Breaking News
light_mode

Abrasi Ancam 30 Persen Garis Pantai Bali, Pemerintah Masih Berutang Penanganan 85 Kilometer

  • account_circle Admin
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Megawati Soekarnoputri mendesak penanganan abrasi secara terpadu dengan melibatkan pemerintah, peneliti, dan akademisi di tengah ancaman perubahan iklim.

BADUNG – Ancaman abrasi pantai di Bali kian menjadi perhatian serius. Dari total garis pantai yang membentang lebih dari 1.300 kilometer, sekitar 30 persen dilaporkan terdampak abrasi. Pemerintah pun masih menghadapi pekerjaan rumah untuk menangani sekitar 85 kilometer kawasan pesisir yang mengalami pengikisan.

Persoalan tersebut kembali mengemuka saat Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Hubungan Antarlembaga, Triono Junoasmono, meninjau kondisi abrasi di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (11/10/2026).

“Dari 30 persen dari 1.300 kilometer lebih garis pantai di Bali yang terkena abrasi, kami masih menyisakan PR sepanjang 85 kilometer untuk ditangani,” kata Triono di Badung.

Ia menjelaskan, penanganan abrasi tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur di titik-titik yang terdampak. Diperlukan koordinasi lintas sektor agar upaya perlindungan pesisir dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah adalah pembangunan pemecah gelombang atau breakwater di bagian selatan Pantai Kuta. Infrastruktur tersebut dibangun oleh Balai Wilayah Sungai bersama pemerintah daerah untuk mengurangi energi gelombang laut yang menghantam pantai sekaligus menekan risiko pengikisan daratan.

Triono menegaskan, kawasan pantai memiliki nilai strategis yang melampaui kepentingan pariwisata. Keberadaan pesisir turut menopang kegiatan ekonomi dan penghidupan masyarakat setempat.

“Pantai di Bali adalah aset strategis, bukan sekadar untuk wisata, tetapi juga menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Perhatian terhadap persoalan abrasi Pantai Kuta juga datang dari Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri, yang meninjau kawasan tersebut bersama Gubernur Bali, I Wayan Koster.

Megawati menekankan pentingnya pendekatan terpadu dengan melibatkan kementerian, lembaga riset, akademisi, dan pemerintah daerah. Menurutnya, karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan harus menjadi pertimbangan utama dalam merumuskan kebijakan perlindungan pantai.

“Orang-orang pintar di lembaga, kementerian, harus memahami bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Jadi jangan berpikir seperti menangani benua atau daratan kontinental,” kata Megawati.

Ia mengingatkan bahwa abrasi tidak dapat ditangani secara parsial karena persoalan pesisir berkaitan dengan berbagai faktor, mulai dari kondisi lingkungan setempat hingga perubahan iklim global. Karena itu, solusi yang diterapkan harus mempertimbangkan karakteristik wilayah dan didukung kerja sama antarlembaga.

“ Ingat, ancaman dari global warming, pencairan es di kutub kian terasa bagi negara kepulauan seperti Indonesia. Bertahun-tahun lalu sudah dibahas dan kita sebagai penerus harus mampu mencari solusi terbaik,” ujarnya.

Selain pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, Megawati mendorong pemanfaatan kearifan lokal Bali, terutama filosofi Tri Hita Karana, sebagai landasan menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam.

Kondisi Pantai Kuta menjadi perhatian karena abrasi tidak hanya mengubah bentuk fisik kawasan pesisir, tetapi juga berpotensi merusak fasilitas publik dan mengganggu aktivitas pariwisata. Gelombang laut yang kuat dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas, seperti jalur pejalan kaki, tembok pembatas, dan area aktivitas pedagang.

Pada 2026, tekanan terhadap kawasan pesisir tersebut dilaporkan semakin mengkhawatirkan akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. Kemunduran garis pantai diperkirakan mencapai 1,9 meter per tahun.

Besarnya dampak abrasi menegaskan perlunya strategi perlindungan pantai yang terukur, berkelanjutan, dan berbasis kajian ilmiah. Bagi Bali, upaya tersebut bukan hanya untuk mempertahankan bentang alam, melainkan juga menjaga keberlanjutan pariwisata, fasilitas umum, serta sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

  • 👀 LOOK $5000 PROMO CODE. / REF №U5846 ✧ MORE INFORMATION 👀⇒ https://www.google.com/share.google?q=8QWM9dFBrqtclHbgX?hs=4950e01c9ace168749674d0cb56f1f76&

    b40g2t

    Balas17 Oktober 2026 5:59 AM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demokrat Buka Jalan 1,26 Kilometer di Tabanan, Mudarta: Hampir 60 Tahun Warga Menanti

    Demokrat Buka Jalan 1,26 Kilometer di Tabanan, Mudarta: Hampir 60 Tahun Warga Menanti

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    Akses penghubung Munduk Dawa–Puring di Desa Sangketan dibangun secara gotong royong untuk memangkas jarak menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan jalur pengangkutan hasil pertanian. TABANAN – Aspirasi warga terkait akses jalan akhirnya mulai terwujud di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT Partai Demokrat, PAC Partai Demokrat Penebel bersama […]

  • Dokter FX Sudanto, Pengabdian Tanpa Pamrih di Pedalaman Papua, Tarik Tarif Seikhlasnya Demi Kemanusiaan

    Dokter FX Sudanto, Pengabdian Tanpa Pamrih di Pedalaman Papua, Tarik Tarif Seikhlasnya Demi Kemanusiaan

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Jayapura — Di tengah era modern yang kerap menempatkan materi sebagai tolok ukur kesuksesan, sosok satu ini membuktikan bahwa nilai kehidupan sejati tidak diukur dari seberapa banyak harta yang dikumpulkan, melainkan dari seberapa besar dedikasi untuk sesama. Namanya FX Sudanto, seorang dokter yang telah mengabdikan hidupnya lebih dari separuh abad untuk melayani masyarakat di wilayah-wilayah […]

  • Rencana Peternakan 500 Ribu Hektare Dinilai Tak Realistis, Ahli Soroti Minimnya Literasi Fiskal

    Rencana Peternakan 500 Ribu Hektare Dinilai Tak Realistis, Ahli Soroti Minimnya Literasi Fiskal

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Rencana pemerintah membuka 500.000 hektare lahan peternakan sapi untuk mengatasi kelangkaan susu MBG memicu kritik keras dari kalangan ekonomi dan kebijakan publik. Program raksasa yang setara tujuh kali luas Singapura itu dinilai tidak berbasis kajian biaya, tidak memiliki desain arus kas, dan belum didukung peta rantai pasok yang memadai. Para pengamat menilai akar […]

  • HARRIS Hotel Sunset Road Bali Perkuat Sinergi Mitra Lewat Client Gathering 2026

    HARRIS Hotel Sunset Road Bali Perkuat Sinergi Mitra Lewat Client Gathering 2026

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 15Komentar

    BALI — HARRIS Hotel Sunset Road Bali kembali menegaskan komitmennya dalam membangun hubungan jangka panjang dengan para mitra strategis melalui penyelenggaraan Client Gathering 2026 bertema “A Night to Remember”. Kegiatan ini digelar di Kecak Grand Ballroom, Jumat malam (30/1/2026), dan berlangsung dalam suasana hangat serta penuh kebersamaan. Sebanyak lebih dari 150 tamu undangan yang terdiri […]

  • Pegadaian Bangun Rumah Bibit di Wawo, Salurkan 1.000 Bibit Kopi untuk Perkuat Ekonomi Hijau Bima

    Pegadaian Bangun Rumah Bibit di Wawo, Salurkan 1.000 Bibit Kopi untuk Perkuat Ekonomi Hijau Bima

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Program TJSL PT Pegadaian (Persero) Area Pulau Sumbawa di Summer Camp IV Desa Riamau mendorong pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat budidaya kopi sebagai komoditas unggulan Kabupaten Bima. BIMA – PT Pegadaian (Persero) Area Pulau Sumbawa memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan meresmikan Rumah Bibit serta menyerahkan bantuan pembelian 1.000 bibit kopi pada […]

  • Galian C Karangasem Disorot, 37 Titik Belum Berizin dan Diduga Masuk Radius Suci Pura Besakih

    Galian C Karangasem Disorot, 37 Titik Belum Berizin dan Diduga Masuk Radius Suci Pura Besakih

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Temuan tim gabungan mencakup dugaan pelanggaran tata ruang, ketidaksesuaian titik koordinat, hingga persoalan administrasi perizinan dan pajak. Publik pun mempertanyakan siapa pihak yang berada di balik aktivitas tambang tersebut. KARANGASEM – Aktivitas pertambangan galian C di Kabupaten Karangasem kembali menjadi sorotan. Pengawasan yang dilakukan tim gabungan Satpol PP Karangasem bersama instansi terkait menemukan sejumlah persoalan, […]

expand_less