Breaking News
light_mode

Akademisi UGM Soroti Ketimpangan MBG, Daerah Stunting Tinggi Justru Minim SPPG

  • account_circle Admin
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus Founder Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, mengungkap sejumlah catatan kritis terkait pelaksanaan program tersebut, terutama menyangkut distribusi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan efektivitas penggunaan anggaran.

Dalam sebuah dialog televisi, Media memaparkan data yang menunjukkan adanya ketimpangan antara angka stunting dan jumlah SPPG yang tersedia di sejumlah daerah.

Menurutnya, wilayah dengan tingkat stunting tertinggi justru tidak memperoleh dukungan fasilitas yang proporsional. Ia mencontohkan Papua Pegunungan yang memiliki angka stunting sekitar 40 persen, namun hanya didukung 13 SPPG.

Sebaliknya, Sulawesi Barat yang memiliki angka stunting sekitar 35 persen tercatat memiliki 177 SPPG. Sementara Jawa Barat yang angka stuntingnya berada di kisaran 15 persen justru memiliki 6.357 SPPG.

“Kalau ini benar-benar program penanganan stunting, data hari ini menunjukkan sesuatu yang tidak masuk akal,” ujar Media.

Selain menyoroti distribusi layanan, Media juga mempertanyakan klaim bahwa mayoritas masyarakat mendukung program MBG. Menurutnya, pengukuran dukungan publik terhadap suatu kebijakan tidak cukup dilakukan dengan pertanyaan sederhana mengenai suka atau tidak suka terhadap program tersebut.

Ia menjelaskan bahwa dalam kajian kebijakan publik terdapat pendekatan ilmiah yang dikenal sebagai discrete choice method, yaitu metode yang memberikan beberapa alternatif kebijakan kepada responden untuk mengetahui prioritas yang benar-benar mereka pilih.

“Dukungan publik terhadap kebijakan seharusnya diukur dengan metode yang lebih komprehensif, sehingga dapat diketahui program mana yang paling dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Media juga menyoroti aspek efisiensi anggaran dalam pelaksanaan MBG. Berdasarkan hasil penelitian yang ia lakukan terhadap berbagai program bantuan sosial di ratusan negara, ia menilai porsi biaya operasional dalam program tersebut relatif besar dibanding manfaat yang diterima penerima program.

Menurutnya, jika anggaran yang dialokasikan untuk setiap anak mencapai Rp15 ribu, maka sekitar Rp7 ribu di antaranya digunakan untuk biaya penyelenggaraan, sementara sisanya menjadi nilai manfaat yang diterima peserta.

“Kalau bicara hak anak-anak, sebenarnya anggarannya bukan Rp8 ribu, tetapi Rp15 ribu. Dari jumlah itu, sekitar Rp7 ribu habis untuk biaya penyelenggaraan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Media menilai berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG berpotensi terus berulang apabila tidak disertai evaluasi dan perbaikan tata kelola secara menyeluruh.

Ia mengingatkan bahwa efektivitas program akan sulit tercapai apabila distribusi layanan, pengelolaan anggaran, dan potensi konflik kepentingan dalam pelaksanaannya tidak dibenahi sejak dini.

“Tanpa evaluasi menyeluruh, persoalan ini bisa terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Jika pelaksanaannya masih menyisakan konflik kepentingan, masalah yang sama akan terus muncul,” katanya.

Pernyataan tersebut menambah daftar masukan dari kalangan akademisi terhadap program MBG yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Evaluasi berbasis data dinilai penting untuk memastikan tujuan peningkatan gizi dan penurunan angka stunting dapat tercapai secara efektif dan tepat sasaran.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Anggota “Gacor Laut” Ditemukan Selamat Usai Menyelam, Bawa Pulang Tangkapan Melimpah

    Tiga Anggota “Gacor Laut” Ditemukan Selamat Usai Menyelam, Bawa Pulang Tangkapan Melimpah

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 1Komentar

    ROTE NDAO, 14 September 2025 — Warga Dusun Fau, Desa Persiapan Fiafangga, Kecamatan Rote Barat Daya, sempat dibuat cemas setelah tiga anggota kelompok penyelam tradisional “Gacor Laut” dilaporkan menghilang di perairan Pulau Meting Loku, tepat di belakang Pangkalan Angkatan Laut Deranitan. Kekhawatiran muncul lantaran hingga beberapa jam mereka tidak kunjung kembali ke daratan, sementara kondisi […]

  • Kontroversi Zakir Naik dan Penggunaan Rumor Kesehatan sebagai Senjata

    Kontroversi Zakir Naik dan Penggunaan Rumor Kesehatan sebagai Senjata

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    Oleh: Wilson Lalengke JAKARTA – Media sosial telah diramaikan dengan spekulasi seputar Apologet Islam kontroversial, Dr. Zakir Naik, menyusul unggahan viral yang menuduhnya telah didiagnosis HIV/AIDS dan sedang menjalani perawatan di Malaysia. Klaim tersebut, yang berasal dari akun Facebook Zion X Nova, dan beberapa akun anonym lain, telah memicu perdebatan dan kekhawatiran publik. Rumor terkait […]

  • Benarkah Santet Bekerja? Praktisi Pengembangan Diri Soroti Peran Pikiran dan Keyakinan dalam Membentuk Realitas

    Benarkah Santet Bekerja? Praktisi Pengembangan Diri Soroti Peran Pikiran dan Keyakinan dalam Membentuk Realitas

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Kepercayaan terhadap santet, pelet, dan berbagai bentuk ilmu gaib masih hidup di tengah masyarakat Indonesia. Tidak sedikit orang yang meyakini bahwa niat buruk seseorang dapat memengaruhi kesehatan, keberuntungan, bahkan perjalanan hidup orang lain. Namun, pandangan berbeda disampaikan sejumlah praktisi pengembangan diri yang mengaitkan fenomena tersebut dengan cara kerja pikiran bawah sadar dan sistem […]

  • Sidang Sengketa Tanah di Denpasar Dipersoalkan, Kuasa Hukum Indrawati Soroti Dugaan Kejanggalan Proses

    Sidang Sengketa Tanah di Denpasar Dipersoalkan, Kuasa Hukum Indrawati Soroti Dugaan Kejanggalan Proses

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    Denpasar – Proses persidangan perkara sengketa tanah dengan nomor 397/Pdt.G/2026/PN Dps menuai sorotan dari pihak tergugat, Indrawati. Kuasa hukumnya, I Made Somya Putra, SH, MH, mengaku terkejut dengan agenda sidang yang dinilai tidak berjalan sesuai tahapan hukum acara perdata. Somya menyampaikan bahwa pihaknya baru menerima panggilan sidang pertama pada 15 April 2026, yang mengagendakan mediasi […]

  • Dari Gurun Tandus Jadi Lautan Hijau, Arab Saudi Buktikan Ketekunan dan Inovasi Bisa Menumbuhkan Kehidupan

    Dari Gurun Tandus Jadi Lautan Hijau, Arab Saudi Buktikan Ketekunan dan Inovasi Bisa Menumbuhkan Kehidupan

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    RIYADH — Apa yang dulu dianggap mustahil kini menjadi kenyataan. Arab Saudi berhasil mengubah padang pasir yang gersang menjadi lautan hijau dengan menanam lebih dari 20 juta pohon zaitun, menghasilkan sekitar 11.000 ton minyak zaitun setiap tahunnya. Keberhasilan ini tak lepas dari penggunaan teknologi irigasi tetes modern serta riset panjang untuk menyesuaikan varietas zaitun dengan […]

  • Desa Serangan Tak Mau Diadu Domba, Bandesa Adat Bongkar Dugaan Oknum Tunggangi Isu Penyegelan KEK Kura Kura Bali

    Desa Serangan Tak Mau Diadu Domba, Bandesa Adat Bongkar Dugaan Oknum Tunggangi Isu Penyegelan KEK Kura Kura Bali

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Polemik penyegelan proyek nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali berbuntut panjang. Bandesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha, angkat suara keras dan membantah klaim adanya dukungan warga Serangan terhadap langkah Panitia Khusus (Pansus) TRAP DPRD Bali. Ditemui di Kantor Desa Adat Serangan, Jumat (24/4/2026), Pariatha menegaskan bahwa pihak-pihak yang mengatasnamakan “Warga […]

expand_less