Breaking News
light_mode

Letkol Teddy Indra Wijaya Laporkan Kekayaan Rp15,38 Miliar di Usia 36 Tahun, Tanpa Utang

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Perwira menengah TNI Angkatan Darat, Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya, mencatatkan total kekayaan sebesar Rp15,38 miliar tanpa memiliki utang. Data tersebut terungkap dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai laporan khusus awal masa jabatan.

Teddy Indra Wijaya yang kini berusia 36 tahun menjabat sebagai Sekretaris Kabinet di Kementerian Sekretariat Negara. Pelaporan harta kekayaan itu dilakukan pada 15 Januari 2025 sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan transparansi bagi pejabat negara sekaligus upaya menjaga akuntabilitas di lingkungan pemerintahan.

Berdasarkan laporan resmi tersebut, total kekayaan yang dimiliki Teddy mencapai Rp15.380.000.000. Seluruh aset tersebut merupakan akumulasi dari kepemilikan tanah dan bangunan, kendaraan, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas, tanpa tercatat adanya kewajiban utang.

Aset terbesar berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp8,2 miliar. Properti tersebut tersebar di sejumlah daerah, antara lain di Kabupaten Sragen, Minahasa, dan Bekasi. Sebagian aset tanah dan bangunan diperoleh melalui hibah dengan akta, sementara sisanya merupakan hasil usaha sendiri.

Selain properti, Teddy juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp1,33 miliar. Kendaraan yang tercatat dalam LHKPN tersebut meliputi Toyota Jeep Land Cruiser Hardtop tahun 2014, Toyota Fortuner tahun 2015, serta Honda CR-V tahun 2010.

Dalam laporan yang sama, harta bergerak lainnya tercatat senilai Rp4,68 miliar, sementara kas dan setara kas mencapai Rp1,17 miliar. Adapun untuk kategori surat berharga dan harta lainnya, nilainya tercatat nihil.

Dengan total kekayaan Rp15,38 miliar dan tanpa utang, LHKPN Letkol Teddy Indra Wijaya menjadi sorotan publik, terutama mengingat usianya yang relatif muda serta posisinya yang strategis di lingkaran pemerintahan. Pelaporan ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik serta menjadi contoh transparansi bagi pejabat negara lainnya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rencana Peternakan 500 Ribu Hektare Dinilai Tak Realistis, Ahli Soroti Minimnya Literasi Fiskal

    Rencana Peternakan 500 Ribu Hektare Dinilai Tak Realistis, Ahli Soroti Minimnya Literasi Fiskal

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Rencana pemerintah membuka 500.000 hektare lahan peternakan sapi untuk mengatasi kelangkaan susu MBG memicu kritik keras dari kalangan ekonomi dan kebijakan publik. Program raksasa yang setara tujuh kali luas Singapura itu dinilai tidak berbasis kajian biaya, tidak memiliki desain arus kas, dan belum didukung peta rantai pasok yang memadai. Para pengamat menilai akar […]

  • Pra-Roty Ubud Hotel Association

    Pra-Roty Ubud Hotel Association

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 24Komentar

    Media, Gianyar – UHA (Ubud Hotel Association) menyelenggarakan kegiatan Pra-Roty (Reception of the year) di Hotel Evitel, 9 – 10 Oktober 2025. Pada kesempatan ini juga diisi oleh para juri Ubud berpengalaman di bidang Front Office, diantaranya: Gede Suteja selaku Cluster GM Como Ubud; Made Sukarja selaku GM Ubud Green Ubud; Putra Subali selaku GM […]

  • Gejolak Timur Tengah Guncang Energi dan Rupiah, Pemerintah Perkuat Ketahanan dan Reformasi Pasar Modal

    Gejolak Timur Tengah Guncang Energi dan Rupiah, Pemerintah Perkuat Ketahanan dan Reformasi Pasar Modal

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    Jakarta, 4 Maret 2026 — Eskalasi konflik di Timur Tengah kian menekan perekonomian global. Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan melanjutkan serangan terhadap Iran hingga beberapa pekan ke depan memicu kekhawatiran serius terhadap pasokan minyak dan gas dunia, serta berdampak langsung pada nilai tukar rupiah dan stabilitas pasar keuangan nasional. Disrupsi Energi Global, […]

  • China Catat Sejarah Baru Eksplorasi Antariksa, Bawa Pulang Sampel dari Sisi Jauh Bulan

    China Catat Sejarah Baru Eksplorasi Antariksa, Bawa Pulang Sampel dari Sisi Jauh Bulan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Juni 2024 menjadi tonggak penting dalam sejarah eksplorasi antariksa dunia. Untuk pertama kalinya, wahana antariksa berhasil membawa pulang sampel tanah dari sisi jauh Bulan (far side)—wilayah yang selama ini nyaris tak tersentuh misi manusia. Prestasi bersejarah ini dicapai oleh misi Chang’e-6 milik China, yang sukses mendarat kembali ke Bumi dengan membawa sekitar dua […]

  • Lebih Terkutuk dari Merusak Alam! Pendidikan Curang Hancurkan Generasi Bali

    Lebih Terkutuk dari Merusak Alam! Pendidikan Curang Hancurkan Generasi Bali

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR – Di tengah berbagai wacana spiritual tentang kutukan terhadap perusak alam Bali, terselip satu kenyataan yang lebih gelap dan nyaris tak tersentuh yakni kehancuran moral dan keadilan dalam sistem pendidikan. Pengamat sosial-politik Bali, Anak Agung Gede Agung Aryawan, melontarkan kritik pedas terhadap kondisi pendidikan saat ini yang dinilai telah menyimpang jauh dari nilai-nilai keadilan […]

  • Larangan Botol Plastik Gubernur Bali, Lebih Lucu dari Lawakan Petruk

    Larangan Botol Plastik Gubernur Bali, Lebih Lucu dari Lawakan Petruk

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 42Komentar

    Terjepret kamera, botol plastik dibawah 1 liter depan mata Gubernur Bali. DENPASAR — Kebijakan pelarangan air minum dalam kemasan plastik di bawah satu liter di Bali menuai Kontroversial. Ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola persoalan sampah secara sistemik ini dengan membuat larangan tersebut justru dianggap membebani masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro yang selama ini bergantung pada […]

expand_less