TNI AL Targetkan Kapal Induk Bekas Italia Tiba Sebelum HUT ke-81 TNI
- account_circle Admin
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengupayakan agar kapal induk bekas milik Italia dapat tiba di Indonesia sebelum 5 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Sebagaimana dilaporkan Antara News, Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali menyampaikan bahwa pihaknya berharap kapal tersebut sudah dapat sandar sebelum perayaan tahunan TNI digelar. Namun demikian, ia belum memastikan apakah Indonesia telah resmi membeli kapal tersebut atau menandatangani kontrak yang mengikat.
Menurutnya, proses pembahasan masih berlangsung antara Kementerian Pertahanan RI dengan galangan kapal Italia Fincantieri serta Angkatan Laut Italia.

Tanggal 5 Oktober memiliki makna simbolis bagi TNI. Peringatan hari jadi biasanya ditandai dengan parade militer berskala besar dan naval sail-past, yang kerap menjadi ajang unjuk kekuatan sekaligus memperkenalkan alutsista baru. Jika kapal induk tersebut tiba tepat waktu, kehadirannya berpotensi menjadi sorotan utama dan menandai babak baru kemampuan proyeksi kekuatan laut Indonesia—bahkan disebut-sebut sebagai langkah awal menuju kapabilitas kapal induk pertama bagi Indonesia.
Namun, tenggat waktu yang relatif singkat memunculkan sejumlah pertimbangan operasional. Indonesia belum memiliki pengalaman mengoperasikan kapal induk. Dengan demikian, apabila pengiriman dipercepat, kemungkinan besar akan diperlukan keterlibatan personel Italia pada tahap awal, setidaknya untuk mendukung pengoperasian dasar dan pelatihan awak kapal.
Pengamat pertahanan menilai, bukan tidak mungkin kapal tersebut—jika tiba sebelum Oktober—masih diawaki kru Italia guna memastikan transisi berjalan aman dan efektif. Jadwal penyerahan yang padat juga dapat mengindikasikan bahwa pekerjaan refit atau modifikasi besar belum sepenuhnya diselesaikan di Italia, melainkan akan dilakukan setelah kapal berada di Indonesia.
Dalam pameran Indo Defence 2025, perusahaan swasta nasional Republikorp menyatakan minat untuk terlibat dalam pekerjaan modifikasi apabila proses transfer benar-benar terealisasi. Hingga kini, TNI AL maupun Kementerian Pertahanan belum memaparkan secara rinci ruang lingkup peningkatan atau penyesuaian yang direncanakan.
Spekulasi mengenai minat Indonesia terhadap kapal induk Giuseppe Garibaldi menguat dalam dua tahun terakhir. Isu ini semakin mencuat setelah Laksamana Ali mengunjungi kapal tersebut di Italia pada Mei 2024, didampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Italia saat itu, Laksamana Giuseppe Berutti Bergotto.
Meski pembicaraan disebut masih berjalan, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai tercapainya kesepakatan final. Untuk sementara, target kedatangan kapal induk sebelum perayaan militer terbesar Indonesia itu masih menjadi ambisi strategis yang sarat makna simbolik.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar