Breaking News
light_mode

Cili Dukung Kedaulatan Maroko atas Sahara, Kerja Sama Ekonomi dan FTA Mulai Dibahas

  • account_circle Admin
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Cili Tegaskan Dukungan atas Otonomi Maroko dan Dorong Kerja Sama Ekonomi di Sahara Maroko

New York — Posisi Cili terkait status Sahara Barat memasuki babak baru setelah Pemerintah Cili menyatakan dukungannya terhadap kedaulatan Kerajaan Maroko atas seluruh wilayahnya, termasuk kawasan Sahara.

Sikap tersebut disampaikan dalam komunike bersama setelah pertemuan Menteri Luar Negeri Cili Francisco Pérez Mackenna dan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika dan Warga Negara Maroko di Luar Negeri Nasser Bourita di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Senin, 21 September 2026. Pertemuan tersebut turut dihadiri Presiden Cili José Antonio Kast.

Cili Dorong Investasi dan Perdagangan di Sahara Maroko

Dalam komunike resmi tersebut, Cili menyatakan mendukung kedaulatan Maroko atas seluruh wilayahnya, termasuk Sahara, sekaligus menilai proposal otonomi yang diajukan Rabat pada 2007 sebagai solusi politik yang dinilai adil, berkelanjutan, dan dapat diterima para pihak.

Cili juga menyatakan akan menerjemahkan dukungan tersebut ke dalam kerja sama bilateral dengan mendorong peluang ekonomi dan perdagangan di kawasan Sahara yang diklaim Maroko. Fokus kerja sama diarahkan pada penguatan investasi, perdagangan serta pengembangan sektor produktif.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dari perkembangan hubungan bilateral kedua negara. Pada pertemuan yang sama, Menteri Luar Negeri Cili dan Maroko menandatangani Terms of Reference sebagai dasar untuk memulai negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas atau Free Trade Agreement (FTA).

Kementerian Luar Negeri Cili menyebut penandatanganan tersebut sebagai langkah untuk memperdalam hubungan ekonomi kedua negara.

Cili juga menyatakan dukungannya terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 2797 Tahun 2025. Resolusi yang diadopsi pada 31 Oktober 2025 itu memperpanjang mandat MINURSO hingga 31 Oktober 2026 dan menyerukan para pihak melakukan pembicaraan tanpa prasyarat dengan menjadikan proposal otonomi Maroko sebagai salah satu dasar dalam proses negosiasi menuju penyelesaian politik yang adil, langgeng, dan dapat diterima bersama.

Resolusi tersebut juga menyebut pentingnya penyelesaian yang memberikan ruang bagi penentuan nasib sendiri masyarakat Sahara Barat.

Perkembangan diplomatik tersebut mendapat apresiasi dari Presiden Indonesia-Morocco Sahara Brotherhood (IMSB), Wilson Lalengke. Ia menilai dukungan Cili dapat membuka ruang lebih besar bagi kerja sama ekonomi di kawasan yang menjadi bagian dari sengketa Sahara Barat.

“Pengakuan resmi dari Cili ini bukan sekadar kemenangan diplomasi, melainkan pondasi yang sangat kokoh bagi Pemerintah Maroko untuk mengakselerasi pembangunan di seluruh wilayah teritorialnya, terutama di kawasan selatan yang dikenal sebagai Sahara Maroko.

Dukungan ini membuka keran investasi internasional yang akan membawa kesejahteraan, kemajuan ekonomi, dan stabilitas kawasan,” ujar Wilson Lalengke dari Jakarta, 22 September 2026.

Menurut Wilson, keputusan Cili untuk mendorong kerja sama ekonomi dan perdagangan menunjukkan bahwa isu Sahara tidak hanya berkembang dalam ranah diplomasi, tetapi juga mulai dikaitkan dengan agenda investasi dan pembangunan ekonomi.

Dari sisi hubungan bilateral, momentum tersebut juga bertepatan dengan peringatan 65 tahun hubungan diplomatik Cili dan Maroko pada 2026. Kedua pemerintah menyatakan hubungan tersebut berkembang dalam kerangka persahabatan dan saling menghormati.

Sementara itu, dukungan Cili terhadap proposal otonomi Maroko perlu ditempatkan dalam konteks proses politik PBB mengenai Sahara Barat. Resolusi Dewan Keamanan 2797/2025 tidak menetapkan status akhir wilayah tersebut, melainkan memberikan kerangka bagi proses negosiasi dan memperpanjang mandat MINURSO.

Dengan masuknya agenda investasi, perdagangan dan pembahasan FTA ke dalam hubungan Cili-Maroko, perkembangan terbaru ini memperlihatkan bahwa isu Sahara juga memiliki dimensi ekonomi yang semakin kuat.

Bagi Maroko, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas hubungan bilateral dan kerja sama internasional di kawasan yang disebut Rabat sebagai Sahara Maroko.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FOX Jimbaran Beach Bali Hadirkan Paket Staycation Plus Balinese Massage, Mulai Rp1,1 Juta

    FOX Jimbaran Beach Bali Hadirkan Paket Staycation Plus Balinese Massage, Mulai Rp1,1 Juta

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    BADUNG – FOX Hotel Jimbaran Beach Bali kembali menghadirkan promo menginap menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan singkat dengan suasana relaks di kawasan Jimbaran, Bali. Melalui paket bertajuk “FOXMASAJE Package”, hotel ini menawarkan pengalaman staycation yang dipadukan dengan layanan Balinese massage khas Bali. Paket tersebut dibanderol mulai dari Rp1.195.000 nett untuk dua orang. Dalam […]

  • BNN Pertimbangkan Larangan Vape, Susul Kebijakan Ketat Singapura

    BNN Pertimbangkan Larangan Vape, Susul Kebijakan Ketat Singapura

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    JAKARTA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol. Suyudi Ario Seto mengungkapkan kemungkinan pelarangan penggunaan rokok elektrik atau vape di Indonesia. Rencana ini mengemuka setelah Singapura lebih dulu mengambil langkah tegas dengan melarang peredaran vape di negaranya. “Ini bagian dari pendalaman yang akan kami lakukan. Kita perlu duduk bersama dulu, baru kita lihat seperti […]

  • Preman Berbaju Polisi, Ironi Kapolda Riau Herry Heryawan Gunakan Jaringan Herkules Intimidasi Aktivis

    Preman Berbaju Polisi, Ironi Kapolda Riau Herry Heryawan Gunakan Jaringan Herkules Intimidasi Aktivis

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Pekanbaru – Situasi penegakan hukum di Provinsi Riau mencapai titik nadir yang mengkhawatirkan. Di tengah perjuangan para aktivis kemanusiaan membela Jekson Sihombing, seorang warga negara yang dikriminalisasi dan disiksa di sel isolasi (strapsel), muncul fenomena mengerikan: penggunaan kekuatan premanisme untuk membungkam suara kritis. Peristiwa yang terjadi pada Minggu sore, 25 Januari 2026, menjadi bukti nyata […]

  • Bayi Kembar Jadi Petaka? Membongkar Jejak Kelam Manak Salah di Bali

    Bayi Kembar Jadi Petaka? Membongkar Jejak Kelam Manak Salah di Bali

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Kelahiran kembar laki-laki dan perempuan dalam tradisi manak salah pernah dipandang sebagai kondisi yang membawa leteh. Namun, praktik tersebut bukan larangan bagi seluruh masyarakat Bali dan secara resmi telah dihapus sejak 1951. DENPASAR — Kelahiran bayi kembar seharusnya menjadi kabar bahagia bagi sebuah keluarga. Namun dalam sejarah adat Bali, kelahiran kembar laki-laki dan perempuan atau […]

  • Gung Cok Tegaskan Golkar Tak Tolak Rekomendasi Pansus TRAP, Hanya Soroti Mekanisme Paripurna

    Gung Cok Tegaskan Golkar Tak Tolak Rekomendasi Pansus TRAP, Hanya Soroti Mekanisme Paripurna

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Denpasar – Dinamika mewarnai Rapat Paripurna ke-41 DPRD Bali Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026, Jumat (19/6), saat pembacaan dan penyerahan rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali terkait kawasan BTID di Serangan dan kawasan Pejarakan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Di tengah perdebatan yang berkembang, Wakil Ketua Pansus TRAP sekaligus […]

  • TNI AL Targetkan Kapal Induk Bekas Italia Tiba Sebelum HUT ke-81 TNI

    TNI AL Targetkan Kapal Induk Bekas Italia Tiba Sebelum HUT ke-81 TNI

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    JAKARTA – TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengupayakan agar kapal induk bekas milik Italia dapat tiba di Indonesia sebelum 5 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sebagaimana dilaporkan Antara News, Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali menyampaikan bahwa pihaknya berharap kapal tersebut sudah dapat sandar sebelum […]

expand_less