerima hadiah juara 2 oleh Wakapolda Bali.

“Yang menang yang terbaik. Polisi untuk masyarakat, “tutupnya.

Home Tournament ini membuktikan bahwa olahraga, khususnya bulutangkis, adalah media paling efektif untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat.

Salam “Polisi Bersama Rakyat”

Di Wijaya Badminton Sport Hall, polisi dan warga bukan lagi dua entitas yang terpisah, melainkan partner yang saling mendorong batas kemampuan demi sebuah permainan yang indah.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kurator Digugat Rp2,37 Miliar, Diduga Pakai Dana Broker Transaksi Hotel untuk Kepentingan Pribadi

    Kurator Digugat Rp2,37 Miliar, Diduga Pakai Dana Broker Transaksi Hotel untuk Kepentingan Pribadi

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    Broker Mengaku Klaim Kehilangan Komisi Rp1,375 Miliar Akibat Transaksi Hotel Senilai Rp55 Miliar Mandek DENPASAR – Seorang broker properti asal Denpasar, Muliadi Sumardi, resmi mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) ke Pengadilan Negeri Denpasar terhadap Dr. Ni Wayan Umi Martina, S.H., M.H., yang bertindak sebagai Kurator PT Rendamas Realty dan Jane Christina Tjandra (dalam pailit). […]

  • Denmark Luncurkan Baterai Garam Cair 1 GWh, Dorong Transisi Energi Terbarukan Global

    Denmark Luncurkan Baterai Garam Cair 1 GWh, Dorong Transisi Energi Terbarukan Global

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Esbjerg, Denmark — Denmark kembali mempertegas posisinya sebagai pelopor inovasi energi hijau dengan peluncuran sistem penyimpanan energi molten salt (garam cair) berkapasitas besar. Teknologi ini dipandang sebagai lompatan penting dalam menstabilkan energi terbarukan yang selama ini menghadapi tantangan sifat intermittennya. Sistem baterai berupa penyimpanan energi termal berkapasitas 1 gigawatt-jam (GWh) ini dikembangkan oleh perusahaan Denmark, […]

  • Pria Inggris Ini Kesal dengan Tetangga, Lalu Mendirikan Negara Sendiri di Tengah Laut

    Pria Inggris Ini Kesal dengan Tetangga, Lalu Mendirikan Negara Sendiri di Tengah Laut

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 598Komentar

    LONDON – Seorang pria asal Inggris, Paddy Roy Bates, mencatatkan namanya dalam sejarah dunia dengan cara yang tidak biasa. Berawal dari rasa frustrasi karena sering mendapat teguran akibat kebiasaannya memutar musik rock dengan suara keras, ia justru mengambil langkah ekstrem dengan mendirikan negara sendiri di tengah laut. Peristiwa unik itu terjadi pada 1967. Roy Bates […]

  • Notaris Jelaskan Polemik Pansus Trap – BTID, Produk Hukum Lama Tak Bisa Diadili dengan Aturan Baru

    Notaris Jelaskan Polemik Pansus Trap – BTID, Produk Hukum Lama Tak Bisa Diadili dengan Aturan Baru

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    KARANGASEM – Polemik tukar guling lahan antara PT Bali Turtle Island Development (BTID) dengan Kementerian Kehutanan kembali memunculkan perdebatan terkait legalitas proses pelepasan hak dan administrasi pertanahan yang dilakukan puluhan tahun lalu. Notaris Ida Bagus Mantara, SH, menilai penilaian terhadap proses pertukaran lahan tersebut harus merujuk pada regulasi yang berlaku saat transaksi dilakukan, bukan menggunakan […]

  • Ugrasena Tegaskan Bandara Bali Harus di Utara, Bukan Dialihkan ke Barat!

    Ugrasena Tegaskan Bandara Bali Harus di Utara, Bukan Dialihkan ke Barat!

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Mega Terorisawati
    • 2Komentar

    BULELENG – Suara tegas kembali bergema dari utara Bali. Ugrasena menolak keras wacana pengalihan proyek Bandara Internasional Bali Utara ke wilayah Bali Barat, termasuk rencana menjadikan kawasan tersebut sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Menurutnya, langkah itu bukan hanya keluar jalur dari semangat pemerataan pembangunan, tetapi juga mencederai arah besar “Membangun Bali” yang seharusnya mendahulukan wilayah-wilayah […]

  • Departemen Kehakiman AS Bongkar Penipuan Kripto Global, Sita Aset Senilai Rp240 Triliun

    Departemen Kehakiman AS Bongkar Penipuan Kripto Global, Sita Aset Senilai Rp240 Triliun

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    DENPASAR – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) berhasil mengungkap jaringan penipuan lintas negara yang melibatkan praktik phone farm dan perdagangan manusia di lebih dari 30 negara. Dari operasi tersebut, otoritas AS menyita aset kripto senilai US$15 miliar atau sekitar Rp240 triliun. Mengutip laporan Fox Business pada Rabu (15/10), penyelidikan mengarah pada sosok Chen Zhi, pemilik […]

expand_less