Jangan Lagi Jadikan PBNU Sebagai “Satpam Politik” Pemerintah
- account_circle Vaza Fernantha
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Oleh: Saiful Huda Ems.
JAKARTA – PBNU itu sebaiknya bersikap kritis pada Pemerintahan Prabowo-Gibran yang tiap hari menjadi bahan pergunjingan masyarakat, karena berbagai kebijakan, program dan kinerja Pemerintah yang dinilai salah.
Jangan lagi PBNU perbanyak bicara soal Perang Iran Vs. AS dan Israel, hanya karena Iran saat ini sedang ngetrend, didukung dan digandrungi oleh mayoritas rakyat Indonesia dan dunia.
Kesibukan PBNU dalam urusan Perang Iran Vs. AS dan Israel itu justru malah memberi kesan ke publik, bahwa PBNU semakin kesini itu semakin jadi seperti orang yang buta, tuli dan bisu, tidak berani bersikap kritis pada Pemerintah karena sudah diberi mainan tambang oleh Pemerintah dari masa Jokowi hingga Prabowo.
Pembicaraannya PBNU soal Perang Iran vs. AS dan Israel akan dinilai banyak orang hanyalah semacam pengalihan isue. Biar orang-orang tidak menyorot PBNU yang sudah jadi buta, tuli dan bisu pada berbagai kebijakan Pemerintahan Prabowo-Gibran.
Oleh karena itu sudah sewajarnya jika PBNU mulai mengundurkan diri untuk menjadi “Satpam Politik” Pemerintah, dan kembali menjadi organisasi yang fokus mengurus dan memajukan warga Nahdliyin, baik dalam bidang dakwah keagamaan, pendidikan, kesehatan maupun perekonomian.
Masak PBNU sudah lupa dengan cikal bakal berdirinya NU? Ada Nahdlatul Fikr (Kebangkitan/Gerakan Pemikiran), Nahdlatul Tujjar (Kebangkitan/Gerakan Perdagangan), Nahdlatul Wathan (Kebangkitan (Nasionalisme) Tanah air) dll…Wallahu a’lamu bishawab…(SHE).
5 April 2026.
Saiful Huda Ems (SHE).

Saat ini belum ada komentar