Breaking News
light_mode

Pemerintah RI Gagal Menangani? WNI Terlantar di Kamboja Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang dan Kekerasan Sistematis

  • account_circle Admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAMBOJA – Harapan untuk memperbaiki nasib di luar negeri berubah menjadi tragedi kemanusiaan bagi sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di Kamboja. Iming-iming gaji tinggi justru menjerumuskan mereka ke dalam dugaan praktik perdagangan orang yang berujung pada eksploitasi sebagai operator judi online dan penipuan daring lintas negara.

Mereka tanpa tempat tinggal menunggu uliran tangan pemerintah Indonesia.

Berdasarkan keterangan kontributor media di lapangan, Selasa (24/3/2026), para korban tidak hanya dipaksa bekerja, tetapi juga mengalami berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang serius. Mereka dilaporkan disekap, paspor dirampas, serta mengalami penganiayaan fisik untuk memaksa kepatuhan terhadap jaringan sindikat.

Bukti kekerasan yang dialami.

Lebih jauh, muncul dugaan kuat adanya kekerasan berbasis gender dan pelecehan seksual. Sejumlah korban mengaku dipaksa ditelanjangi, direkam dalam kondisi tidak layak, lalu diancam akan disebarluaskan apabila menolak bekerja atau mencoba melarikan diri, yang juga mengakibatkan kehamilan dan kelahiran prematur.

Beberapa korban WNI yang masih menunggu.

Tidak hanya itu, beberapa korban disebut diborgol di kamar mandi dalam kondisi terisolasi sebagai bentuk intimidasi dan tekanan psikologis.

Korban yang berhasil melarikan diri kini berada dalam kondisi memprihatinkan di sekitar kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh Kamboja. Mereka kekurangan makanan, mengalami gangguan kesehatan, serta menunggu kepastian pemulangan ke Indonesia dengan hadapan mendapatkan bantuan negara.

Di dalam negeri, ribuan keluarga terus diliputi kecemasan. Banyak orang tua, khususnya ibu, menangisi nasib anak-anak mereka yang belum bisa kembali karena keterbatasan biaya dan proses administrasi, bahkan ada anak yang sudah berpulang karena menunggu kepastian negara, lantaran Kondisi kesehatan yang kurang karena korban jual beli organ seperti ginjal, mata, hati dan lainnya.

Situasi ini memunculkan desakan agar pemerintah mengambil langkah komprehensif. Selain mempercepat pemulangan korban secara gratis, diperlukan mekanisme karantina terpadu untuk memastikan kondisi kesehatan fisik dan mental para korban.

Pemeriksaan medis, termasuk deteksi penyakit menular serta pemulihan trauma akibat kekerasan dan tekanan psikologis, dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Di sisi lain, dugaan keberadaan jaringan perekrutan di dalam negeri juga menjadi perhatian serius. Sindikat ini disebut memiliki sistem pemalsuan data yang rapi dan terorganisir, bahkan disinyalir melibatkan oknum tertentu. Penegakan hukum yang tegas dan transparan dinilai krusial untuk memutus mata rantai kejahatan tersebut.

Para korban, yang mayoritas berusia di bawah 30 tahun, sejatinya merupakan generasi produktif dengan kemampuan, khususnya di bidang teknologi informasi. Oleh karena itu, selain perlindungan, mereka juga membutuhkan pembinaan lanjutan melalui pelatihan kerja dan pemberdayaan UMKM agar dapat membangun masa depan yang lebih layak di dalam negeri.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi negara, persoalan ketenagakerjaan, perlindungan warga, hingga kejahatan siber lintas negara kini saling terkait erat. Tanpa penanganan menyeluruh dan tegas, praktik serupa berpotensi terus berulang dan menelan korban baru dari generasi muda Indonesia.

Editor – Ray

Kontributor Kamboja – Fikri

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanpa Bangun Pangkalan Luar Negeri, RI Perkuat Strategi Blue Water Navy Berbasis Diplomasi

    Tanpa Bangun Pangkalan Luar Negeri, RI Perkuat Strategi Blue Water Navy Berbasis Diplomasi

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan membangun pangkalan militer permanen di luar negeri, meskipun Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) tengah bertransformasi menuju konsep blue water navy. Kebijakan ini dipilih sebagai bagian dari strategi pertahanan yang tetap sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Berbeda dengan model United […]

  • ForWaras Gugat Rasisme Pejabat Bali, Perjuangan Rakyat Tak Bisa Dibungkam dengan Politik Pecah Belah!

    ForWaras Gugat Rasisme Pejabat Bali, Perjuangan Rakyat Tak Bisa Dibungkam dengan Politik Pecah Belah!

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Ray
    • 8Komentar

    DENPASAR – Pernyataan sejumlah pejabat publik di Bali terkait aksi demonstrasi 30 Agustus 2025 memicu gelombang kecaman luas. Forum Warga Setara (ForWaras) menilai pernyataan itu bukan saja rasis, tetapi juga upaya mendelegitimasi perjuangan rakyat yang menuntut keadilan atas kebijakan pemerintah yang kian menekan kehidupan warga. Menghubungi Made Somya Putra SH MH menegaskan, memilah antara “orang […]

  • Negara Bijak Tak Bebankan Rakyat, Pajak Tahunan Mobil Terlalu Tinggi Banding Malaysia Play Button

    Negara Bijak Tak Bebankan Rakyat, Pajak Tahunan Mobil Terlalu Tinggi Banding Malaysia

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    JAKARTA – Beban pajak tahunan kendaraan bermotor di Indonesia kembali menjadi sorotan. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai struktur pajak mobil di Tanah Air sudah terlalu tinggi dan perlu dievaluasi, terutama jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia. Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, mencontohkan perbandingan pajak tahunan untuk Toyota Avanza yang dipasarkan di Indonesia […]

  • Viral Doktor Desa Adat! Ketut Susila Dharma Gaungkan Reformasi Tradisi dan Gaya Hidup Tanpa Plastik

    Viral Doktor Desa Adat! Ketut Susila Dharma Gaungkan Reformasi Tradisi dan Gaya Hidup Tanpa Plastik

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 14Komentar

    DENPASAR – Dunia akademik dan budaya Bali digugah oleh momen bersejarah: Ir. Ketut Susila Dharma, MM resmi menyandang gelar Doktor di bidang Ilmu Agama dan Kebudayaan dari Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Jumat (1/8). Namun bukan hanya karena predikat cumlaude yang diraihnya, melainkan juga karena disertasinya yang menyoroti modifikasi pemerintahan desa adat kuno serta pelaksanaan […]

  • Ponpes Harfan Mafatihil Gelar Maulid Nabi dan Santuni Yatim-Piatu Korban Banjir di Jembrana

    Ponpes Harfan Mafatihil Gelar Maulid Nabi dan Santuni Yatim-Piatu Korban Banjir di Jembrana

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    JEMBRANA – Suasana penuh hikmah mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M yang digelar Pondok Pesantren Tahfidz Quran Harfan Mafatihil Billad, Banjar Teluk Limo, Desa Tegal Badeng Barat, Negara, pada Sabtu (20/9/2025) malam. Acara yang dihadiri ratusan jamaah ini tidak hanya menghadirkan tausyiah, tetapi juga dirangkaikan dengan aksi sosial berupa pemberian paket sembako […]

  • Kapolres Sleman Dinonaktifkan, Dua Kasus Besar Seret Kombes Edy Setyanto

    Kapolres Sleman Dinonaktifkan, Dua Kasus Besar Seret Kombes Edy Setyanto

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    SLEMAN — Nama Kepala Kepolisian Resor Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto, menjadi sorotan nasional. Perwira menengah Polri itu dinonaktifkan sementara dari jabatannya menyusul polemik penanganan perkara Hogi Minaya yang memicu kegaduhan publik dan kritik luas terhadap kinerja kepolisian. Penonaktifan tersebut merupakan tindak lanjut dari Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT) yang dilakukan Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) […]

expand_less