Breaking News
light_mode

Cium Aroma Melenceng! Gung Cok Harapkan Pansus TRAP Kembali Fokus Awal

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Fraksi Partai Golkar DPRD Bali meminta Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali tetap berjalan sesuai tujuan awal pembentukannya, yakni memperkuat pengawasan tata ruang, alih fungsi lahan, kerusakan lingkungan, serta persoalan perizinan yang berdampak pada masyarakat.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali yang juga Wakil Ketua Pansus TRAP, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka, menegaskan pansus dibentuk untuk melihat persoalan tata ruang dari hulu, terutama maraknya alih fungsi lahan yang dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya risiko bencana alam di Bali.

“Yang pertama tentang alih lahan itu adanya bencana alam, yang mana sebagian besar merugikan masyarakat. Jadi proses TRAP ini melihat permasalahan dari hulu,” ujarnya, Selasa (19/5).

Politisi yang akrab disapa Gung Cok itu mengatakan, arahan internal partai menekankan agar Pansus TRAP tetap fokus menjalankan fungsi pengawasan terhadap tata ruang, proses perizinan, serta perlindungan lahan produktif dan lingkungan hidup di Bali.

Menurutnya, pansus telah turun ke sejumlah wilayah, termasuk kawasan Bedugul, untuk menelusuri penyebab banjir dan kerusakan lingkungan yang diduga berkaitan dengan perubahan tata ruang serta lemahnya pengawasan pembangunan.

Selain melakukan pengawasan, pansus juga disebut mendorong para pelaku usaha agar lebih tertib dalam mengurus perizinan usaha maupun pembangunan. Namun, ia membantah anggapan bahwa keberadaan pansus justru menghambat investasi di Bali.

“Bukan berarti proses TRAP ini anti investor. Justru bagaimana pengusaha itu mengurus izin dengan baik dan fungsi lahan sawah yang kita lindungi bisa tetap terjaga,” katanya.

Ia menegaskan fungsi Pansus TRAP lebih menitikberatkan pada controlling atau pengawasan terhadap kebijakan tata ruang dan perizinan, sejalan dengan tugas DPRD dalam fungsi pengawasan, penganggaran, dan pembentukan regulasi.

“Kalau memang pengusaha belum membuat izin, ya mohon dirapikan. Ini bukan penertiban yang sifatnya menyegel atau menghambat,” tegasnya.

Terkait polemik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali yang belakangan menjadi perhatian publik, Gung Cok menyebut proyek tersebut merupakan program strategis nasional yang perlu mendapat dukungan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat lokal.

Menurut dia, keberadaan KEK Kura-Kura Bali berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, termasuk membuka lapangan kerja dan memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi kawasan tersebut.

“Kami melihat masyarakat di sana juga sudah dirangkul, sudah bekerja di kawasan itu. Umat Hindu yang melakukan persembahyangan juga tetap diberikan ruang,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya tetap meminta agar seluruh proses administrasi dan perizinan investasi dirapikan apabila masih ditemukan kekurangan di lapangan.

“Kalau ada izin-izin yang kurang, ya bisa dibicarakan dan diurus. Bagaimanapun ini program pemerintah pusat, jangan sampai daerah punya kesan justru mengganggu program pusat,” katanya.

Ia juga menyinggung persoalan tukar guling lahan yang berkaitan dengan proyek tersebut. Menurutnya, proses itu telah berlangsung hampir 30 tahun dan dinilai telah tuntas secara administratif.

“Sebetulnya semuanya sudah clear. Cuma memang datanya belum dirapikan dan belum disampaikan sepenuhnya,” ujarnya.

Gung Cok menambahkan, Pansus TRAP nantinya hanya memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah terkait berbagai temuan di lapangan, termasuk mengenai kelengkapan izin pihak pengembang.

“Kami sifatnya hanya memberikan rekomendasi. Semua keputusan tetap ada di tangan gubernur,” tandasnya.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (5)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musisi Bali Nanoe Biroe Berduka, Istri Tercinta Berpulang dalam Usia 43 Tahun

    Musisi Bali Nanoe Biroe Berduka, Istri Tercinta Berpulang dalam Usia 43 Tahun

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR — Kabar duka menyelimuti dunia musik dan seni Bali. Musisi sekaligus penyanyi I Made Murdita, yang dikenal luas sebagai Nanoe Biroe, kehilangan istri tercintanya, Ni Made Murniasih, S.Ag., M.Pd.H (Uny). Sang istri menghembuskan napas terakhir pada Jumat malam, 28 November 2025 pukul 22.38 Wita. Kabar kepergian Uny disampaikan langsung oleh Nanoe melalui unggahan di […]

  • Pansus TRAP Lalai Soroti Aset Pemprov Untuk India Cultural Centre Bali Yang Mangkrak 22 Tahun

    Pansus TRAP Lalai Soroti Aset Pemprov Untuk India Cultural Centre Bali Yang Mangkrak 22 Tahun

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Pansus TRAP (Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan) DPRD Bali lupa menggeruduk aset Provinsi Bali yang rencananya digunakan untuk pembangunan India Cultural Centre Bali (ICCB) atau Pusat Kebudayan India di Jl. Tantular yang mangkrak sejak tahun 2004. 22 tahun aset ini terlihat terbengkalai tanpa sentuhan berarti lagi. Ide bagus pertukaran aset Provinsi […]

  • Begitu Pikiran Terbuka, Jiwa Mekar Dalam Cahaya

    Begitu Pikiran Terbuka, Jiwa Mekar Dalam Cahaya

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Laporan Khusus oleh Guru Gede Prama DENPASAR – Di Shambala Meditation Center, suasana teduh pagi itu dipenuhi embun dan cahaya lembut. Dalam ruang hening yang menjadi tempat banyak jiwa mencari kedamaian, Guru Gede Prama kembali membagikan pesan mendalam tentang perjalanan batin manusia—sebuah ajakan untuk membuka pikiran, melembutkan hati, dan kembali pada sumber cahaya di dalam […]

  • Singaraja Literary Festival 2025, Ruang Sastra yang Penuh Kesadaran dan Makna

    Singaraja Literary Festival 2025, Ruang Sastra yang Penuh Kesadaran dan Makna

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    SINGARAJA – Singaraja Literary Festival (SLF) 2025 resmi digelar pada 25–27 Juli di Sasana Budaya, Gedong Kirtya, dan Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja. Festival yang dibuka oleh Dirjen P3K Kementerian Kebudayaan RI Ahmad Mahendra dan Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna ini mengusung tema “Buda Kecapi” yang bermakna energi penyembuhan semesta. Diselenggarakan oleh […]

  • Peringati Global Accessibility Awareness Day, Ascott Bali Dorong Industri Perhotelan Lebih Inklusif

    Peringati Global Accessibility Awareness Day, Ascott Bali Dorong Industri Perhotelan Lebih Inklusif

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Momentum Global Accessibility Awareness Day 2026 dimanfaatkan Ascott Indonesia Area Bali untuk mempertegas komitmennya dalam membangun kesadaran terhadap pentingnya aksesibilitas dan inklusivitas di industri perhotelan. Melalui inisiatif bertajuk “Speak Without Sound”, Ascott menghadirkan ruang edukasi dan empati bagi para pelaku hospitality di Bali, yang digelar di Harris Hotel Kuta Tuban, Kamis (21/5/2026). Kegiatan […]

  • Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dicekal ke Luar Negeri, Imigrasi Persempit Ruang Gerak Tersangka Korupsi

    Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dicekal ke Luar Negeri, Imigrasi Persempit Ruang Gerak Tersangka Korupsi

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Imigrasi Berlakukan Pencekalan terhadap Febrie Adriansyah dan Don Ritto Usai Penetapan Tersangka Korupsi dan TPPU JAKARTA – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan resmi memberlakukan pencegahan ke luar negeri terhadap mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (FA) dan advokat Don Ritto (DR). Langkah tersebut diambil setelah keduanya ditetapkan sebagai tersangka […]

expand_less