Di Jantung Kota Tua Denpasar, Arka Amerta Padukan Wisata Sejarah dan Budaya Ngopi
- account_circle Admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Arka Amerta Antique Shop & Coffee, berlokasi di Jalan Gajah Mada No.127, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Di tengah kawasan heritage Jalan Gajah Mada yang menjadi ikon kota tua Denpasar, hadir sebuah ruang unik yang menggabungkan kecintaan terhadap sejarah, seni, dan budaya kopi. Adalah Arka Amerta Antique Shop & Coffee, sebuah tempat yang menawarkan pengalaman berbeda dengan memadukan koleksi benda-benda antik bernilai sejarah dan sajian kopi nusantara dalam satu ruang yang edukatif dan inspiratif.

Taufan Chandranegara (kiri) dan Dewi (kanan) selaku Owner Arka Amerta Antique Shop & Coffee.
Berlokasi di Jalan Gajah Mada No.127, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Arka Amerta Antique Shop & Coffee didirikan oleh pasangan suami istri Taufan Chandranegara dan Dewi. Kehadiran tempat ini tidak hanya ditujukan sebagai lokasi menikmati kopi atau berburu barang antik, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan sejarah kepada masyarakat melalui koleksi-koleksi yang sarat nilai budaya.
Kawasan Jalan Gajah Mada sendiri dikenal sebagai satu-satunya kawasan kota tua di Kota Denpasar yang telah ditetapkan sebagai kawasan heritage sejak 2008. Kawasan yang juga dijuluki Kampung Pecinan tersebut mencerminkan akulturasi budaya Tionghoa, Bali, dan Belanda yang telah berkembang sejak lama sebagai pusat perdagangan di Pulau Dewata.

Choco Mint, Arka Amerta Antique Shop & Coffee.
Dewi mengungkapkan bahwa Arka Amerta lahir dari kecintaan terhadap benda-benda bersejarah sekaligus keinginan untuk menghadirkan ruang edukasi yang dapat dinikmati berbagai kalangan.
“Ke depan kami bercita-cita suatu saat bisa memiliki sebuah museum,” ujarnya.
Memasuki Arka Amerta, pengunjung akan disambut ribuan koleksi benda antik yang tertata di berbagai sudut ruangan. Mulai dari perabotan, perlengkapan rumah tangga, hingga berbagai artefak dari masa lampau yang dipilih secara selektif berdasarkan nilai sejarah, seni, dan keunikannya.

Dewata Nawa Sanga, salah satu koleksi Arka Amerta Antique Shop & Coffee.
Tak hanya menawarkan pengalaman visual, tempat ini juga memanjakan para pencinta kopi. Beragam kopi single origin dari berbagai daerah di Indonesia tersedia untuk dinikmati dalam suasana yang tenang dan berkelas. Perpaduan antara aroma kopi dan nuansa masa lalu menciptakan pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain.
Menurut Taufan, setiap benda yang dipamerkan tidak sekadar menjadi pajangan, tetapi juga memiliki cerita yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi pengunjung.
“Setiap koleksi memiliki nilai sejarah yang penting untuk diketahui. Kami berkomitmen merawat warisan budaya sekaligus memfasilitasi proses pembelajaran yang relevan bagi generasi masa kini dan masa depan,” katanya.

Lumpia Golden Crispy, Arka Amerta.
Melalui konsep yang menggabungkan toko antik, kedai kopi, dan ruang edukasi, Arka Amerta membuka kesempatan bagi pelajar, akademisi, keluarga, maupun masyarakat umum untuk mengenal sejarah secara lebih dekat dan menyenangkan.
Keberadaan tempat ini menjadi warna tersendiri bagi kawasan heritage Jalan Gajah Mada. Di tengah derasnya arus modernisasi, Arka Amerta hadir sebagai ruang yang menjaga ingatan kolektif tentang masa lalu sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung.

Pisang Caramel, Arka Amerta.
Lebih dari sekadar tempat bersantai, Arka Amerta Antique Shop & Coffee menjadi destinasi yang menghidupkan kembali jejak sejarah, melestarikan warisan budaya, serta menyajikan pengetahuan dalam balutan secangkir kopi. Dengan konsep tersebut, tempat ini berpotensi menjadi salah satu daya tarik wisata edukasi dan budaya di Kota Denpasar. (*)

https://shorturl.fm/41oXK
30 Mei 2026 8:45 PMhttps://shorturl.fm/QuuEP
30 Mei 2026 8:33 PM