PDHI Bali dan Yayasan Suara Kasih Satwa Perkuat Gerakan Eliminasi Rabies Menuju 2028
- account_circle Ray
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Peringatan World Rabies Day 2026 di Renon diisi vaksinasi rabies, sterilisasi anjing, pemeriksaan kesehatan gratis, serta edukasi pemeliharaan hewan.
DENPASAR – Kegiatan peringatan World Rabies Day (WRD) Tahun 2026, yang diselenggarakan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bali yang bekerjasama dengan Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia, Yayasan Kitabisa (kitabisa.com) serta Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani, SE., MM., M.Kes., pada Minggu (27/9/2026), bertempat di Lapangan Puputan Magarana, Renon, Denpasar.

Ketua PDHI Cabang Bali, drh. I Dewa Made Anom (rompi ungu).
Event tersebut mengusung tema “Stronger Together – Lebih Kuat Bersama untuk Eliminasi Rabies di Bali”, juga berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana.
Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada peringatan WRD Tahun 2026, meliputi vaksinasi rabies, kontrol populasi atau sterilisasi hewan penular rabies (HPR), pemeriksaan kesehatan hewan secara gratis, edukasi masyarakat, serta kegiatan Pet Fun Run atau Dog Show.

drh. I Dewa Made Anom dan Michelle Angel.
Ketua PDHI Cabang Bali, drh. I Dewa Made Anom menjelaskan adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada peringatan WRD Tahun 2026, meliputi vaksinasi rabies, kontrol populasi atau sterilisasi hewan penular rabies (HPR), pemeriksaan kesehatan hewan secara gratis, edukasi masyarakat, serta kegiatan Pet Fun Run atau Dog Show.
“Kegiatan ini dimaksudkan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, untuk memahami mengenai pemeliharaan anjing yang baik dan benar, “ungkap dokter Anom.




Para pengunjung dari pencinta hewan terutama anjing (dogs lover)
Menurutnya, populasi anjing di Bali diperkirakan mencapai sekitar 500 ribu ekor, namun diperlukan sensus untuk memperoleh data yang lebih akurat. Ia optimistis target Bali bebas kasus rabies pada 2028 dapat terwujud melalui kolaborasi dan peningkatan kesadaran masyarakat. Berdasarkan laporan dinas terkait, sejak bulan Januari – Agustus 2026, sebanyak tujuh orang dinyatakan meninggal dunia akibat suspek rabies.

PDHI juga persembahkan hiburan masyarakat, lawak Bali.
drh. I Dewa Made Anom juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali perubahan perilaku anjing, seperti agresif, kehilangan nafsu makan, tidak terkendali, dan mulai menggigit benda atau hewan di sekitarnya.
Rabies belum memiliki obat setelah gejala klinis muncul, sehingga korban gigitan harus segera mencuci luka dengan air mengalir dan sabun, kemudian mendapatkan vaksinasi anti-rabies (VAR) di fasilitas kesehatan.

Kegiatan sterilisasi.
Sementara itu, pemilik anjing diimbau memperhatikan asupan pakan, kebersihan lingkungan dan tubuh, sosialisasi, serta memberikan vaksin rabies minimal setahun sekali.
“Vaksinasi penyakit lain seperti Distemper & Parvovirus, Leptospira interrogans serta pemberian obat cacing dan antiparasit juga penting untuk menjaga kesehatan hewan sekaligus mencegah penyakit yang dapat menular kepada manusia, “ungkap Dokter Anom.
Kemudian Ketua yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia (The Voice of PAW Bali Foundation), Michelle Angel yang mewakili kitabisa mengucapkan terima kasih atas kesempatan kolaborasi dari pihak PDHI, berkat kepedulian bersama ini diharapkan dapat memperkecil menyebarnya virus rabies.

“Biasanya kami dengan kitabisa melakukan sterilisasi setiap bulannya, namun kali ini kita ikut mensupport kegiatan dari PDHI, ” Ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kali ini melakukan kegiatan steril gratis untuk anjing jalanan yang ditangkap sebelumnya.
“Bila ada pemilik anjing yang ingin mensterilkan anjingnya bisa datang kesini juga, gratis, ” Sebutnya.

Ketua yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia (The Voice of PAW Bali Foundation), Michelle Angel.
Ia juga menerangkan bahwa tidak hanya mensupport kegiatan ini tetapi juga ada melakukan penangkapan anjing liar di sekitar Denpasar.
“Ia nih support tenaga juga paginya ikut tangkap anjing liar, ” Jelas Michelle.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani, SE., MM., M.Kes., menerangkan telah berkoordinasi dengan Komisi IV DPR RI, Karena, masalah rabies ini domainnya ada di Kementerian Pertanian yang menjadi mitra dari Komisi IV.
“Sementara, saya yang kini duduk di komisi IX lebih fokus pada kesehatan masyarakat. Tentu, kami sangat mendukung program pengentasan rabies di Bali,” ujar Srikandi asal Kabupaten Buleleng ini.

Menurut Tutik, populasi anjing yang kian tinggi di Bali menjadi suatu tantangan dalam memutus penyebaran penyakit rabies. Untuk itu, pada peringatan WRD tahun ini, diharapkan menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat agar lebih peduli terhadap rabies.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar