Dewa Rai Desak Kapolda Bali Tindak 5 Polisi yang Diduga Backup Kriminal
- account_circle Ray
- calendar_month 55 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lima anggota disebut menjalani pemeriksaan Propam Polda Bali; Dewa Rai meminta sanksi tegas jika keterlibatan terbukti
DENPASAR — Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai, mendesak Kapolda Bali mengambil tindakan tegas terhadap lima anggota polisi yang disebut sedang menjalani pemeriksaan internal oleh Propam Polda Bali terkait dugaan keterlibatan dalam aktivitas kriminal di kawasan pariwisata.
Dewa Rai meminta proses pemeriksaan dilakukan secara profesional dan transparan. Menurutnya, apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya keterlibatan anggota kepolisian dalam melindungi atau membekingi aktivitas kriminal, sanksi tegas harus diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami dari Komisi I berharap lima orang ini kalau memang terbukti terlibat, dipecat saja. Jangan dibiarkan. Kalau dibiarkan, nanti bisa menjamur,” ujar Dewa Rai saat dihubungi, Selasa (15/9/2026).
Dewa Rai menyebut persoalan tersebut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keamanan kawasan pariwisata Bali. Ia menilai setiap dugaan keterlibatan aparat dalam aktivitas kriminal harus ditangani serius agar tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap kepercayaan masyarakat dan wisatawan.
“Bali di mata dunia sudah dikenal sebagai daerah wisata yang terbaik dan aman. Namun kalau ternyata masih terjadi kejahatan dan ada oknum polisi yang diduga membackup, ini harus menjadi perhatian serius,” katanya.
Menurut Dewa Rai, kawasan Kuta, Nusa Dua, Uluwatu dan sejumlah wilayah Bali Selatan merupakan kawasan dengan aktivitas pariwisata yang tinggi. Karena itu, jaminan keamanan bagi wisatawan maupun masyarakat lokal dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sektor pariwisata.
Ia menyinggung sejumlah persoalan kriminal yang terjadi di kawasan wisata, mulai dari pencurian, pencopetan hingga kekerasan yang melibatkan wisatawan. Menurutnya, setiap kasus harus ditangani berdasarkan hukum dan tidak boleh ada pihak yang mendapatkan perlakuan khusus.
“Kalau keamanan tidak dijaga, bagaimana kita bisa meyakinkan dunia bahwa Bali adalah destinasi yang aman?” ujar Dewa Rai.
Politisi asal Buleleng itu juga mengingatkan bahwa persoalan keamanan dapat berpengaruh terhadap citra Bali sebagai destinasi wisata internasional.
Ia meminta aparat penegak hukum meningkatkan pengawasan sekaligus memastikan setiap laporan kriminal ditangani secara serius.
Dewa Rai mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, lima anggota polisi yang dimaksud terdiri dari tiga anggota Polsek Nusa Dua dan dua anggota Polsek Kuta. Namun, ia menegaskan informasi tersebut masih harus diuji melalui proses pemeriksaan dan pembuktian oleh Propam Polda Bali.
Karena itu, Dewa Rai tidak ingin proses pemeriksaan terhadap kelima anggota tersebut didahului oleh kesimpulan sebelum ada hasil resmi.
“Ini sekaligus menjadi contoh bahwa polisi sekarang tegas. Kalau ada anggotanya bermain, disikat dan diberhentikan,” katanya.
Ia menilai penindakan terhadap anggota kepolisian yang terbukti melanggar tidak hanya berkaitan dengan individu, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Dewa Rai mengatakan Komisi I DPRD Bali siap meminta penjelasan kepada pihak terkait apabila persoalan tersebut tidak mendapatkan penanganan yang dianggap memadai.
“Kalau persoalan ini tidak ditangani secara serius, kami dari Komisi I akan mengajak diskusi dan memanggil semua pihak, termasuk Kapolda dan Propam,” ujarnya.
Menurut dia, DPRD Bali memiliki kepentingan untuk memastikan keamanan kawasan pariwisata tetap terjaga. Apalagi, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor penting bagi perekonomian Bali.
Dewa Rai juga menyoroti meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali. Menurutnya, pertumbuhan jumlah wisatawan harus berjalan beriringan dengan peningkatan aspek keamanan.
“Wisatawan terus meningkat. India juga menjadi salah satu pasar yang besar. Kepercayaan ini harus kita jaga. Jangan sampai wisatawan datang ke Bali tetapi merasa tidak aman,” katanya.
Ia meminta proses pemeriksaan terhadap lima anggota polisi tersebut dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti yang ada. Jika nantinya terbukti melakukan pelanggaran atau terlibat dalam aktivitas kriminal, Dewa Rai meminta agar sanksi dijatuhkan secara tegas sesuai aturan.
“Kalau terbukti, berikan sanksi tegas. Jangan ada yang dilindungi. Hukum harus berlaku sama,” tegasnya.
Dewa Rai berharap proses penanganan perkara tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan internal sekaligus menjaga keamanan kawasan wisata Bali.
“Kalau ada anggota yang benar-benar terbukti membackup kejahatan, jangan dipertahankan. Ini demi nama baik kepolisian dan demi keamanan Bali,” pungkasnya.
Reporter: Putu Ivan
Editor – Ray
Catatan redaksi: Karena sampai saat pencarian ini saya menemukan pemberitaan mengenai pernyataan Dewa Rai, tetapi belum menemukan keterangan resmi Propam/Polda Bali yang memverifikasi keterlibatan lima anggota tersebut, naskah sengaja menggunakan frasa “diduga”, “disebut”, dan “jika terbukti”.
Ini penting agar pemberitaan tidak mengubah tuduhan menjadi fakta hukum. Pemberitaan lain juga menyebut komposisi tiga anggota dari Polsek Nusa Dua dan dua dari Polsek Kuta, tetapi informasi tersebut tetap sebaiknya dikonfirmasi kepada Polda Bali.

Saat ini belum ada komentar