Breaking News
light_mode

Sadhguru: Agama adalah Kepercayaan, Spiritualitas Adalah Pencarian Kebenaran

  • account_circle Admin
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sadhguru Jaggi Vasudev menegaskan perbedaan agama dan spiritualitas: agama bertumpu pada kepercayaan, sedangkan spiritualitas mengajak manusia terus mencari dan memahami kebenaran.

INDIA — Tokoh spiritual India, Sadhguru Jaggi Vasudev, mengajak masyarakat memahami perbedaan mendasar antara spiritualitas dan agama melalui cara pandang yang menempatkan pencarian kebenaran sebagai inti perjalanan manusia. Menurutnya, spiritualitas bukan sekadar menerima suatu ajaran, melainkan proses mencari dan memahami kebenaran secara langsung.

Dalam pandangannya, seseorang yang menempuh jalan spiritual seharusnya memiliki semangat untuk terus mencari, bukan hanya menerima sesuatu sebagai kebenaran karena disampaikan oleh pihak yang dianggap berwenang.

Sadhguru menjelaskan bahwa kepercayaan sering kali terbentuk karena pengaruh otoritas, baik dari lingkungan keluarga, pemuka agama, tokoh yang dihormati, maupun ajaran tertulis yang diwariskan.

“Percaya berarti sesuatu yang tidak kamu ketahui karena suatu otoritas mengatakannya, kamu memercayainya,” ujar Sadhguru dalam pernyataannya mengenai spiritualitas dan kebudayaan India.

Ia menilai, keyakinan yang diterima tanpa melalui proses pencarian berbeda dengan perjalanan spiritual yang mendorong seseorang untuk terus menggali pemahaman.

Menurut Sadhguru, seseorang bisa mempercayai suatu ajaran karena orang tua mengajarkannya sejak kecil, karena disampaikan pemuka agama, atau karena tertulis dalam kitab yang dianggap memiliki kewenangan.

Namun, ia menekankan bahwa sumber suatu pernyataan tidak otomatis menjadikannya sebagai kebenaran. Kebenaran, menurutnya, harus menjadi dasar untuk menilai setiap ajaran, bukan sebaliknya.

“Namun hakikat kebudayaan Timur, kebudayaan Timur menganggap bagi kita tidak ada otoritas. Kebenaranlah satu-satunya otoritas. Otoritas tak pernah menjadi kebenaran,” tegasnya.

Spiritualitas Mengajak Manusia Terus Menjadi Pencari

Sadhguru memandang semangat mencari sebagai salah satu unsur penting dalam tradisi spiritual India. Dalam pendekatan tersebut, manusia tidak berhenti pada penerimaan suatu keyakinan, tetapi terus berusaha memahami hakikat kehidupan melalui proses pencarian.

Ia menggambarkan perbedaan itu melalui dua istilah, yakni seeker atau pencari dan believer atau pemercaya. Seorang pencari adalah orang yang masih berusaha menemukan pemahaman, sedangkan pemercaya menerima sesuatu sebagai keyakinan.

“Kalau kamu berada di jalan spiritual, kami menyebutmu seorang pencari. Kalau kamu menganut suatu agama, kami menyebutmu pemercaya,” katanya.

Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya sikap terbuka dalam perjalanan spiritual. Seseorang tidak semestinya berhenti bertanya hanya karena suatu pandangan berasal dari tokoh yang dihormati atau tradisi yang telah berlangsung lama.

Pandangan Sadhguru mengenai hubungan antara otoritas dan kebenaran juga tercermin dalam materi yang dipublikasikan melalui situs resmi Isha Foundation. Dalam salah satu pesannya, ia menegaskan prinsip bahwa kebenaran merupakan satu-satunya otoritas, bukan sebaliknya.

Bagi Sadhguru, esensi mistisisme dan spiritualitas Timur terletak pada kesediaan manusia untuk terus mencari, mengeksplorasi, dan memperdalam pemahaman, alih-alih sekadar menerima suatu pandangan tanpa proses pencarian.

“Bahwa kamu selalu seorang pencari, bukan seorang pemercaya,” tutupnya.

Pesan tersebut menggarisbawahi pentingnya menempatkan pencarian kebenaran sebagai proses yang terus berlangsung. Spiritualitas, dalam perspektif yang disampaikan Sadhguru, bukan semata-mata tentang apa yang dipercayai seseorang, tetapi juga tentang kesediaannya untuk terus mencari pemahaman yang lebih mendalam.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konsul Jenderal Australia Apresiasi Peran Media Bali dalam Memperkuat Hubungan Indonesia–Australia

    Konsul Jenderal Australia Apresiasi Peran Media Bali dalam Memperkuat Hubungan Indonesia–Australia

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Ray
    • 603Komentar

    DENPASAR – Konsulat Jenderal Australia di Bali menggelar acara ramah tamah bersama media Gatra Dewata dan sejumlah perwakilan media di Bali, Senin (23/6/2026), sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja sama media dalam menyebarluaskan berbagai program dan kegiatan yang dijalankan Australia di Pulau Dewata. Acara yang berlangsung di Kantor Konsulat Jenderal Australia di Denpasar tersebut […]

  • Riset Doktor UNUD Ungkap Rahasia Kulit Buah Naga dan Ciplukan, Tingkatkan Kualitas Daging Itik Bali

    Riset Doktor UNUD Ungkap Rahasia Kulit Buah Naga dan Ciplukan, Tingkatkan Kualitas Daging Itik Bali

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    DENPASAR – Promovendus Tjokorda Istri Agung Sry Ardani, S.Pt., M.Pt., dalam Program Studi Doktor (S3) Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Udayana (UNUD) mempertahankan disertasinya dengan mengambil tema, Sinergi Ekstrak kulit buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) dan Ciplukan (Psysalis anggulata. L) Terhadap Produktivitas dan Status Fisiologi Pada Itik Bali, dihadapan para promotor dan penguji, 7 Agustus 2025. […]

  • Sorotan Impor 105 Ribu Pikap India, Muammar Kadafi: Industri Lokal Jangan Jadi Penonton di Negeri Sendiri

    Sorotan Impor 105 Ribu Pikap India, Muammar Kadafi: Industri Lokal Jangan Jadi Penonton di Negeri Sendiri

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 13Komentar

    JAKARTA – Rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga secara Completely Built Up (CBU) dari India senilai Rp24,66 triliun memicu gelombang kritik. Wacana tersebut dinilai berpotensi melemahkan industri otomotif nasional yang selama ini telah memiliki kapasitas produksi besar namun belum sepenuhnya terserap pasar domestik. Tokoh muda Muammar Kadafi menilai kebijakan impor dalam jumlah masif tersebut tidak […]

  • Tukang Parkir Liar Terancam Penjara hingga 9 Tahun, Ini Dasar Hukumnya

    Tukang Parkir Liar Terancam Penjara hingga 9 Tahun, Ini Dasar Hukumnya

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    Jakarta — Keberadaan juru parkir (jukir) liar semakin menjamur di berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya muncul di area minimarket, praktik parkir ilegal ini kini merambah toko-toko kecil hingga ruko di pinggir jalan, kerap disertai pungutan yang bersifat memaksa dan meresahkan masyarakat. Secara hukum, pengelolaan parkir di ruang publik bukanlah kewenangan perorangan. Mengacu pada keterangan […]

  • Nuanu Tetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Perkuat Integrasi Budaya dalam Pengembangan Bali

    Nuanu Tetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Perkuat Integrasi Budaya dalam Pengembangan Bali

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Tabanan, Bali, 2 April 2026 — Nuanu Creative City secara resmi menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai pura kawasan setelah merampungkan proses restorasi selama delapan bulan. Kegiatan ini didukung oleh Nuanu Social Fund dan melibatkan keluarga pengempon, pemuka adat, serta masyarakat setempat. Penetapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan upacara Ngenteg Linggih yang menjadi simbol kesiapan pura […]

  • Kritik MBG Menguat, Presiden Dinilai Gunakan Logika Dikotomis dalam Menjawab Publik

    Kritik MBG Menguat, Presiden Dinilai Gunakan Logika Dikotomis dalam Menjawab Publik

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Jakarta – Pernyataan Presiden terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai kritik setelah dianggap menyederhanakan persoalan menjadi dua pilihan ekstrem. Dalam sebuah wawancara bersama jurnalis Najwa Shihab, Presiden menyatakan akan mempertahankan program MBG “daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat bisa makan.” Sejumlah pengamat menilai pernyataan tersebut menghadirkan dikotomi yang tidak sepenuhnya tepat. Kritik publik menyebut […]

expand_less