Pemerintah Pastikan Warga Tak Perlu Ganti Kompor Saat Beralih ke CNG, Klaim Lebih Hemat hingga 30 Persen
- account_circle Ray
- calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Pemerintah menegaskan masyarakat tidak perlu mengganti maupun memodifikasi kompor rumah tangga ketika program konversi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG) mulai diterapkan. Teknologi tabung CNG yang tengah disiapkan dirancang menggunakan sistem plug and play sehingga tetap kompatibel dengan kompor LPG yang digunakan masyarakat saat ini.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, mengatakan aspek keselamatan dan kemudahan penggunaan menjadi prioritas utama pemerintah dalam pengembangan tabung CNG untuk rumah tangga.
“Poin yang paling penting yang harus disiapkan adalah aspek keselamatan. Yang kedua, dia menggunakan valve atau converter yang harus plug and play sehingga kompor tidak perlu diganti,” ujar Laode dalam kegiatan Talkshow and Press Conference “CNG dan LNG untuk Rakyat: Solusi Nyata Substitusi LPG dan Swasembada Energi Nasional” di Jakarta.

Menurut Laode, pemerintah tengah menyusun peta jalan (roadmap) implementasi konversi LPG ke CNG sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG yang terus meningkat. Selain memanfaatkan cadangan gas bumi nasional yang melimpah, kebijakan ini juga diharapkan mampu menekan beban subsidi energi.
Ia menyebut penggunaan CNG diproyeksikan dapat menghemat biaya energi rumah tangga hingga sekitar 30 persen dibandingkan penggunaan LPG. Selain lebih ekonomis, gas bumi dinilai lebih ramah lingkungan karena menghasilkan pembakaran yang lebih bersih dengan nyala api biru yang stabil.

Meski CNG disimpan dalam tekanan tinggi sekitar 200 hingga 250 bar, pemerintah memastikan penggunaannya tetap aman. Tabung CNG akan dilengkapi regulator dan katup pengaman khusus yang berfungsi menurunkan tekanan gas sebelum dialirkan ke kompor, sehingga dapat digunakan layaknya tabung LPG.
Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, mengatakan pengembangan CNG dan LNG untuk rumah tangga merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.
“Pilihan energi ini juga dapat meningkatkan efektivitas penyaluran gas dan mendukung target pemerintah dalam konversi energi ke energi yang lebih aman, bersih, dan efisien,” kata Fathul.
Pemerintah saat ini masih mempersiapkan infrastruktur distribusi, pengujian tabung, serta regulasi pendukung sebelum program konversi diterapkan secara bertahap di berbagai daerah. Implementasi awal diprioritaskan di kota-kota besar yang telah memiliki kesiapan infrastruktur gas bumi.
Editor – Ray

2zgl4i
1 Juli 2026 7:37 PMhttps://shorturl.fm/XBPjy
1 Juli 2026 11:14 AMhttps://shorturl.fm/bTOYg
1 Juli 2026 10:57 AM