Breaking News
light_mode

Kebakaran Gudang Rongsokan Nakula Belum Padam, 11 Motor dan 2 Mobil Hangus

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Api kembali berkobar hingga melalap rumah warga, water canon Polresta Denpasar dikerahkan dan 11 saksi telah diperiksa polisi.

DENPASAR – Kebakaran hebat yang melanda kawasan bedeng dan gudang rongsokan di Jalan Nakula, Gang Jatayu, Banjar Mergaya, Desa Pemecutan Klod, Denpasar Barat, belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Hingga Rabu (2/9), petugas masih berjibaku mengatasi sejumlah titik api dan bara yang tersembunyi di balik tumpukan material bekas.

 

Kebakaran yang pertama kali terjadi pada Senin (31/8) sekitar pukul 22.30 Wita tersebut menghanguskan kawasan seluas kurang lebih tiga hektare. Tidak hanya gudang rongsokan dan bangunan semi permanen, kobaran api juga merusak sejumlah rumah warga serta kendaraan yang berada di sekitar lokasi.

Berdasarkan pendataan sementara Polresta Denpasar, sedikitnya dua mobil, 11 sepeda motor dan tiga sepeda gayung terbakar. Dua mobil yang diketahui menjadi korban masing-masing Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia warna putih bernomor polisi DK 1508 GQE.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan penanganan di lokasi masih terus dilakukan karena api belum sepenuhnya padam.

“Untuk perkembangan situasi, petugas masih melakukan penanganan di TKP. Beberapa titik masih terdapat api sehingga dilakukan pemadaman dan pendinginan,” kata Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Material rongsokan yang menumpuk di lokasi menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan. Barang-barang bekas yang mudah terbakar menyebabkan kobaran api dengan cepat menjalar dari satu bagian ke bagian lainnya.

Sejumlah rumah bedeng yang dihuni warga juga ikut terdampak. Perabotan rumah tangga, perangkat elektronik hingga dokumen penting milik korban tidak luput dari kobaran api.

Andre, 25, salah seorang warga yang menjadi korban, mengaku baru mengetahui rumahnya terbakar setelah pulang bekerja. Ketika tiba di lokasi, bangunan tempat tinggalnya sudah dilalap api dan petugas pemadam kebakaran masih berupaya mengendalikan kobaran.

Kondisi lebih menegangkan dialami Candra Setiawan, 35. Rumah orang tuanya yang berada di kawasan tersebut ikut terbakar setelah api merembet dari gudang rongsokan.

Candra sempat panik dan langsung mencari kedua orang tuanya karena khawatir masih berada di dalam bangunan. Setelah diperiksa, keduanya ternyata tidak berada di rumah. Candra kemudian menghubungi orang tuanya dan mendapat kepastian bahwa mereka sedang keluar membeli makanan.

“Orang tua saya ternyata sedang di luar membeli makanan,” ujar Candra.

Sementara itu, Siswanto alias Sis Botol mengungkapkan bahwa kobaran api pertama kali diketahui ketika dirinya sedang berada di gudang botol sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu, dia bersama sejumlah karyawan tengah memilah botol.

Setelah salah seorang karyawan melihat api dari arah selatan gudang, Siswanto berusaha melakukan pemadaman menggunakan air keran melalui celah pembatas bambu.

“Saya mencoba menyiram titik api menggunakan air keran melalui celah pembatas bambu,” ungkap Siswanto.

Namun, usaha tersebut tidak mampu menghentikan laju api. Kobaran justru semakin besar dan mulai merambat ke gudangnya. Siswanto bersama karyawan akhirnya memilih menyelamatkan diri ke gudang lain yang berada tidak jauh dari lokasi.

Upaya pemadaman kembali menghadapi kendala setelah titik api muncul lagi pada Selasa (1/9) sekitar pukul 15.30 Wita di bagian barat kawasan yang terbakar. Petugas pemadam yang masih bersiaga langsung melakukan penanganan.

Kondisi angin yang cukup kencang membuat api kembali membesar dan merembet ke area di sekitarnya. Armada pemadam kebakaran Kota Denpasar kemudian diperkuat petugas dari Kabupaten Badung.

Sekitar pukul 18.00 Wita, api kembali menjalar dan membakar dua bangunan rumah semi permanen milik Niman di sisi barat lokasi. Padahal, dua bangunan tersebut sebelumnya tidak terdampak kebakaran.

Memasuki Rabu (2/9), proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung. Dua unit ekskavator dikerahkan untuk membongkar dan mengurai puing serta tumpukan rongsokan yang berpotensi menyimpan bara.

Polresta Denpasar juga mengerahkan personel Sat Samapta dengan kendaraan water canon. Semprotan air bertekanan digunakan untuk menjangkau sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap, api maupun bara di antara material yang terbakar.

Selain memastikan seluruh titik api padam, polisi masih mendalami penyebab kebakaran. Hingga perkembangan terakhir, sebanyak 11 saksi telah dimintai keterangan.

Polisi juga masih melakukan pendataan terhadap kendaraan, bangunan dan barang milik warga yang terbakar untuk menghitung total kerugian material.

Dengan luas area terdampak sekitar tiga hektare, proses penanganan membutuhkan waktu karena api masih berpotensi muncul dari tumpukan rongsokan. Petugas gabungan tetap bersiaga untuk memastikan bara benar-benar padam dan mencegah api kembali menjalar ke permukiman maupun bangunan lain di sekitar lokasi.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dermatolog Asia Bersatu di Bali, PERDOSKI Siap Usung Indonesia Jadi Tuan Rumah Kongres Dunia 2031 Play Button

    Dermatolog Asia Bersatu di Bali, PERDOSKI Siap Usung Indonesia Jadi Tuan Rumah Kongres Dunia 2031

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    BADUNG, 10 Juli 2025 — Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XX PERDOSKI 2025 dan 1st PAN Asia Conference of Dermatology resmi digelar di Bali dengan dihadiri lebih dari 2.000 peserta dari berbagai negara. Forum berskala internasional ini menjadi momentum strategis bagi para dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika (DVE) untuk memperkuat peran mereka di tingkat regional […]

  • Minta Pecalang Bali Jaga Keamanan, Tapi Insentif dan Mobil Patroli Masih Angin Surga

    Minta Pecalang Bali Jaga Keamanan, Tapi Insentif dan Mobil Patroli Masih Angin Surga

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 9Komentar

    DENPASAR – Ribuan pecalang dari seluruh kabupaten/kota di Bali berkumpul dalam Gelar Agung Pecalang Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (1/9). Acara yang dihadiri langsung Gubernur Bali Wayan Koster dan jajaran Forkopimda ini dipenuhi semangat yel-yel “Bali Aman” yang diteriakkan bersama-sama sebagai wujud komitmen pecalang menjaga ketenteraman Gumi Bali. Dalam pernyataan sikap yang […]

  • LBH Ansor Bali Nilai Unsur Melawan Hukum Tak Terpenuhi dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

    LBH Ansor Bali Nilai Unsur Melawan Hukum Tak Terpenuhi dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 6Komentar

    DENPASAR — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Bali memberikan pandangan hukum kritis terhadap penetapan tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi kuota haji yang menyeret nama mantan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut. LBH Ansor Bali menilai terdapat kelemahan mendasar dalam konstruksi hukum perkara tersebut, khususnya pada pemenuhan unsur […]

  • Bambang Widjojanto Awasi Praperadilan Kakanwil BPN Bali, Uji Wajah Penegakan Hukum

    Bambang Widjojanto Awasi Praperadilan Kakanwil BPN Bali, Uji Wajah Penegakan Hukum

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 14Komentar

    DENPASAR — Sidang praperadilan terhadap Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, I Made Daging A. PTNH., S.H., kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jumat (30/1/2026). Perkara ini menyita perhatian publik karena dinilai menyentuh jantung persoalan kepastian hukum dalam penanganan sengketa pertanahan, khususnya yang melibatkan pejabat publik. Sidang tersebut turut dipantau langsung […]

  • Ecosystem Reengineering, Kalibrasi Ulang Tata Ruang KEK Kura Kura Bali Menuju Pembangunan Harmonis

    Ecosystem Reengineering, Kalibrasi Ulang Tata Ruang KEK Kura Kura Bali Menuju Pembangunan Harmonis

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    DENPASAR – Polemik tata ruang dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali kembali mengemuka di tengah tarik-menarik kepentingan investasi dan kelestarian lingkungan. Di tengah dinamika tersebut, pendekatan Ecosystem Reengineering dinilai dapat menjadi solusi terintegrasi untuk menyelaraskan ambisi pertumbuhan ekonomi nasional dengan kedaulatan spasial daerah serta perlindungan ekologi Bali. Agung Wirapramana, VP Business Development […]

  • Sengketa Subak Petulu Andong, Ketika Sertifikat Negara Diuji oleh Klaim Pajak

    Sengketa Subak Petulu Andong, Ketika Sertifikat Negara Diuji oleh Klaim Pajak

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    GIANYAR – Di balik ketenangan hamparan sawah Subak Petulu Andong, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, tersimpan sengketa tanah yang mengusik sendi paling dasar kepastian hukum agraria. Kasus ini tidak sekadar konflik kepemilikan, melainkan membuka tabir rapuhnya perlindungan negara terhadap tanah bersertifikat, bahkan ketika bukti hukum telah terbit secara sah. Ironisnya, korban dugaan praktik mafia tanah kali […]

expand_less