Breaking News
light_mode

PSN Koordinator Denpasar Barat Gelar FGD, Tekankan Etika Pinandita dalam Menjaga Kesakralan Pemangku

  • account_circle Ray
  • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Kecamatan Denpasar Barat mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar sebagai bagian upaya memperkuat nilai-nilai etika dalam pelaksanaan ngayah sebagai pemangku. Kegiatan yang berlangsung di Aula PHDI Provinsi Bali ini menghadirkan berbagai tokoh spiritual dan praktisi budaya sebagai narasumber, Sabtu (11/4/2026).

FGD tersebut mengangkat tema “Etika Pemangku Ngayah Masolah” sebagai refleksi atas pentingnya menjaga kesucian peran pemangku di tengah dinamika sosial modern. Hadir sebagai keynote speaker, I Nyoman Kenak, Ida Bhagawan Budha Wajrastawa Dwijananda, praktisi budaya Dr. Nyoman Suardika dan praktisi tari Prof. Dr. Ni Made Arshiniwati.

Ida Bhagawan Budha Wajrastawa Dwijananda, dalam wawancara singkatnya menegaskan bahwa sikap seorang pemangku atau pinandita harus tetap menjaga kehormatannya sebagai pengemban nilai spiritual di tengah masyarakat.

“Pada jaman keterbukaan informasi dan jaman media sosial ini bila seorang pemangku menjaga dirinya dan memahami tujuan kehidupan tentu tidak akan mengumbar indrianya, ” Pesan Ida.

Bully yang terjadi di media sosial tentu wajib menjadi pijakan dalam menjaga etika, seperti Tari Rejang (sering juga disebut merejang) pemangku kita menyanyi – nyanyi dan kerauhan.

“Bila masuk tatanan media sosial tentu Rwabhineda itu ada, ada yang percaya setuju dan ada yang tidak dan membully, ini membuat pemangku icāl (dibaca: ical) karena telah tidak menjaga kesakralannya, ” Sebut Ida.

Ida Bhagawan Budha Wajrastawa Dwijananda ingin pemangku atau pinandita diletakan ditempat yang terhormat. Beliau juga menegaskan agar tetap menjaga kesakralan sebuah tarian yang merupakan suatu rangkaian upakara agar tidak terkikis demi sebuah pariwisata.

“Tari Sanghyang, Tari Rejang, Tari Baris Gede, Tari Pendet, Tari Topeng Sidakarya, kalo bersifat hiburan baru dipertontonkan”

Tari Barong misalnya, menurut Ida Bhagawan Budha, Barong tidak muncul dari ruang hampa tetapi ada Tattwa yang mendasarinya.

Kemudian Prof. Dr. Ni Made Arshiniwati, menyebutkan bahwa sakral dan tidaknya suatu tarian terletak pada tujuan atau niatnya.

Bila tari Rejang tidak pernah dipertontonkan untuk tujuan komersial, dari semua persiapannya bahkan penarinya pun dipersiapkan dengan disucikan. Tarian Barong jenis yang berbeda.

“Barong yang sakral itu tidak pernah dipertontonkan tetapi bila Barong untuk pariwisata adalah duplikatnya. Untuk ditonton sakral pun siapapun boleh menontonnya tidak hanya pemedek, tetapi tujuan tarian itu bukan untuk tontonan melainkan persembahan atau ritual dari sebuah rangkaian upakara, ” Tegasnya.

Pinandita I Wayan Subrata selaku ketua PSN Korcam Denpasar Barat, menekankan agar dalam diskusi ini para pinandita dapat memahami sikap dan perilakunya saat berada dalam masyarakat. Kegiatan yang kiranya dapat menimbulkan pro dan kontra tentang kesakralan misalnya harus lebih dijaga.

“Disini kita mencari kesepakatan, kesepahaman agar menjadi pegangan atau acuan dalam. melaksanakan sesana sebagai pemangku, ” Pungkasnya.

Pinandita I Wayan Sudiana dalam hal ini selaku ketua panitia acara FGD, juga sepaham dengan adanya role model di kota Denpasar untuk kesimpang siuran saat melaksanakan Tari Rejang.

“Banyak perdebatan di masyarakat pada saat Tari Rejang dilaksanakan, ada yang mengatakan tidak pantas di tempat seperti itu dan pantasnya begini. Disinilah kami mengambil kesimpulan untuk wilayah Denpasar sebagai acuan kedepannya, ” Jelasnya. (Ray)

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Sleman Dinonaktifkan, Dua Kasus Besar Seret Kombes Edy Setyanto

    Kapolres Sleman Dinonaktifkan, Dua Kasus Besar Seret Kombes Edy Setyanto

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    SLEMAN — Nama Kepala Kepolisian Resor Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto, menjadi sorotan nasional. Perwira menengah Polri itu dinonaktifkan sementara dari jabatannya menyusul polemik penanganan perkara Hogi Minaya yang memicu kegaduhan publik dan kritik luas terhadap kinerja kepolisian. Penonaktifan tersebut merupakan tindak lanjut dari Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT) yang dilakukan Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) […]

  • Senyuman, Lengkungan Terindah di Alam Semesta

    Senyuman, Lengkungan Terindah di Alam Semesta

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh Guruji Gede Prama Photo courtesy: Goes D’ Mandala   DENPASAR – Senyuman kerap disebut sebagai bahasa universal yang mampu menembus batas apa pun: usia, budaya, bahkan suasana hati. Dalam pandangan Guruji Gede Prama, senyuman bukan sekadar gerakan bibir, melainkan salah satu lengkungan terindah yang pernah diciptakan alam semesta, sebuah anugerah kecil yang membawa dampak […]

  • AWDI Condemns Detention of Indonesian Journalists and Civilians by Israeli Navy in Gaza Waters

    AWDI Condemns Detention of Indonesian Journalists and Civilians by Israeli Navy in Gaza Waters

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    JAKARTA — The Central Executive Board of the Indonesian Democratic Journalists Association, Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI), has strongly condemned the interception and detention of Indonesian journalists and civilians by the Israeli Navy during a humanitarian mission bound for Gaza. The statement was delivered by AWDI Chairman following the organization’s receipt of an official statement […]

  • Netizen Kecam Koster! Denial, Tata Kota Amburadul, hingga Tak Paham Data Korban Banjir

    Netizen Kecam Koster! Denial, Tata Kota Amburadul, hingga Tak Paham Data Korban Banjir

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Kritik pedas kepada Gubernur Bali Wayan Koster ramai bergema di media sosial, salah satunya datang dari akun TikTok Silvia Tjan (@mich.schndr). Dalam sebuah unggahan berbentuk surat terbuka, Silvia yang mengaku lahir, besar, dan hidup lebih dari 30 tahun di Bali, meluapkan kekecewaannya terhadap sikap Koster dalam menyikapi bencana banjir yang menelan korban jiwa […]

  • AMPI Laporkan 30 Akun Medsos ke Bareskrim, Diduga Sebar Fitnah terhadap Bahlil Lahadalia

    AMPI Laporkan 30 Akun Medsos ke Bareskrim, Diduga Sebar Fitnah terhadap Bahlil Lahadalia

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) resmi melaporkan sekitar 30 akun media sosial ke Bareskrim Polri. Langkah ini diambil karena akun-akun tersebut diduga menyebarkan fitnah dan ujaran kebencian terhadap Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Wakil Ketua Umum DPP AMPI, Steven Izaac Risakotta, mengatakan pelaporan […]

  • Rugi Membengkak, Garuda Indonesia Masih Hadapi Turbulensi Pemulihan

    Rugi Membengkak, Garuda Indonesia Masih Hadapi Turbulensi Pemulihan

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    JAKARTA — Kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) sepanjang 2025 masih belum menunjukkan tanda pemulihan yang signifikan. Maskapai pelat merah ini justru mencatat lonjakan kerugian bersih yang cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, Garuda Indonesia membukukan kerugian sebesar USD319,39 juta atau sekitar Rp5,4 triliun. Angka tersebut meningkat drastis dari kerugian tahun […]

expand_less