Breaking News
light_mode

Pelestarian Budaya Bertumpu pada Rakyat Kecil, Gung De Dorong Intervensi Pemerintah

  • account_circle Ray
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADUNG – Ujian kenaikan tingkat Sanggar Tari Semara Duta yang digelar di Pura Desa lan Puseh Padang Luwih, Minggu (15/2/2026), tak sekadar menjadi ajang evaluasi bagi 162 anak penari dari Denpasar dan Badung. Di balik gerak gemulai dan sorot mata penuh percaya diri para peserta, tersimpan potret sosial tentang siapa sesungguhnya yang menopang pelestarian budaya Bali.

Anak – anak berdandan sebelum pentas.

Sejak pagi, halaman pura telah dipenuhi orang tua yang mengantar anak-anak mereka. Deretan sepeda motor terparkir rapi, helm menggantung di spion, tas kostum dijinjing sederhana. Tidak terlihat iring-iringan mobil mewah. Namun dari kesederhanaan itulah tampak komitmen kuat menjaga tradisi tetap hidup.

Sekretaris LSM Arun Bali, A.A. Gede Agung Aryawan, S.T., yang akrab disapa Gung De, menilai kondisi tersebut sebagai cerminan nyata struktur sosial pelestari seni tari di tingkat akar rumput. Ia menyebut sebagian besar keluarga peserta berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

“Rata-rata masyarakat menengah ke bawah yang justru paling antusias melestarikan budaya Bali. Kalau bisa, dukungan pendanaan itu lebih banyak diberikan,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, pembinaan sanggar tidak boleh terus bertumpu pada iuran peserta. Biaya kostum tari Bali, perlengkapan, hingga riasan setiap kali tampil bukan angka kecil bagi keluarga dengan penghasilan terbatas. Meski demikian, para orang tua tetap konsisten membayar iuran dan mengantar anak latihan.


Aryawan membandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah kegiatan lain yang kerap dihadiri kalangan ekonomi atas. “Kalau acara-acara tertentu, mobil kelas atas berjajar. Di sini, parkiran didominasi motor. Itu sudah jadi indikator sosial yang jelas,” katanya.

Ujian kenaikan tingkat yang telah digelar sekitar 12 kali itu menunjukkan konsistensi pembinaan di Sanggar Semara Duta. Tahun ini, 62 peserta berasal dari Denpasar dan 100 dari Badung. Jumlah tersebut menjadi bukti minat generasi muda terhadap tari Bali masih terjaga.

Namun, keberlanjutan pembinaan dinilai memerlukan dukungan struktural. Tanpa subsidi atau bantuan rutin, sanggar berpotensi terdampak ketika kondisi ekonomi keluarga peserta terguncang. Kegiatan seni kerap menjadi pos pengeluaran pertama yang dikorbankan.

Aryawan mendorong pemerintah daerah memberikan dukungan konkret, mulai dari subsidi guru tari, bantuan kostum, hingga alokasi dana pembinaan berkala. “Minimal ada pembiayaan untuk guru tari atau bantuan semesteran. Supaya beban masyarakat tidak terlalu berat,” ujarnya.

Di sisi lain, berbagai kegiatan modern dengan konsep megah dan dukungan sponsor besar dapat digelar dengan fasilitas lengkap. Tidak ada yang keliru dengan perkembangan tersebut. Namun ketika seni tradisi yang menjadi identitas Bali justru lebih banyak bertumpu pada keluarga sederhana, pertanyaan tentang keberpihakan kebijakan menjadi relevan.

Di halaman pura itu, anak-anak menari tanpa memikirkan beban biaya yang ditanggung orang tua mereka. Senyum dan tepuk tangan tetap mengiringi setiap penampilan. Di balik layar, ada perhitungan rumah tangga yang cermat agar iuran sanggar tetap terbayar dan kostum bisa dikenakan dengan layak.

Ujian kenaikan tingkat Semara Duta akhirnya bukan hanya panggung evaluasi kemampuan teknis. Ia juga menjadi cermin tentang ketimpangan dukungan terhadap budaya tradisi. Jika Bali ingin tetap kukuh sebagai pulau budaya, maka pembinaan di tingkat sanggar menjadi fondasi yang tak bisa diabaikan.

Di antara deretan sepeda motor yang terparkir dan kostum yang disiapkan dengan penuh perjuangan, tersimpan pesan sederhana: budaya Bali tetap hidup karena keteguhan masyarakatnya. Kini, publik menunggu apakah dukungan kebijakan akan hadir sebanding dengan semangat itu.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konflik Bisnis PT LMWS Sepakat Damai, Laporan Polisi Dalam Proses Pencabutan

    Konflik Bisnis PT LMWS Sepakat Damai, Laporan Polisi Dalam Proses Pencabutan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    DENPASAR – Perkara yang menyangkut pelaporan Trinh Ngoc Tran (43), warga negara Amerika asal Vietnam, yang melaporkan rekannya Christopher Capel atas dugaan penggelapan hasil usaha di PT Lembongan Monkey Water Sport, Nusa Penida, dikabarkan berakhir damai. Kasus yang tertuang dalam SPKT Polres Klungkung pada Senin (18/8/2025) dengan nomor registrasi STPL/154/VIII/2025/SPKT/POLRES KLUNGKUNG, melalui kuasa hukum Trinh […]

  • Festival Satu Nusantara! Discovery Kartika Plaza Hotel Honors Indonesia’s 80th Independence with Culture, Unity, and Hope 

    Festival Satu Nusantara! Discovery Kartika Plaza Hotel Honors Indonesia’s 80th Independence with Culture, Unity, and Hope 

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    KUTA, BALI – To commemorate Indonesia’s 80th Independence Day, Discovery Kartika Plaza Hotel is hosting Festival Satu Nusantara, a vibrant series of events celebrating unity, culture, wellness, and inspiration for the younger generation. The program runs from August 14–17, 2025, bringing together communities, employees, and schoolchildren in a spirit of national pride. The celebration kicks […]

  • Takut Kena Pelanggaran Hak Cipta, Sejumlah Kafe di Jabodetabek Putar Chant Om Mani Padme Hum Play Button

    Takut Kena Pelanggaran Hak Cipta, Sejumlah Kafe di Jabodetabek Putar Chant Om Mani Padme Hum

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    JAKARTA – Fenomena unik terjadi di sejumlah kafe di kawasan Jabodetabek. Demi menghindari risiko pelanggaran hak cipta musik komersial, beberapa pemilik kafe memilih langkah tak biasa. Mereka mengganti seluruh backsound mereka dengan lantunan chant “Om Mani Padme Hum” yang menenangkan. Awalnya, keputusan ini muncul setelah meningkatnya razia dan penagihan royalti dari pihak-pihak yang memegang hak […]

  • DPR Semprot Menteri ATR/BPN Soal Sengketa Lahan 16,4 Ha, Soroti Pernyataan yang Dinilai Pertontonkan Kelalaian Negara

    DPR Semprot Menteri ATR/BPN Soal Sengketa Lahan 16,4 Ha, Soroti Pernyataan yang Dinilai Pertontonkan Kelalaian Negara

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    DENPASAR – Komisi II DPR RI menegur keras Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid terkait pernyataannya mengenai sengketa lahan 16,4 hektare antara PT Hadji Kalla—perusahaan milik Jusuf Kalla—dan PT GMTD yang berafiliasi dengan Lippo Group. Dalam rapat kerja, DPR menilai pengakuan Nusron soal adanya kelalaian internal BPN tidak pantas disampaikan secara terbuka karena menyangkut wibawa negara. […]

  • Hanny Aprilitta Fanggidae, Talenta Ganda, PNS Berprestasi dan Inovator Kuliner Berbakat

    Hanny Aprilitta Fanggidae, Talenta Ganda, PNS Berprestasi dan Inovator Kuliner Berbakat

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 2Komentar

    Rote Ndao — Hanny Aprilitta Fanggidae, seorang sosok yang menginspirasi, membuktikan bahwa talenta tidak mengenal batas. Dikenal sebagai Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya, Agama dan Ormas pada Badan Kesbangpol Kabupaten Rote Ndao, Hanny juga memiliki bakat luar biasa di bidang kuliner. Terutama dalam mengolah siwalan matang menjadi kreasi cake kekinian yang super lezat. Baru-baru […]

  • Transformasi Digital Jadi Harapan Baru Koperasi Bahana Lintas Nusantara 

    Transformasi Digital Jadi Harapan Baru Koperasi Bahana Lintas Nusantara 

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Surakarta – Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN), yang berpusat di Surakarta, kini tengah berupaya memulihkan kondisi usaha setelah mengalami kesulitan likuiditas akibat dampak ekonomi global dan tersendatnya sejumlah proyek besar. Ketua Koperasi BLN, Nicholas atau Nicho, mengungkapkan hal ini dalam konferensi pers yang digelar Rabu (23/7) di Salatiga. Sejak Maret 2025, BLN menghadapi tekanan berat, […]

expand_less