Ternyata! Stand Workshop Island Bazzar Kura Kura Bali Ada Kerajinan Ubah Sampah Plastik Jadi Barang Serbaguna
- account_circle Admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Kepedulian BTID terlihat berkat kreativitas warga Serangan yang mengubah sampah plastik menjadi barang kerajinan yang berguna fungsi. Ini terlihat dalam Island Bazzar yang diadakan di kawasan Kura Kura Bali SEZ edisi kedua.
Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 2 sampai 3 Mei 2026, sebuah perayaan yang memadukan budaya, kreativitas, dan gaya hidup dalam satu ruang yang hidup dan relevan.

Berlokasi di UID Bali Campus, acara yang berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WITA ini bukan sekadar pasar senja. Ia dirancang sebagai ruang temu lintas komunitas, tempat di mana kreator lokal, pelaku UMKM, seniman, hingga penikmat budaya berinteraksi secara langsung dalam atmosfer yang hangat dan autentik.

Zefri Alfaruqy selaku Head of Communications
Mendatangi Zefri Alfaruqy selaku Head of Communications menerangkan tema kali ini adalah “Bali Revival”, Island Bazaar tampil lebih berani dengan pendekatan yang imersif. Tradisi tidak lagi hanya dipertontonkan tetapi dihidupkan dan dirasakan.
Melirik stand Angen Community yang merubah sampah plastik menjadi beraneka ragam karya, Zefri Alfaruqy menyebutkan bahwa itu cara BTID bekerja sama dengan warga Desa Adat Serangan dalam mengolah sampah plastiK menjadi barang berguna.

“Ya, kami juga memakainya seperti name tag kami bahannya dari plastik daur ulang karya mereka, ” Ungkap Zefri, Sabtu, 2 Mei 2026.
Di tempat – tempat ruang meeting tempat tissue – nya juga dikatakannya banyak menggunakan barang dari Angen Community yang merupakan karya dari mengubah sampah plastik menjadi karya yang berguna pakai.

Wayan Patut yang menjaga stand itu juga menerangkan bahwa ini adalah sampah tutup botol yang diolah menjadi barang yang bernilai ekonomi. Ia menunjukan sebuah karya yang dihasilkan dari tutup botol bekas plastik yang telah berhasil menjadi tatakan gelas, holder hape, plang penomeran rumah dan lain sebagainya.
“Minimal ada pengolahan sampah plastik menjadi nilai ekonomis yang tentu mendatangkan nilai tambah, belum lagi darinsisi nilai lingkungannya”
“Iya, Island Bazzar ini menjadi wadah promosi bagi produk – produk yang dihasilkan dari sampah plastik, dan juga mempromosikan bahwa masyarakat Desa Serangan telah mampu mengolah sampah plastiknya, terutama sampah anorganik yang selama ini masih menjadi persoalan, ” Terang Patut.
Dalam acara tersebut Interaksi budaya juga diperkuat melalui workshop dan pertunjukan Tari Kecak bersama komunitas Bumi Bajra, menghadirkan ruang belajar sekaligus apresiasi terhadap seni tradisi Bali secara langsung.
Ruang Kreatif, Dari Keramik hingga Museum
Island Bazaar bukan hanya panggung hiburan, tetapi juga laboratorium kreativitas. Workshop interaktif dari Kevala Ceramics, Museum Pasifika, Sharon Florist, hingga kreator lokal lainnya membuka ruang eksplorasi bagi pengunjung yang ingin terlibat, bukan sekadar melihat.
Kuliner Kurasi, Dari Wine hingga Street Food
Di sisi lain, pengalaman rasa menjadi bagian tak terpisahkan. Deretan kuliner seperti Hatten Wines, Palapa Drinks, 2080 Burger, Pinkies Gelato, serta berbagai food truck pilihan menghadirkan spektrum rasa yang luas, dari lokal hingga modern kontemporer.

Produk UMKM lokal seperti Ajeng Cinta Bumi, Manamu, Old East Indies, hingga Homesession Toiletries turut memperkuat identitas bazaar sebagai etalase produk kreatif Bali yang berkualitas.
Mulai dari pertunjukan Tari Kecak, alunan Sasando oleh Wilson, hingga sentuhan modern dari Westside Vinyl DJ, fashion show IDB, dan performa Oemah Seni Serangan, semuanya menyatu dalam satu narasi, Bali yang hidup, dinamis, dan terus berevolusi.
Island Bazaar bukan hanya agenda akhir pekan. Ia adalah pernyataan sikap. Komitmen Kura Kura Bali untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif terlihat jelas, menghubungkan talenta lokal dengan audiens yang lebih luas.
“Di Kura Kura Bali, kami tidak hanya menciptakan ruang. Kami membangun ekosistem di mana budaya dan ekonomi tumbuh bersama,” ujar Indra Head of marketing comunication.

Dengan konsep pet-friendly, ramah keluarga, serta komitmen tanpa kemasan plastik, Island Bazaar juga membawa pesan keberlanjutan. Sebuah langkah kecil yang menunjukkan bahwa perayaan budaya bisa berjalan seiring dengan kepedulian lingkungan.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar