Breaking News
light_mode

Tanyakan Solusi Darurat Sampah? Negara Sediakan TPST Ratusan Miliar yang Terancam Jadi Monumen Usang

  • account_circle Ray
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Di tengah situasi darurat sampah yang kian terasa di Kota Denpasar, publik justru dihadapkan pada ironi besar. Sejumlah fasilitas pengolahan sampah modern yang dibangun dengan anggaran sangat besar dari pemerintah pusat hingga kini tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Tiga fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yakni TPST Tahura Ngurah Rai, TPST Kesiman Kertalangu dan TPST Padangsambian Kaja, menjadi contoh bagaimana investasi negara berpotensi tidak memberikan manfaat optimal apabila tidak segera dioperasikan secara penuh atau sudah mangkrak tak berfungsi.

Fasilitas tersebut dibangun dengan nilai investasi mencapai ratusan miliar rupiah sebagai bagian dari program nasional penguatan sistem pengelolaan sampah di daerah. Bahkan peresmian fasilitas tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo sebagai simbol komitmen pemerintah dalam menjawab krisis sampah yang melanda berbagai kota di Indonesia, termasuk Denpasar.

*Presiden Joko Widodo meresmikan TPST Kesiman Kertalangu, Denpasar, Bali, pada 13 Maret 2023, sebagai model pengelolaan sampah terpadu yang sederhana, konkret, dan bernilai ekonomi. 

Namun realitas di lapangan menunjukkan kondisi yang jauh dari harapan. Mesin-mesin pengolahan sampah yang seharusnya bekerja setiap hari untuk mengurangi beban sampah kota, hingga kini tidak beroperasi sama sekali.

Apabila situasi ini terus berlanjut, infrastruktur modern yang telah dibangun dengan teknologi pengolahan sampah tersebut berpotensi hanya menjadi bangunan fisik tanpa fungsi nyata.

Tidak sedikit pihak yang khawatir fasilitas bernilai ratusan miliar rupiah itu justru akan berubah menjadi monumen usang. Kondisi ini semakin kontras jika melihat realitas pengelolaan sampah di Denpasar saat ini.

Produksi sampah kota yang mencapai ratusan ton setiap hari masih sangat bergantung pada TPA Suwung, yang kapasitasnya sudah lama berada di titik kritis, yang dari kementerian Lingkungan Hidup (LH) terus menekan harus ditutup.

Truk-truk pengangkut sampah banyak parkir menunggu giliran menuju lokasi pembuangan akhir, sementara solusi teknologi yang telah dibangun justru tidak dimanfaatkan secara optimal untuk mengurangi beban tersebut.

Situasi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai mengapa fasilitas yang telah tersedia, siapa yang bertanggung jawab untuk hal ini. Siapa yang menyebabkan uang pajak rakyat digunakan tanpa kajian dan serampangan.

Dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur hanyalah tahap awal dari sebuah solusi. Setelah fasilitas selesai dibangun dan diserahkan, tahapan berikutnya adalah memastikan operasionalnya berjalan efektif.

Pada titik ini, peran pemerintah daerah menjadi sangat menentukan. Kota Denpasar sebenarnya tidak kekurangan fasilitas pengolahan sampah. Yang dibutuhkan adalah keputusan, manajemen, serta konsistensi dalam mengoperasikan sistem tersebut secara berkelanjutan.

Lebih dari sekadar persoalan teknis, situasi ini juga menyangkut akuntabilitas publik. Setiap rupiah yang digunakan untuk membangun fasilitas pengolahan sampah berasal dari uang negara yang pada akhirnya merupakan uang rakyat.

Sebagai ibu kota Provinsi Bali, Denpasar tidak hanya menjadi pusat pemerintahan tetapi juga wajah Pulau Dewata di mata dunia. Persoalan sampah yang tidak tertangani dengan baik bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi memengaruhi citra Bali sebagai destinasi pariwisata internasional.

Karena itu, keberadaan TPST yang telah dibangun tidak boleh dibiarkan menjadi simbol kegagalan tata kelola. Sebaliknya, fasilitas tersebut harus segera dioperasikan secara maksimal sebagai bagian dari solusi nyata untuk mengatasi krisis sampah yang dihadapi kota ini.

Tanpa langkah operasional yang jelas dan konsisten, investasi besar tersebut berisiko hanya menjadi catatan anggaran tanpa dampak nyata bagi lingkungan maupun masyarakat.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rebut Paksa Gunakan Ormas, Pihak Jro Kepisah Tahan diri Akan Laporkan ke Polisi Play Button

    Rebut Paksa Gunakan Ormas, Pihak Jro Kepisah Tahan diri Akan Laporkan ke Polisi

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 16Komentar

    DENPASAR – Upaya paksa menguasai dari pihak Puri Jambe Suci terjadi kembali terhadap tanah waris yang sudah ditempati secara turun temurun oleh keluarga besar Puri Jro Gde Kepisah. Terlihat pihak Puri Jambe Suci merusak pagar yang telah dipasang dan menurunkan tanah puing untuk mengisi tanah yang awalnya sudah penuh dengan pohon pisang, Jumat 11/7/2025. Keesokan […]

  • Aliansi Mahasiswa Bali Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera, Desak Pemerintah Lebih Sigap

    Aliansi Mahasiswa Bali Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera, Desak Pemerintah Lebih Sigap

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Solidaritas mahasiswa Bali kembali bergerak. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Denpasar bersama sejumlah organisasi mahasiswa lintas daerah menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir bandang di wilayah Sumatera, Minggu (7/12/2025). Aksi kemanusiaan bertajuk “Peduli Banjir Bandang Sumatera dan Sekitarnya” itu melibatkan Praga Institut, Himpunan Mahasiswa Kodi (HIMAK) Bali, Keluarga Mahasiswa Lamboya […]

  • Highlighting British YouTuber’s Content, Somya: Chasing Sensation, Should Be on Immigration Watchlist Play Button

    Highlighting British YouTuber’s Content, Somya: Chasing Sensation, Should Be on Immigration Watchlist

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    DENPASAR – A recent video by British YouTuber and influencer Zoe Rae has sparked backlash among Balinese locals and cultural figures, after she claimed that Bali was not as beautiful as it appears on social media. Rae abruptly left the island just two days after arriving, opting instead to celebrate her wedding anniversary in Dubai. […]

  • ARUN Bali Rayakan Hari Pahlawan dan Syukuran 1 Tahun dengan Semangat Perjuangan untuk Keadilan Rakyat

    ARUN Bali Rayakan Hari Pahlawan dan Syukuran 1 Tahun dengan Semangat Perjuangan untuk Keadilan Rakyat

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Dewan Pimpinan Daerah Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (DPD ARUN) Bali memperingati Hari Pahlawan sekaligus merayakan syukuran satu tahun berdirinya organisasi di Sekretariat ARUN Bali, Jalan Sekar Sari, Kesiman, Denpasar. Acara yang dihadiri oleh pengurus DPD dan DPC se-Bali itu berlangsung khidmat dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan. Ketua DPD ARUN […]

  • Bahar bin Smith Tak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka Dugaan Penganiayaan Play Button

    Bahar bin Smith Tak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka Dugaan Penganiayaan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    TANGERANG – Assayid Bahar bin Smith tidak ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (11/2/2026) sore hingga Rabu (12/2/2026) dini hari. Kuasa hukum Bahar, Ichwan Tuankotta, menyampaikan bahwa kliennya tidak ditahan setelah permohonan penangguhan penahanan yang diajukan tim kuasa […]

  • Gadis 15 Tahun Asal Siakin Derita Lupus, Butuh Uluran Tangan untuk Transportasi Berobat ke RS Sanglah

    Gadis 15 Tahun Asal Siakin Derita Lupus, Butuh Uluran Tangan untuk Transportasi Berobat ke RS Sanglah

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    BALI – Panggilan kemanusiaan datang dari pelosok Desa Siakin, Kecamatan Kintamani, Bangli. Seorang remaja perempuan bernama Kadek Bunga Berliana (15 tahun) tengah berjuang melawan penyakit lupus atau secara medis dikenal sebagai autoimun SLE (Systemic Lupus Erythematosus), yang telah dideritanya sejak duduk di bangku kelas 6 SD. Penyakit ini menyebabkan Bunga harus berhenti sekolah dan menjalani […]

expand_less