Breaking News
light_mode

Pungutan Wisatawan Asing Bali Rp369 Miliar! Target Rendah Dipertanyakan, Pengamat Minta Aparat Telusuri

  • account_circle Ray
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Jumat 13 Maret 2026 — Realisasi penerimaan dari kebijakan Pungutan Wisatawan Asing (PWA) di Bali sepanjang tahun 2025 mencapai Rp369 miliar. Angka ini melampaui target awal sebesar Rp325 miliar, namun masih berada di bawah target yang dipatok dalam APBD Perubahan sebesar Rp500 miliar.

Data kunjungan menunjukkan, Bali menerima sebanyak 7.050.314 wisatawan mancanegara sepanjang 2025, melampaui target pemerintah yang sebelumnya dipatok sekitar 7 juta kunjungan. Namun dari jumlah tersebut, hanya sekitar 34,8 persen wisatawan yang tercatat membayar pungutan sebesar Rp150 ribu per orang.

Kondisi ini memunculkan sejumlah pertanyaan terkait dasar penetapan target penerimaan pungutan yang sejak awal hanya dihitung dari sekitar 2,5 juta wisatawan asing.

Padahal, jika merujuk pada data statistik pariwisata, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sudah mencapai 6,33 juta orang pada tahun 2024. Angka tersebut bahkan meningkat sekitar 20,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui kondisi sebelum pandemi.

Dominasi wisatawan masih berasal dari Australia, disusul oleh India, Tiongkok, Prancis, dan Inggris. Peningkatan kunjungan juga terlihat dari jalur laut yang melonjak hingga 65,88 persen dibanding tahun sebelumnya.

Selain itu, Bali juga mendapatkan dorongan citra global setelah dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik dunia 2025 versi Tripadvisor, yang memperkuat daya tarik Pulau Dewata melalui kekayaan budaya serta keindahan alamnya.

Pengamat politik dan kebijakan publik, Ir. AA Susruta Ngurah Putra asal Puri Gerenceng ini, menilai penetapan target pungutan yang hanya didasarkan pada sekitar 2,5 juta wisatawan patut dipertanyakan.

Menurutnya, angka tersebut terlalu rendah jika dibandingkan dengan realitas jumlah kunjungan wisatawan yang sudah berada di kisaran enam hingga tujuh juta orang per tahun.

“Jika kunjungan wisman mencapai lebih dari enam juta orang, mengapa target pungutan hanya dihitung dari sekitar 2,5 juta? Dasar perhitungan ini harus dijelaskan secara transparan kepada publik,” ujarnya melalui sambungan ponsel.

Ia menilai penetapan target yang terlalu rendah dapat menimbulkan persepsi seolah-olah realisasi penerimaan mengalami peningkatan signifikan, padahal potensi pendapatan sebenarnya jauh lebih besar.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membuka ruang ketidaktercatatan penerimaan jika sistem pengawasan dan transparansi tidak dilakukan secara ketat.

“Permainan seperti ini sangat berbahaya bagi Bali. Potensi pendapatan daerah bisa saja tidak tercatat secara maksimal jika target sejak awal dipasang terlalu rendah,” tegasnya.

Susruta juga berharap aparat penegak hukum dapat melihat potensi persoalan tersebut secara serius.

“Kita berharap aparat penegak hukum, khususnya Jaksa Agung, dapat melihat potensi pengkondisian ini jika memang terdapat indikasi yang mengarah ke sana,” katanya.

Pungutan Wisatawan Asing sendiri diberlakukan sebagai instrumen pembiayaan pelestarian budaya, lingkungan, serta peningkatan kualitas pariwisata Bali.

Namun di tengah besarnya potensi kunjungan wisatawan, mekanisme penetapan target dan sistem pencatatan penerimaan kini mulai menjadi sorotan.

Transparansi dalam pengelolaan pungutan dinilai menjadi kunci agar kebijakan ini benar-benar memberikan manfaat optimal bagi keberlanjutan pariwisata Bali.

Editor – Ray

 

Data statistik pariwisata berasal dari berbagai sumber media online melalui google search.

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Misteri Patung Dwarapala, Penjaga Gerbang yang Sarat Makna Spiritual dan Simbol Kekuasaan

    Misteri Patung Dwarapala, Penjaga Gerbang yang Sarat Makna Spiritual dan Simbol Kekuasaan

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR, 28 Juni 2025 — Patung berwujud raksasa bersenjata gada yang kerap ditemui di pintu gerbang candi, pura, atau bangunan kuno di Nusantara dikenal dengan nama Dwarapala. Lebih dari sekadar ornamen atau hiasan, Dwarapala memegang fungsi simbolik sebagai penjaga sakral terhadap tempat suci, sekaligus perlambang batas antara dunia profan dan spiritual. Dalam kepercayaan Hindu-Buddha yang […]

  • Royal Ambarrukmo Yogyakarta Pertahankan Status Bintang Lima Usai Lolos Audit Berkala

    Royal Ambarrukmo Yogyakarta Pertahankan Status Bintang Lima Usai Lolos Audit Berkala

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    YOGYAKARTA — Royal Ambarrukmo Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai hotel bintang lima setelah berhasil melewati surveillance audit yang dilakukan oleh LSUP Adi Karya Wisata. Audit berkala tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi untuk memastikan standar klasifikasi hotel tetap terpenuhi secara konsisten. Manajemen hotel menyebut keberhasilan ini sebagai refleksi dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga kualitas layanan, […]

  • Jatiluwih Festival VII Resmi Dibuka, Tegaskan Harmoni Alam dan Tradisi dalam Pariwisata Berkelanjutan

    Jatiluwih Festival VII Resmi Dibuka, Tegaskan Harmoni Alam dan Tradisi dalam Pariwisata Berkelanjutan

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    TABANAN – Jatiluwih Festival VII Tahun 2026 resmi dibuka di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Sabtu (20/6/2026). Mengusung tema “In Balance with Nature, Inspired by Tradition”, festival tahunan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pelestarian alam, budaya, dan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan pariwisata berkelanjutan. Ketua Panitia Jatiluwih Festival VII sekaligus Manajer DTW […]

  • Ratu yang Dilahirkan dari Solidaritas, Bukan Takdir Play Button

    Ratu yang Dilahirkan dari Solidaritas, Bukan Takdir

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Ray
    • 14Komentar

    DENPASAR – Ketika sang ratu lebah mati, koloni tak gentar, tak gaduh. Mereka tidak menengadah menanti mukjizat, tak menjerit mencari penyelamat. Seperti pepatah lama, “Di kala badai datang, burung gagak bersembunyi, tapi lebah membuat rumah baru.” Dengan naluri kolektif yang jernih dan kekuatan persatuan yang mendarah daging, para lebah pekerja segera mengambil keputusan bersama mereka […]

  • FAJI Bali Ramaikan Porprov Bali XVI Lewat Eksibisi, Badung Juara Umum Siapkan Jalan ke Porprov 2027

    FAJI Bali Ramaikan Porprov Bali XVI Lewat Eksibisi, Badung Juara Umum Siapkan Jalan ke Porprov 2027

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    BADUNG – Eksibisi berlanjut dari Cabang olahraga (cabor) arung jeram yang tampil di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI/2025, digelar di sungai dekat Pura Dalem Desa Adat Kutaraga, Mambal, Badung. Berita sebelumnya, Arung Jeram Bali Tampil Perdana di Porprov XVI Lewat Eksebisi Tim yang berjumlah 6 dari Cabang Olahraga (Cabor) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) […]

  • Hilangnya Ibu Menyusui Usai Ditahan Polisi, PPWI dan LBH Digitek Desak Kapolri Turun Tangan

    Hilangnya Ibu Menyusui Usai Ditahan Polisi, PPWI dan LBH Digitek Desak Kapolri Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    Jakarta – Hilangnya Rina, seorang ibu menyusui asal Sumedang yang sebelumnya ditahan Polres Metro Jakarta Pusat dalam perkara yang diduga seharusnya bersifat perdata, memicu kemarahan publik dan sorotan tajam dari berbagai pihak. Kasus ini bahkan mendapat perhatian tokoh nasional hingga purnawirawan Polri. Direktur LBH Digitek DKI Jakarta, Jurika Fratiwi, bersama Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga […]

expand_less