Raja Maroko Luncurkan Nador West Med, Investasi Rp90 Triliun dan Targetkan 34.000 Lapangan Kerja
- account_circle Ray
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nador West Med diproyeksikan menciptakan 34.000 lapangan kerja, memperkuat ketahanan energi, serta mendorong Maroko menjadi pusat logistik dan perdagangan maritim global.
RABAT – Maroko memperkuat ambisinya menjadi pusat logistik, industri, dan energi dunia melalui pengembangan pelabuhan strategis Nador West Med (NWM). Raja Mohammed VI memimpin langsung rapat kerja di Istana Kerajaan Rabat, Rabu (28/10/2026), untuk meninjau kemajuan proyek pelabuhan tersebut sekaligus membahas perluasan kompleks pelabuhan Tanger Med.
Proyek Nador West Med menjadi salah satu investasi infrastruktur maritim terbesar Maroko dengan nilai investasi publik dan swasta mencapai 54 miliar dirham. Jika dikonversikan secara kasar, nilainya setara sekitar Rp90 triliun, bergantung pada kurs.
Berada di Teluk Bétoya, sekitar 30 kilometer sebelah barat Kota Nador, Maroko bagian timur, NWM dirancang sebagai kompleks pelabuhan laut dalam yang terintegrasi dengan kawasan industri, logistik, dan energi.
Dalam pernyataan resmi Istana Kerajaan Maroko yang disampaikan kepada media, pemerintah menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan daya saing negara di tengah perubahan rantai pasok global.
“These two new projects are part of the Royal Vision to equip Morocco with an efficient port system capable of strengthening its competitiveness in the face of the restructuring of global value chains,” demikian pernyataan resmi Royal Office Maroko.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proyek pelabuhan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas perdagangan internasional, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan investasi, penyerapan tenaga kerja, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah sekitar.
Nador West Med Perkuat Logistik dan Ketahanan Energi Maroko
Pengembangan Nador West Med mencakup pembangunan sejumlah terminal strategis. Terminal peti kemas pertama akan segera mulai beroperasi dengan kapasitas akhir mencapai 3,5 juta kontainer. Sementara terminal kedua, berkapasitas 1,8 juta kontainer, dijadwalkan mulai beroperasi pada April 2027.
Kedua terminal tersebut didukung investasi swasta sebesar 8 miliar dirham.
Selain sektor peti kemas, NWM juga dilengkapi terminal hidrokarbon dengan fasilitas penyimpanan yang berpotensi mencapai 4 juta meter kubik. Kawasan ini turut dirancang memiliki terminal gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dengan kapasitas pengolahan hingga 5 miliar meter kubik per tahun.
Fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi Maroko dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Kompleks pelabuhan juga akan dilengkapi terminal curah padat dan terminal kargo umum untuk memperluas layanan perdagangan.
Di sektor industri, kawasan NWM telah mulai beroperasi dengan satu pabrik aktif dan tiga fasilitas lainnya dalam tahap pembangunan. Pemerintah memperkirakan kompleks ini dapat menciptakan 14.000 lapangan kerja langsung dan 20.000 pekerjaan tidak langsung dalam jangka pendek.
Untuk mendukung operasional kawasan, pemerintah juga mengembangkan infrastruktur konektivitas, termasuk jalur kereta api Selouane–NWM, jalan tol Guercif–NWM, serta peningkatan jaringan jalan di wilayah sekitarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Raja Mohammed VI turut meninjau rencana perluasan Tanger Med melalui pembangunan pelabuhan baru Tanger Med 3. Proyek tersebut akan dibangun di sebelah barat Tanger Med 2 dengan panjang dermaga mencapai 1.200 meter dan tambahan kapasitas 4,5 juta kontainer per tahun.
Investasi untuk pembangunan Tanger Med 3 diperkirakan mencapai 8 miliar dirham. Pengembangan terminal peti kemas baru tersebut akan dilakukan melalui perjanjian konsesi dengan Maersk-APM, salah satu perusahaan terkemuka dunia di sektor transportasi laut.
Setelah seluruh proyek pengembangan selesai, kompleks Tanger Med diproyeksikan memiliki kapasitas total hingga 20 juta kontainer dan berpeluang masuk dalam jajaran 10 pelabuhan terbesar dunia.
Menutup rapat kerja, Raja Mohammed VI menekankan agar dampak ekonomi dan sosial dari pembangunan kedua kompleks pelabuhan tersebut dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di seluruh provinsi terkait.
Kepala negara juga meminta percepatan program pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri baru agar generasi muda memiliki kesempatan lebih besar untuk memasuki dunia kerja.
Dengan pengembangan Nador West Med dan Tanger Med 3, Maroko tidak hanya memperluas infrastruktur pelabuhan, tetapi juga membangun fondasi baru untuk memperkuat posisi negara tersebut dalam perdagangan, industri, dan rantai pasok internasional.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar