Breaking News
light_mode

PSN Koordinator Denpasar Barat Gelar FGD, Tekankan Etika Pinandita dalam Menjaga Kesakralan Pemangku

  • account_circle Ray
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Kecamatan Denpasar Barat mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar sebagai bagian upaya memperkuat nilai-nilai etika dalam pelaksanaan ngayah sebagai pemangku. Kegiatan yang berlangsung di Aula PHDI Provinsi Bali ini menghadirkan berbagai tokoh spiritual dan praktisi budaya sebagai narasumber, Sabtu (11/4/2026).

FGD tersebut mengangkat tema “Etika Pemangku Ngayah Masolah” sebagai refleksi atas pentingnya menjaga kesucian peran pemangku di tengah dinamika sosial modern. Hadir sebagai keynote speaker, I Nyoman Kenak, Ida Bhagawan Budha Wajrastawa Dwijananda, praktisi budaya Dr. Nyoman Suardika dan praktisi tari Prof. Dr. Ni Made Arshiniwati.

Ida Bhagawan Budha Wajrastawa Dwijananda, dalam wawancara singkatnya menegaskan bahwa sikap seorang pemangku atau pinandita harus tetap menjaga kehormatannya sebagai pengemban nilai spiritual di tengah masyarakat.

“Pada jaman keterbukaan informasi dan jaman media sosial ini bila seorang pemangku menjaga dirinya dan memahami tujuan kehidupan tentu tidak akan mengumbar indrianya, ” Pesan Ida.

Bully yang terjadi di media sosial tentu wajib menjadi pijakan dalam menjaga etika, seperti Tari Rejang (sering juga disebut merejang) pemangku kita menyanyi – nyanyi dan kerauhan.

“Bila masuk tatanan media sosial tentu Rwabhineda itu ada, ada yang percaya setuju dan ada yang tidak dan membully, ini membuat pemangku icāl (dibaca: ical) karena telah tidak menjaga kesakralannya, ” Sebut Ida.

Ida Bhagawan Budha Wajrastawa Dwijananda ingin pemangku atau pinandita diletakan ditempat yang terhormat. Beliau juga menegaskan agar tetap menjaga kesakralan sebuah tarian yang merupakan suatu rangkaian upakara agar tidak terkikis demi sebuah pariwisata.

“Tari Sanghyang, Tari Rejang, Tari Baris Gede, Tari Pendet, Tari Topeng Sidakarya, kalo bersifat hiburan baru dipertontonkan”

Tari Barong misalnya, menurut Ida Bhagawan Budha, Barong tidak muncul dari ruang hampa tetapi ada Tattwa yang mendasarinya.

Kemudian Prof. Dr. Ni Made Arshiniwati, menyebutkan bahwa sakral dan tidaknya suatu tarian terletak pada tujuan atau niatnya.

Bila tari Rejang tidak pernah dipertontonkan untuk tujuan komersial, dari semua persiapannya bahkan penarinya pun dipersiapkan dengan disucikan. Tarian Barong jenis yang berbeda.

“Barong yang sakral itu tidak pernah dipertontonkan tetapi bila Barong untuk pariwisata adalah duplikatnya. Untuk ditonton sakral pun siapapun boleh menontonnya tidak hanya pemedek, tetapi tujuan tarian itu bukan untuk tontonan melainkan persembahan atau ritual dari sebuah rangkaian upakara, ” Tegasnya.

Pinandita I Wayan Subrata selaku ketua PSN Korcam Denpasar Barat, menekankan agar dalam diskusi ini para pinandita dapat memahami sikap dan perilakunya saat berada dalam masyarakat. Kegiatan yang kiranya dapat menimbulkan pro dan kontra tentang kesakralan misalnya harus lebih dijaga.

“Disini kita mencari kesepakatan, kesepahaman agar menjadi pegangan atau acuan dalam. melaksanakan sesana sebagai pemangku, ” Pungkasnya.

Pinandita I Wayan Sudiana dalam hal ini selaku ketua panitia acara FGD, juga sepaham dengan adanya role model di kota Denpasar untuk kesimpang siuran saat melaksanakan Tari Rejang.

“Banyak perdebatan di masyarakat pada saat Tari Rejang dilaksanakan, ada yang mengatakan tidak pantas di tempat seperti itu dan pantasnya begini. Disinilah kami mengambil kesimpulan untuk wilayah Denpasar sebagai acuan kedepannya, ” Jelasnya. (Ray)

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1.373 Calon Mahasiswa Lolos Jalur UTBK Mandiri Unud, Fakultas Kedokteran Tetap Jadi Primadona

    1.373 Calon Mahasiswa Lolos Jalur UTBK Mandiri Unud, Fakultas Kedokteran Tetap Jadi Primadona

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Jimbaran – Universitas Udayana resmi mengumumkan hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Mandiri untuk Tahun Akademik 2025/2026, pada Jumat (18/7/2025). Dari total daya tampung 2.429 kursi yang tersedia, sebanyak 1.373 peserta dinyatakan lolos seleksi jalur ini. Peminatan terhadap program studi tertentu masih menunjukkan tren yang tinggi. Fakultas Kedokteran, khususnya […]

  • Keras! Ancaman China soal Campur Tangan AS Soal Penyatuan Taiwan

    Keras! Ancaman China soal Campur Tangan AS Soal Penyatuan Taiwan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Beijing — China menyampaikan peringatan keras terhadap Amerika Serikat yang dinilai semakin intens mencampuri kepentingan strategis Beijing, khususnya terkait isu Taiwan dan stabilitas kawasan Asia-Pasifik. Wakil Presiden Center for China and Globalization (CCG), Victor Gao, menegaskan bahwa China tidak akan memulai konflik, namun tidak akan ragu membalas setiap bentuk serangan atau provokasi terhadap kedaulatannya. “China […]

  • Naur Sesangi Joged, Piodalan Pura Luhur Pucak Manik Angkeran Syukuri Kemenangan Koster – Giri

    Naur Sesangi Joged, Piodalan Pura Luhur Pucak Manik Angkeran Syukuri Kemenangan Koster – Giri

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Ray
    • 6Komentar

    BULELENG – Pura Luhur Pucak Manik Angkeran (klik untuk link), sebuah Pura yang memiliki pemandangan yang indah dan menawan. Di wilayah sekitar telah banyak dibangun villa – villa yang disukai oleh Warga Negara Asing (WNA) karena eksotiknya wilayah di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak dan Kabupaten Buleleng tersebut. Dalam Upacara Pujawali atau Piodalan di Pura Luhur […]

  • Polemik Simbol Religi di Toilet, Kasus di Pecatu Picu Respons Organisasi

    Polemik Simbol Religi di Toilet, Kasus di Pecatu Picu Respons Organisasi

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    BADUNG – Daya tarik Sang Buddha yang hidup sekitar abad ke-6 hingga ke-4 SM, pamornya masih sampai dengan hari ini di seluruh dunia. Walaupun penganut agama mereka di Indonesia cenderung masih relatif sedikit. Banyak cafe, restoran dan Spa menggunakan simbolik Buddha sebagai maskot mereka, entah untuk meningkatkan aura keberadaan tempat tersebut atau simbolik “peacefull” yang […]

  • Meme Viral Kritik Syarat Wapres Lebih Rendah dari Pekerja Umum

    Meme Viral Kritik Syarat Wapres Lebih Rendah dari Pekerja Umum

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    “GWS Negeri Ku” Jadi Simbol Kekecewaan Anak Muda JAKARTA – Sebuah meme yang menampilkan kritik tajam terhadap standar pendidikan dalam dunia kerja dan politik Indonesia mendadak viral di media sosial. Meme tersebut menyoroti ironi antara syarat pendidikan untuk melamar pekerjaan umum yang mewajibkan minimal pendidikan Sarjana (S1), sementara syarat untuk mendaftar sebagai Wakil Presiden Republik […]

  • Hanny Aprilitta Fanggidae, Talenta Ganda, PNS Berprestasi dan Inovator Kuliner Berbakat

    Hanny Aprilitta Fanggidae, Talenta Ganda, PNS Berprestasi dan Inovator Kuliner Berbakat

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 4Komentar

    Rote Ndao — Hanny Aprilitta Fanggidae, seorang sosok yang menginspirasi, membuktikan bahwa talenta tidak mengenal batas. Dikenal sebagai Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya, Agama dan Ormas pada Badan Kesbangpol Kabupaten Rote Ndao, Hanny juga memiliki bakat luar biasa di bidang kuliner. Terutama dalam mengolah siwalan matang menjadi kreasi cake kekinian yang super lezat. Baru-baru […]

expand_less