Kekayaan Satoshi Nakamoto Kembali Tembus US$102 Miliar Seiring Rebound Bitcoin Awal Tahun
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Kekayaan pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto, kembali melonjak signifikan setelah sempat tergerus sepanjang tahun lalu. Berdasarkan data Arkham Intelligence pada Selasa (6/1), total kekayaan Satoshi kini diperkirakan mencapai US$102 miliar atau setara Rp1,7 kuadriliun, menyusul pemulihan harga Bitcoin di awal tahun 2026.
Kenaikan kekayaan tersebut sejalan dengan pergerakan Bitcoin (BTC) yang kembali menguat ke level US$93.000. Data CoinMarketCap mencatat, harga BTC mengalami rebound sekitar 1,45 persen dalam 24 jam terakhir, memberikan sentimen positif bagi pasar kripto setelah periode volatilitas dan tekanan berkepanjangan sepanjang tahun sebelumnya. Pada fase itu, nilai aset kripto global sempat merosot tajam dan menggerus hingga 34 persen kekayaan Satoshi.
Meski demikian, nilai kekayaan Satoshi saat ini masih berada di bawah puncaknya. Sebelumnya, kekayaan Satoshi sempat menembus US$136,9 miliar atau sekitar Rp2,29 kuadriliun ketika Bitcoin mencapai harga tertinggi sepanjang sejarahnya. Posisi tersebut bahkan sempat menempatkan Satoshi dalam jajaran orang terkaya di dunia, meski identitas aslinya hingga kini tetap menjadi misteri.
Menariknya, seluruh Bitcoin yang diyakini dimiliki Satoshi—diperkirakan lebih dari satu juta BTC—tidak pernah tersentuh atau dipindahkan sejak 2010. Satoshi Nakamoto sendiri menghilang dari ruang publik tak lama setelah menciptakan Bitcoin, aset digital yang kini telah mengubah lanskap keuangan global, memicu lahirnya ribuan kripto lain, serta mendorong perdebatan luas soal masa depan sistem moneter dunia.
Kembalinya nilai kekayaan Satoshi ke level ratusan miliar dolar ini sekaligus menegaskan betapa besar pengaruh pergerakan Bitcoin terhadap peta kekayaan global, sekaligus mengingatkan pasar bahwa volatilitas tetap menjadi karakter utama aset kripto.
Disclaimer: Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).

Saat ini belum ada komentar