Breaking News
light_mode

Aset KUB Mina Segara Berpindah Penguasaan, ARUN Bali Desak Dinas Perikanan Badung Klarifikasi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

I Wayan Sudinarta alias Dinak menjalani klarifikasi di Satreskrim Polresta Denpasar. ARUN Bali meminta Dinas Perikanan Badung membuka dokumen hibah dan mekanisme penguasaan aset.

DENPASAR – Polemik penguasaan aset Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mina Segara Kuta, Badung, memasuki ranah hukum. Sejumlah aset yang disebut berasal dari bantuan Pemerintah Kabupaten Badung dan sebagian hasil usaha kelompok dipersoalkan setelah diduga berada dalam penguasaan kelompok nelayan lain.

Persoalan tersebut kini ditangani Satreskrim Polresta Denpasar. I Wayan Sudinarta alias Dinak, yang menyebut dirinya sebagai Ketua Nelayan Mina Segara Kuta, hadir memberikan klarifikasi di Unit IV Satreskrim Polresta Denpasar, Selasa (22/9/2026).

Kehadiran Dinak berkaitan dengan surat undangan klarifikasi Satreskrim Polresta Denpasar Nomor B/1933/IX/RES.1.24/2026/Satreskrim tertanggal 14 September 2026, dalam penyelidikan dugaan tindak pidana laporan atau pengaduan palsu.

Usai menjalani klarifikasi sekitar pukul 11.30 hingga 14.00 Wita, Dinak mengatakan dirinya memberikan keterangan mengenai laporan yang sebelumnya dibuat terkait dugaan penguasaan aset KUB Mina Segara.

“Saya datang untuk memberikan klarifikasi. Mengenai dugaan pelapor inisial KD yang melaporkan dugaan penggelapan dan perampasan aset milik kelompok,” kata Dinak.

Menurut Dinak, laporan awal yang dibuatnya berkaitan dengan dugaan penguasaan sejumlah aset KUB Mina Segara tanpa proses penyerahan aset dan pergantian kepengurusan yang menurutnya sah.

“Laporan saya mengenai perampasan barang aset-aset KUB Mina Segara,” ujarnya.

Dinak menjelaskan, persoalan tersebut bermula dari perubahan kepengurusan KUB Mina Segara. Ia mengaku sempat menjadi pelaksana tugas setelah menggantikan ketua sebelumnya, Wayan Pagi. Menurutnya, saat itu dokumen legalitas kelompok masih mencantumkan nama pengurus lama.

“Waktu itu saya sebagai pengganti Ketua Kelompok Nelayan Mina Segara, dari Pak Pagi ke saya. Ada berita acara dan berita penyerahan aset. Saya PLT karena Kemenkumham masih nama ketua yang lama,” jelasnya.

Ia mengaku sempat berupaya menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan mediasi. Salah satunya dengan meminta mediasi kepada Ketua DPRD Badung agar konflik antarkelompok nelayan tidak berkembang.

“Saya inisiatif supaya tidak ribut-ribut, saya minta mediasi ke Ketua DPRD Badung. Kami datang dan kemudian ada pembahasan mengenai nama kelompok dan ketua. Setelah itu saya mengundurkan diri sebagai sekretaris,” katanya.

Persoalan kemudian berkembang menyangkut status kelompok dan penguasaan aset. Dinak mengklaim terdapat perubahan nama dari KUB Mina Segara menjadi Kelompok Samudra Jaya 4, sementara sejumlah aset yang sebelumnya digunakan KUB Mina Segara disebut tetap berada dalam penguasaan pihak lain.

“Yang menjadi persoalan, tidak ada penyerahan aset kepada pihak KD. Ada SK terkait nama KUB Mina Segara tahun 2013 yang kemudian dicabut dan diganti nama Kelompok Samudra Jaya 4,” ujarnya.

Aset yang dipersoalkan disebut meliputi empat unit mesin tempel 15 PK, dua perahu fiber, satu perahu Bali dan satu perahu Cilacap.

Dinak memperkirakan nilai masing-masing mesin tempel sekitar Rp20 juta, sementara perahu fiber disebut bernilai sekitar Rp21 juta per unit. Namun, nilai dan status hukum aset tersebut masih menjadi bagian dari persoalan yang perlu diverifikasi melalui dokumen resmi.

“Bantuan KUB Mina Segara sebagian merupakan hibah dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Badung dan sebagian lagi berasal dari usaha bersama KUB Mina Segara,” katanya.

Di tengah proses klarifikasi tersebut, DPD Ormas Advokasi Rakyat untuk Indonesia (ARUN) Bali menyatakan memberikan pendampingan kepada Dinak. Sekretaris DPD ARUN Bali, Anak Agung Gede Agung Aryawan, ST., mengatakan pihaknya akan mengawal persoalan tersebut dari aspek hukum dan administrasi.

“Ini anggota kami, masyarakat kecil, nelayan yang sedang menghadapi proses hukum. Persoalannya berkaitan dengan barang hibah Pemerintah Kabupaten Badung yang disebut berpindah penguasaan kepada kelompok nelayan lain,” kata Aryawan.

Menurut Aryawan, persoalan utama yang perlu dijelaskan bukan hanya mengenai siapa yang menguasai aset, tetapi juga dasar administrasi pemberian dan kemungkinan perubahan penguasaan aset tersebut.

Ia meminta dokumen hibah dibuka agar status penerima, peruntukan, serah terima dan penggunaan aset dapat diketahui secara jelas.

“Kalau kelompok penerima hibah bubar atau tidak lagi menjalankan kegiatan, harus jelas dulu mekanismenya. Kalau pemerintah sebagai pemberi hibah mengambil kembali barang tersebut, silakan. Setelah itu, pemerintah mau menyerahkan kepada siapa, itu kewenangan pemerintah. Tetapi harus jelas proses administrasinya,” tegas Aryawan.

Secara regulasi, pengelolaan barang milik negara/daerah diatur antara lain dalam PP Nomor 27 Tahun 2014 yang kemudian diubah dengan PP Nomor 28 Tahun 2020. Dalam ketentuan tersebut, hibah termasuk bentuk pemindahtanganan barang milik negara/daerah dan pelaksanaan serah terima barang yang dihibahkan harus dituangkan dalam berita acara serah terima.

Karena itu, ARUN mempertanyakan apakah terdapat dokumen yang menjelaskan perubahan penguasaan aset apabila benar aset yang semula diberikan kepada KUB Mina Segara kemudian berada pada kelompok nelayan lain.

“Yang kami persoalkan adalah prosedurnya. Kalau memang barang itu milik pemerintah daerah dan kemudian dihibahkan, tunjukkan naskah hibahnya, berita acara serah terimanya, siapa penerimanya, kemudian bagaimana mekanisme apabila barang tersebut dialihkan kepada kelompok lain,” kata Aryawan.

ARUN berencana mendatangi Dinas Perikanan Kabupaten Badung untuk meminta penjelasan mengenai dokumen dan status aset tersebut.

“Kami akan datang ke Dinas Perikanan Badung. Kami ingin mempertanyakan hibah ini, dokumennya apa, prosedurnya bagaimana, dan dasar pengalihan atau penguasaan barang tersebut seperti apa,” ujarnya.

Aryawan menegaskan, pihaknya masih mengutamakan klarifikasi sebelum mengambil langkah hukum lebih jauh. Namun, apabila ditemukan persoalan dalam tata kelola aset dan tidak diperoleh penjelasan yang memadai, ARUN membuka kemungkinan menempuh jalur hukum.

“Kami akan siapkan pendamping hukum. Kami punya pengacara dari ARUN yang akan mendampingi. Kami juga akan berkoordinasi dengan BPP di pusat,” tegasnya.

Ia juga membuka kemungkinan melaporkan pihak yang dinilai bertanggung jawab apabila setelah penelusuran ditemukan dasar hukum yang cukup.

“Cara kami melawan adalah melalui jalur hukum. Kalau memang ada dasar untuk melaporkan pihak dinas, tentu akan kami lakukan sesuai prosedur,” katanya.

Aryawan menilai persoalan administrasi aset semestinya dapat dijelaskan secara terbuka sehingga masyarakat nelayan tidak dirugikan akibat ketidakjelasan status maupun pengelolaan barang.

“Jangan sampai masyarakat kecil menjadi korban. Barangnya bermasalah, kelompoknya ribut, kemudian masyarakat yang tidak memahami hukum harus berhadapan dengan proses hukum. Kasihan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung Nyoman Suardana, S.Sos., M.M., belum memberikan tanggapan mengenai polemik aset KUB Mina Segara maupun pemeriksaan Dinak.

Konfirmasi telah disampaikan melalui pesan WhatsApp dengan melampirkan surat undangan klarifikasi terkait pemeriksaan di Unit IV Satreskrim Polresta Denpasar. Hingga berita ini disusun, belum ada jawaban dari pihak Dinas Perikanan Kabupaten Badung.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adi Saputra Jaya, SH., MH., juga belum memberikan keterangan mengenai perkembangan penyelidikan maupun materi klarifikasi.

Dengan demikian, status kepemilikan dan penguasaan aset yang dipersoalkan masih memerlukan penelusuran terhadap dokumen hibah, berita acara serah terima, dokumen kepengurusan kelompok serta keterangan resmi dari pihak-pihak terkait. Tuduhan mengenai adanya pengalihan atau penguasaan aset secara tidak sah juga belum dapat dinyatakan sebagai fakta sebelum terdapat hasil pemeriksaan dan bukti yang mendukung.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (8)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satu Tahun Mahyeldi–Vasko! Stabilitas Terjaga di Tengah Bencana, Sumbar Siap Bertransformasi

    Satu Tahun Mahyeldi–Vasko! Stabilitas Terjaga di Tengah Bencana, Sumbar Siap Bertransformasi

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Vine
    • 2Komentar

    PADANG – Satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah dan Vasko Ruseimy, berlangsung dalam situasi yang tidak ringan. Rentetan bencana alam sejak 2024 hingga 2025 menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Namun di tengah tekanan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berupaya menjaga stabilitas sosial-ekonomi […]

  • Sensor Digital! TikTok Bungkam Fitur Live di Tengah Ledakan Aksi Rakyat

    Sensor Digital! TikTok Bungkam Fitur Live di Tengah Ledakan Aksi Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 18Komentar

    DENPASAR – Sejak Jumat malam (30/8/2025) pukul 21.00 WIB, TikTok Live mendadak dibekukan. Warganet sontak meluapkan amarah: ruang siaran langsung mereka dipangkas tepat saat rakyat turun ke jalan menuntut keadilan. Keputusan itu berbarengan dengan ledakan aksi nasional yang mengguncang Indonesia sejak Senin (25/8/2025). Gelombang protes dipicu oleh isu kenaikan tunjangan DPR RI serta tragedi mengenaskan […]

  • Polda Bali Tegaskan Made Daging Tak Selalu Menang Praperadilan, Status Tersangka Dua Kali Dinyatakan Sah

    Polda Bali Tegaskan Made Daging Tak Selalu Menang Praperadilan, Status Tersangka Dua Kali Dinyatakan Sah

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    Polda Bali Berpegang pada Pasal 3 Ayat (2) KUHP dan Pasal 161 KUHAP, Bantah Dalil Ne Bis In Idem, serta Tegaskan Penetapan Tersangka Made Daging Tetap Sah dalam Dua Praperadilan Sebelumnya. DENPASAR – Polda Bali menegaskan bahwa mantan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, I Made Daging, tidak selalu memenangkan gugatan praperadilan […]

  • LPD Bermasalah, Perguruan Tinggi Jangan Jadi Macan Ompong Berikan Solusi

    LPD Bermasalah, Perguruan Tinggi Jangan Jadi Macan Ompong Berikan Solusi

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Mendengar penderitaan salah satu nasabah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Mambal yang kolaps, membuat Anak Agung Gede Agung Aryawan alias Gung De selaku Sekretaris Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Bali dan pengamat sosial masyarakat angkat bicara. Ia menyoroti Wayan Nardi seorang buruh serabutan sedikit demi sedikit ikut menabung di LPD Mambal ikut […]

  • Apartemen yang Menunggu Keadilan, Misteri Pembunuhan 26 Tahun di Nagoya Akhirnya Terungkap

    Apartemen yang Menunggu Keadilan, Misteri Pembunuhan 26 Tahun di Nagoya Akhirnya Terungkap

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    NAGOYA — Sebuah apartemen lantai dua di Distrik Nishi, Nagoya, selama lebih dari 26 tahun berdiri seperti kapsul waktu. Tak berpenghuni, namun sewanya selalu dibayar tepat waktu. Mainan anak masih tergeletak, perabotan tak bergeser sejak 1999. Apartemen itu sengaja “dibekukan” oleh seorang suami yang menolak membiarkan pembunuhan istrinya lenyap ditelan waktu. Di penghujung 2025, kesetiaan […]

  • Lima Tipe Pribadi Berenergi Negatif yang Perlu Dibatasi, Demi Kesehatan Mental

    Lima Tipe Pribadi Berenergi Negatif yang Perlu Dibatasi, Demi Kesehatan Mental

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, para pemerhati psikologi sosial mengingatkan pentingnya mengenali lingkungan pergaulan. Interaksi yang tidak sehat dinilai dapat memengaruhi kondisi emosional seseorang secara signifikan, bahkan menghambat pertumbuhan pribadi. Sejumlah karakter dengan pola perilaku tertentu disebut kerap membawa energi negatif dalam hubungan sosial. Meski tidak untuk dimusuhi, tipe-tipe […]

expand_less