Breaking News
light_mode

Desa Serangan Tak Mau Diadu Domba, Bandesa Adat Bongkar Dugaan Oknum Tunggangi Isu Penyegelan KEK Kura Kura Bali

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Polemik penyegelan proyek nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali berbuntut panjang. Bandesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha, angkat suara keras dan membantah klaim adanya dukungan warga Serangan terhadap langkah Panitia Khusus (Pansus) TRAP DPRD Bali.

Ditemui di Kantor Desa Adat Serangan, Jumat (24/4/2026), Pariatha menegaskan bahwa pihak-pihak yang mengatasnamakan “Warga Serangan” patut dicurigai sebagai oknum yang berupaya memecah hubungan antara masyarakat adat dengan investor, PT Bali Turtle Island Development (BTID).

Bandesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha.

“Kalau disebut warga mendukung penyegelan, itu bukan warga kami. Bisa saja individu yang mengatasnamakan Serangan. Selama ini hubungan kami dengan BTID baik-baik saja,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, keberadaan BTID justru memberi dampak nyata bagi masyarakat. Sedikitnya 135 warga Serangan, termasuk penyandang disabilitas, saat ini bekerja di kawasan tersebut.

Menurutnya, hubungan harmonis antara Desa Adat Serangan dan BTID telah terjalin lama melalui berbagai program, termasuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang langsung dirasakan masyarakat.

Pariatha juga menyayangkan situasi kisruh yang muncul akibat langkah Pansus TRAP DPRD Bali yang berupaya menyegel proyek di kawasan KEK. Ia menilai kondisi ini berpotensi dimanfaatkan pihak tertentu untuk menciptakan kegaduhan sekaligus merusak iklim investasi.

“Kalau memang ada pelanggaran tata ruang, kenapa tidak ditempuh jalur hukum? DPRD seharusnya menggugat, bukan malah membuat situasi jadi gaduh,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menyinggung beban yang selama ini ditanggung warga Serangan, termasuk dampak lingkungan dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang disebut telah lama memengaruhi kesehatan masyarakat.

“Kami sudah bertahun-tahun menghadapi udara tidak sehat. Sekarang malah mau dibenturkan lagi dengan investor. Ini tidak adil,” katanya dengan nada kecewa.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal tegas bahwa Desa Adat Serangan tidak ingin dijadikan alat dalam konflik kepentingan yang berpotensi merugikan masyarakat lokal maupun stabilitas investasi di Bali.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Batu Ampargate Disidangkan Lagi! Aliansi Buleleng Jaya Pertanyakan Kepastian Hukum yang Telah Inkracht

    Batu Ampargate Disidangkan Lagi! Aliansi Buleleng Jaya Pertanyakan Kepastian Hukum yang Telah Inkracht

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 7Komentar

    Putusan PTUN yang diklaim telah berkekuatan hukum tetap dan penolakan PK menjadi dasar desakan agar kewenangan serta objek perkara Batu Ampargate diperjelas. BULELENG – Bergulirnya kembali perkara yang dikenal sebagai Batu Ampargate di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja menuai sorotan dari LSM Aliansi Buleleng Jaya. Lembaga tersebut mempertanyakan dasar hukum persidangan yang kembali berjalan, sementara perkara […]

  • Posko THR–BHR 2026 Dibuka, Aliansi HAPERA Bali Perluas Advokasi hingga Ojol dan Pekerja Informal

    Posko THR–BHR 2026 Dibuka, Aliansi HAPERA Bali Perluas Advokasi hingga Ojol dan Pekerja Informal

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 7Komentar

    DENPASAR – Aliansi Hak Pekerja Sejahtera (HAPERA) Bali membuka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bantuan Hari Raya (BHR) Nyepi serta Idul Fitri 2026. Posko ini disiapkan sebagai ruang advokasi bagi pekerja yang mengalami pelanggaran hak, sekaligus memperluas jangkauan pengaduan hingga pekerja sektor informal seperti pengemudi dan kurir online. Posko yang mulai dibuka pada […]

  • KPK Dalami Uang Rp106,3 Miliar, Nama Nusron Wahid Disebut dalam Kasus HGB Bogor

    KPK Dalami Uang Rp106,3 Miliar, Nama Nusron Wahid Disebut dalam Kasus HGB Bogor

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    Uang dalam 20 koper disita dalam OTT pengurusan HGB Summarecon; KPK masih menelusuri asal-usul dan aliran dana serta kemungkinan keterkaitan pihak lain. JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami asal-usul dan aliran uang tunai senilai sekitar Rp106,3 miliar yang disita dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di […]

  • Ancaman “Kegelapan Digital” dari Selat Hormuz, Indonesia Diminta Siaga Hadapi Risiko Global

    Ancaman “Kegelapan Digital” dari Selat Hormuz, Indonesia Diminta Siaga Hadapi Risiko Global

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    JAKARTA — Selama ini Selat Hormuz dikenal sebagai jalur vital distribusi energi dunia. Namun di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, perhatian tidak lagi hanya tertuju pada minyak, melainkan pada ancaman yang lebih sunyi: potensi terputusnya kabel serat optik bawah laut yang menopang komunikasi global. Pakar dari Kelompok Ahli Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Drs. Hamidin, […]

  • Tuna Hidup untuk Bergerak, Mati Jika Diam, Rahasia Mesin Hidup Lautan

    Tuna Hidup untuk Bergerak, Mati Jika Diam, Rahasia Mesin Hidup Lautan

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 17Komentar

    DENPASAR – Lautan menyimpan banyak misteri, dan salah satunya adalah kisah luar biasa tentang ikan tuna, spesies pelagis yang hidupnya benar-benar bergantung pada gerakan. Tak banyak yang tahu, ikan tuna adalah salah satu makhluk laut yang tidak bisa berhenti berenang. Jika mereka diam terlalu lama, mereka bisa mati kehabisan oksigen. Berbeda dengan kebanyakan ikan yang […]

  • FOTO Bali Festival 2026 Dibuka di Nuanu, Hadirkan Seniman dari 24 Negara dan Perkuat Jejaring Fotografi Asia Tenggara

    FOTO Bali Festival 2026 Dibuka di Nuanu, Hadirkan Seniman dari 24 Negara dan Perkuat Jejaring Fotografi Asia Tenggara

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    DENPASAR – FOTO Bali Festival 2026 resmi dibuka di Nuanu Creative City, Bali, Rabu (3/6), menandai dimulainya penyelenggaraan edisi kedua festival fotografi internasional yang akan berlangsung hingga 12 Juli 2026. Mengusung tema Afterimage, festival ini menghadirkan 36 seniman dari 24 negara melalui berbagai program pameran, diskusi, lokakarya, proyeksi karya, hingga kegiatan publik yang berlangsung selama […]

expand_less