Breaking News
light_mode

Soroti Tata Kelola Dana Adat, WKS Minta Mediasi Dilakukan di Lokasi Netral

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar – Polemik antara WKS dan Jro Bendesa Adat Pemogan terus berlanjut tanpa tanda-tanda penyelesaian. WKS, yang pernah menjabat sebagai Wakil Banjar sekaligus Bendahara I dalam kegiatan Karya Ngaben Masal, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sistem pengelolaan dana yang dinilainya tidak transparan.

Dalam sebuah pertemuan yang juga dihadiri oleh Jro Bendesa, WKS pernah mengajukan sistem pengadaan berbasis prosedur modern, seperti Purchase Request (PR), Purchase Order (PO), serta mekanisme perbandingan harga guna meningkatkan akuntabilitas. Namun, menurutnya, usulan tersebut ditolak tanpa alasan yang jelas.

 

Berita sebelumnya klik untuk link, 

Ancaman Kasepekang Desa Pemogan Dinilai Tak Manusiawi, Jro Somya: Adat Tak Boleh Menyalahi Hak Asasi

WKS Klarifikasi Unggahan Media Sosial, Tegaskan Prinsip dan Dorong Transparansi Desa Adat

 

WKS juga mengaku mengalami tekanan psikologis saat menghadiri rapat panitia yang dilangsungkan di kantor LPD pada Juli 2022. Ketika dirinya mempertanyakan biaya sewa tenda yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah dari dana LPD, situasi justru memanas.

“Tak ada yang mencoba menengahi atau bersikap objektif. Bahkan, meja sampai digebrak hanya karena saya meminta klarifikasi,” ujarnya.

Dengan latar belakang pengalaman tersebut, WKS menolak jika pertemuan lanjutan tetap digelar di kantor LPD. Ia menyarankan mediasi dipindahkan ke Balai Kerta Adyaksa agar lebih netral dan aman secara psikologis. Ia juga berharap mediasi itu bisa menghadirkan unsur kejaksaan, pemerintah daerah, Majelis Desa Adat (MDA), hingga Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

“Kalau suatu tempat sudah tak lagi membuat kita merasa nyaman, mengapa harus kembali ke sana? Rasa hormat pertama-tama harus kita berikan pada diri sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Jro Bendesa merespons melalui pesan WhatsApp yang menyebutkan bahwa ia telah memberikan balasan resmi terhadap surat dari warga dan berharap penyelesaian bisa ditempuh secara damai dan kekeluargaan.

“Tyang berharap agar persoalan ini tidak melebar dan bisa segera dituntaskan,” balasnya singkat, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis.

WKS pun menyambut baik pernyataan Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Dr. Ketut Sumedana, yang menegaskan pentingnya pengawasan dalam pengelolaan dana LPD. Ia menilai sikap tersebut sebagai langkah awal menuju perbaikan sistem keuangan di lingkup desa adat.

Lebih lanjut, WKS menyoroti perlunya peninjauan kembali terhadap wewenang lembaga adat agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan. Menurutnya, Bendesa Adat semestinya menjalankan keputusan hasil paruman, bukan bertindak sebagai penguasa tunggal.

Kembalikan peran Bendesa Adat sebagai Penyarikan Desa, yang bertugas sebatas pelaksana Awig-Awig Desa dan hasil paruman Desa Pekraman. Hindari kesan nyapa kadi aku (sombong) yang mudah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Adat.

“Agar bisa sejalan dengan Awig -awig (peraturan) jangan hanya Suryak Siu (ikut – ikutan) yang dapat membuat keputusan tanpa arah yang jelas, ” Terang

“Kita harus menjaga Bali dengan ketulusan. Jangan sampai kekuasaan yang tak terkendali menciptakan luka sosial yang mendalam. Desa adat seharusnya menjadi ruang aman, bukan sumber kekhawatiran,” tutupnya, sembari mengutip pandangan tokoh adat Jro Gede Sudibya. (Ray)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (11)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lapor Polisi Tak Digubris, Emak Bantai Kartel Sendirian

    Lapor Polisi Tak Digubris, Emak Bantai Kartel Sendirian

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    MEKSIKO – Hidup Miriam Rodríguez berubah menjadi neraka sejak hari putrinya, Karen Alejandra Salinas Rodríguez, diculik kartel narkoba pada 2012. Telepon berdering membawa ancaman, tuntutan tebusan, dan ketakutan yang melumpuhkan. Demi satu harapan—melihat anaknya pulang—Miriam menjual apa pun yang ia miliki. Rumah, harta, harga diri, semua dilepas. Ia percaya negara akan hadir. Ia salah. Saat […]

  • Pandangan Arya Pering Tentang Sosok Ketua Baru IHGMA Bali, Harmoni, Integritas, dan Kolaborasi Jadi Kunci

    Pandangan Arya Pering Tentang Sosok Ketua Baru IHGMA Bali, Harmoni, Integritas, dan Kolaborasi Jadi Kunci

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Denpasar, Bali — Ketua Umum DPP Indonesian Hotel General Manager Association periode 2024–2027, I Gede Arya Pering Arimbawa, menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan baru IHGMA Bali yang dinilai harus mampu menjaga harmoni, integritas, serta memperkuat jejaring industri di tengah dinamika pariwisata global. Sebagai figur yang dikenal dengan filosofi kepemimpinan “Harmony”, Arya Pering menilai regenerasi dalam […]

  • Demokrat Buka Jalan 1,26 Kilometer di Tabanan, Mudarta: Hampir 60 Tahun Warga Menanti

    Demokrat Buka Jalan 1,26 Kilometer di Tabanan, Mudarta: Hampir 60 Tahun Warga Menanti

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    Akses penghubung Munduk Dawa–Puring di Desa Sangketan dibangun secara gotong royong untuk memangkas jarak menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan jalur pengangkutan hasil pertanian. TABANAN – Aspirasi warga terkait akses jalan akhirnya mulai terwujud di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT Partai Demokrat, PAC Partai Demokrat Penebel bersama […]

  • RDP BTID Settingan? Pansus Trap Abaikan Bendesa Adat Serangan, Kok Malah Ajak Tokoh Kontroversial 

    RDP BTID Settingan? Pansus Trap Abaikan Bendesa Adat Serangan, Kok Malah Ajak Tokoh Kontroversial 

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Dalam surat undangan resmi Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Pansus TRAP DPRD Bali dan PT Bali Turtle Island Development (BTID) KEK Kura Kura Bali, Senin 11 Mei 2026 di Gedung DPRD Bali, ada yang tidak diundang dan didengar pendapatnya. Yakni Nyoman Gede Pariatha selaku Bendesa Adat Serangan. Tentu ini akan membuat kesan tidak […]

  • Parade Ogoh-Ogoh Banjar Bayad Tegalalang, Ritual Sakral dan Ajang Kreativitas Pemuda Jelang Nyepi

    Parade Ogoh-Ogoh Banjar Bayad Tegalalang, Ritual Sakral dan Ajang Kreativitas Pemuda Jelang Nyepi

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Vine
    • 1Komentar

    Banjar Bayad — Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi, masyarakat adat di Banjar Bayad, Desa Kedisan, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar kembali menggelar parade ogoh-ogoh yang berlangsung meriah pada malam pengerupukan, sehari sebelum Nyepi, Rabu 18 Maret 2026. Tradisi tahunan ini merupakan bagian dari rangkaian upacara Tawur Kesanga yang bertujuan menetralisir energi negatif serta mengusir unsur kejahatan […]

  • Penghormatan Terakhir, Jenazah Prada Lucky Chepril Disambut di Kompi C Yonif 743/PSY Ende

    Penghormatan Terakhir, Jenazah Prada Lucky Chepril Disambut di Kompi C Yonif 743/PSY Ende

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Nagakeo, NTT — Suasana haru menyelimuti keberangkatan jenazah Prada Lucky Chepril Saputra Nemo menuju Kompi C Yonif 743/PSY Kabupaten Ende untuk disemayamkan, Rabu malam, 6 Agustus 2025. Upacara pelepasan berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga, rekan sejawat, serta unsur pimpinan setempat. Upacara pelepasan dipimpin oleh perwira pendamping Letda Inf. Made Juni dan Letda Inf. Yafet. Orang […]

expand_less