Breaking News
light_mode

Dari Pendidikan Hingga Ritel, Pengembangan KEK Kura Kura Bali Terus Berjalan

  • account_circle Ray
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sira Village Grand Outlet hadir dengan sekitar 130 toko, melengkapi pengembangan pendidikan, hunian, hospitality, dan aktivitas bisnis di kawasan seluas 498 hektare.

DENPASAR — Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali di Pulau Serangan, Denpasar, terus memasuki tahap baru. Proyek yang dikembangkan di atas kawasan sekitar 498 hektare itu mulai memperlihatkan keberagaman fungsi, dari pendidikan, ritel, hunian hingga hospitality.

Salah satu perkembangan terbaru ditandai dengan dibukanya Sira Village Grand Outlet Bali pada 31 Juli 2026. Fasilitas komersial tersebut dikembangkan melalui kolaborasi PT Bali Turtle Island Development (BTID) dengan Mitsubishi Estate Group.

Sira Village menghadirkan sekitar 130 toko yang memadukan sejumlah merek internasional dengan brand lokal Bali. Lokasinya yang berada sekitar 20 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga diarahkan untuk menjadi salah satu destinasi belanja dan rekreasi baru di kawasan tersebut.

Tak hanya area ritel, Sira Village dilengkapi fasilitas kuliner, area bermain, hingga penitipan bagasi. Kehadirannya menjadi bagian dari pengembangan kawasan Kura Kura Bali yang dirancang memiliki berbagai fungsi dalam satu ekosistem.

Enam Konsep Pengembangan

KEK Kura Kura Bali ditetapkan pemerintah pada 2023 dengan fokus pengembangan pada sektor pariwisata dan pendidikan. Dalam prosesnya, kawasan tersebut dikembangkan dengan konsep yang mencakup enam fungsi, yakni living, lifestyle, learning, leisure, longevity, dan landscape.

Di sektor pendidikan, ACS Bali telah beroperasi sejak 2025. Institusi pendidikan tersebut menerapkan kurikulum internasional, termasuk International Baccalaureate (IB), dan menjadi bagian dari ekosistem pendidikan internasional di kawasan Kura Kura Bali.

Pengembangan juga bergerak pada sektor hunian. BTID tengah membangun sejumlah vila dan menjajaki kerja sama dengan operator hotel internasional untuk menghadirkan fasilitas hospitality di dalam kawasan.

Dengan konsep tersebut, Kura Kura Bali tidak semata diarahkan sebagai kawasan yang bergantung pada arus wisatawan. Pengembangannya juga mencakup kebutuhan tempat tinggal, pendidikan, akomodasi, kegiatan usaha, hingga ruang aktivitas bagi komunitas internasional yang berada di Bali.

Dikembangkan Bertahap

Pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan karakter Pulau Serangan serta kondisi lingkungan di sekitarnya.

Presiden Direktur BTID, Tuti Hadiputranto, dalam pemberitaan Nikkei Asia, menyampaikan bahwa pengembangan Kura Kura Bali diarahkan untuk membangun lingkungan dengan kualitas hidup yang baik sembari menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, budaya Bali dan kelestarian lingkungan.

“Pengembangan kawasan diarahkan untuk menciptakan lingkungan dengan kualitas hidup yang baik, sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, budaya Bali, dan lingkungan,” ujar Tuti Hadiputranto.

Pendekatan tersebut antara lain diterapkan terhadap kawasan konservasi di bagian timur Pulau Serangan yang menjadi habitat penyu. Area tersebut tetap dipertahankan dan tidak menjadi lokasi pembangunan secara intensif.

Dalam menentukan mitra pengembangan, BTID juga mempertimbangkan kesamaan visi untuk jangka panjang. Kapasitas investasi bukan menjadi satu-satunya pertimbangan, tetapi juga kesesuaian dengan nilai budaya Bali dan komitmen terhadap prinsip keberlanjutan.

“Dalam memilih mitra, selain kapasitas investasi, kami mempertimbangkan keselarasan visi, kesesuaian dengan nilai budaya Bali, serta komitmen terhadap keberlanjutan,” demikian pernyataan BTID.

Menjaga Identitas Bali

Pengembangan KEK Kura Kura Bali juga diarahkan tetap mempertahankan karakter Pulau Serangan dan identitas Bali. Unsur budaya lokal serta kondisi lingkungan menjadi bagian dari pertimbangan dalam merancang fasilitas komersial maupun ruang publik.

Masuknya proyek ritel seperti Sira Village, ditambah perkembangan pendidikan, hunian dan hospitality, menunjukkan kawasan tersebut mulai membentuk ekosistem dengan fungsi yang lebih beragam.

Kura Kura Bali ke depan tidak hanya diposisikan sebagai tempat wisata dan rekreasi, tetapi juga sebagai kawasan untuk berkunjung, belajar, tinggal, bekerja, berbisnis dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Pengembangan secara bertahap tersebut berlangsung di tengah posisi Bali yang terus berkembang sebagai destinasi pariwisata sekaligus pusat pendidikan, bisnis dan investasi internasional.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Mahasiswa di Jakarta Memanas, Wakil Ketua BEM UI Desak Polisi Beri Ruang

    Aksi Mahasiswa di Jakarta Memanas, Wakil Ketua BEM UI Desak Polisi Beri Ruang

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Ketegangan terjadi saat massa mahasiswa meluber ke jalur Transjakarta di depan Plaza UOB, Jakarta Pusat. Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra meminta polisi memberi ruang agar ia dapat mengatur massa. JAKARTA – Ketegangan mewarnai aksi demonstrasi mahasiswa di depan Plaza UOB, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Fathimah Azzahra terlibat adu […]

  • Arab Saudi Buka Pintu Alkohol Secara Senyap, Liberalisasi Diam-Diam di Negeri Dua Tanah Suci

    Arab Saudi Buka Pintu Alkohol Secara Senyap, Liberalisasi Diam-Diam di Negeri Dua Tanah Suci

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 18Komentar

    Riyadh — Arab Saudi diam-diam melonggarkan salah satu larangan paling sensitif dalam sejarahnya: akses terhadap alkohol. Tanpa pengumuman resmi, kerajaan ultrakonservatif itu kini memperluas akses ke satu-satunya toko alkohol di negaranya dengan mengizinkan warga asing non-Muslim berstatus kaya dan berpengaruh untuk berbelanja. Kabar ini menyebar cepat dari mulut ke mulut. Di Kawasan Diplomatik Riyadh, antrean […]

  • Sampoerna Resmi Hengkang dari Bursa, Analis Sebut Arah Baru Konglomerasi Mulai Terlihat

    Sampoerna Resmi Hengkang dari Bursa, Analis Sebut Arah Baru Konglomerasi Mulai Terlihat

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 15Komentar

    DENPASAR – Langkah Grup Sampoerna melepas seluruh kepemilikan sahamnya sebesar 65,72% di PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) kepada Posco International Corporation menandai berakhirnya jejak panjang keluarga Sampoerna di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui transaksi strategis tersebut, Grup Sampoerna kini tidak lagi memiliki satu pun perusahaan tercatat di BEI. Sebelumnya, keluarga Sampoerna juga telah melepas kepemilikan […]

  • Crystal Bay dan Sundi Ocean Bungalow by ABM, Liburan Kepingan Surga Tropis di Nusa Penida

    Crystal Bay dan Sundi Ocean Bungalow by ABM, Liburan Kepingan Surga Tropis di Nusa Penida

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    KLUNGKUNG – Nusa Penida adalah permatanya pulau Bali yang belum banyak terasah, potongan surga yang jatuh ke bumi. “Crystal Bay”, sebuah teluk indah di Nusa Penida yang dikenal karena airnya sebening kristal. Saat matahari mulai condong ke barat, langit perlahan berubah warna. Gradasi jingga, ungu, dan emas menyatu seperti lukisan yang hidup. Di kejauhan, seorang […]

  • Penjelasan Suwirta Dinilai Makin Tegaskan Kesalahan, Pengamat Gusti Putu Artha Beri Kritik Telak

    Penjelasan Suwirta Dinilai Makin Tegaskan Kesalahan, Pengamat Gusti Putu Artha Beri Kritik Telak

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 18Komentar

    KLUNGKUNG — Pernyataan mantan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengenai polemik proyek lift kaca Pantai Kelingking justru dinilai membuka ruang lebih besar atas dugaan kelalaian kewenangan. Pengamat sosial politik, I Gusti Putu Artha, SP, M.Si., menegaskan bahwa klarifikasi Suwirta bukan meredam kritik, tetapi makin memperlihatkan adanya kesalahan mendasar dalam tata kelola pemerintahan dan perizinan pada masa […]

  • Bukan Sekadar Pariwisata, KEK Kura Kura Bali Didorong Jadi Ruang Hidup Pelestarian Bahasa dan Budaya

    Bukan Sekadar Pariwisata, KEK Kura Kura Bali Didorong Jadi Ruang Hidup Pelestarian Bahasa dan Budaya

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 6Komentar

    DENPASAR, BALI – Upaya pelestarian bahasa dan budaya Bali kembali mendapat sorotan dalam rangkaian Bulan Bahasa Bali 2026. Bali Turtle Island Development (BTID) menggelar Workshop Aksara Bali dan Konservasi Lontar di Kampus UID, kawasan KEK Kura Kura Bali, Jumat (27/2), yang diikuti sekitar 40 peserta dari kalangan pelajar dan masyarakat umum. Kegiatan tersebut diikuti 20 […]

expand_less