China Diduga Meniru Teknologi F-35 AS Lewat Peretasan dan Celah Rantai Pasokan
- account_circle Admin
- calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – China kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa Negeri Tirai Bambu berhasil mengakses dan meniru sebagian teknologi pesawat siluman F-35 milik Amerika Serikat.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Beijing memiliki beberapa jalur potensial yang memungkinkan pemahaman mendalam terhadap sistem canggih pesawat tempur generasi kelima tersebut.
Salah satu dugaan utama adalah aksi spionase siber. Peretas yang diduga berasal dari China disebut berhasil membobol jaringan para kontraktor pertahanan AS yang terlibat dalam pengembangan F-35.
Dari intrusi itu, mereka diyakini memperoleh informasi teknis penting, mulai dari struktur desain, sistem pendinginan mesin, hingga teknologi radar yang menjadi kunci kemampuan siluman pesawat tersebut.
Selain peretasan, rantai pasokan komponen F-35 juga sempat menjadi perhatian serius. Beberapa material internal yang digunakan dalam pesawat dikabarkan berasal dari pemasok yang memiliki keterkaitan dengan China. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa Beijing memanfaatkan jaringan rantai pasokan global sebagai celah untuk memahami teknologi sensitif milik AS.
Sejumlah analis juga menyoroti kemunculan pesawat tempur terbaru China yang memiliki kemiripan bentuk dan rancangan dengan F-35. Mulai dari kontur badan pesawat hingga konsep operasional, kesamaan tersebut dinilai memperkuat dugaan adanya proses rekayasa balik berbasis data teknis yang berhasil diperoleh.
Gabungan antara dugaan peretasan, pemanfaatan rantai pasokan, dan kemampuan rekayasa balik membuat AS meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga kerahasiaan F-35—salah satu aset militer paling strategis dan bernilai tinggi dalam kekuatan udara mereka. (Tim)

https://shorturl.fm/TQBk8
20 November 2025 6:19 PM