Breaking News
light_mode

Saat Dipaksa Mandiri, Pemerintah Juga Ancam Sanksi Warga! Somya: Akar Masalah TPST Tak Optimal

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Permasalahan sampah di Bali kian menunjukkan kompleksitas yang mengkhawatirkan. Di tengah upaya pemerintah mendorong pengelolaan berbasis sumber, masyarakat justru berada di posisi paling terdampak—bahkan terancam sanksi hukum saat berupaya mencari solusi mandiri.

Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang direncanakan sejak Desember lalu menjadi titik krusial yang membuka persoalan laten pengelolaan sampah di Pulau Dewata. Kebijakan tersebut dinilai tidak diiringi kesiapan infrastruktur dan sistem alternatif yang memadai. Akibatnya, penanganan sampah di tingkat hulu hingga hilir menjadi tersendat.

Advokat I Made Somya Putra menilai kondisi ini sebagai bentuk ketidaksiapan kebijakan publik yang berdampak langsung pada masyarakat. “Korban sesungguhnya adalah masyarakat, bukan pemerintah. Mereka yang menghirup bau, menghadapi lingkungan kotor, hingga menanggung konflik sosial akibat sampah,” ujarnya.

Dalam praktiknya, warga kini dituntut mengelola sampah secara mandiri. Mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga pembiayaan, sebagian besar dilakukan secara swakelola. Bahkan, masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pengangkutan sampah, di tengah keterbatasan armada dan fasilitas yang disediakan pemerintah.

Kondisi ini memicu munculnya berbagai inisiatif lokal, seperti pembuatan komposter dan “teba modern”. Namun, tanpa edukasi teknis yang memadai, langkah tersebut berpotensi menimbulkan persoalan baru, termasuk pencemaran lingkungan.

Ironisnya, di saat masyarakat berupaya mandiri, tindakan seperti pembakaran sampah justru berujung ancaman sanksi hukum. Aparat penegak hukum disebut mulai mengambil langkah represif, meski situasi dinilai belum normal akibat minimnya dukungan sistem dari pemerintah.

“Ketika masyarakat dipaksa menyelesaikan masalah sendiri, lalu dihukum atas cara yang mereka tempuh, ini menjadi kebijakan yang tidak bijak,” tegas Somya.

Di sisi lain, publik juga mempertanyakan efektivitas anggaran yang telah digelontorkan pemerintah. Data menunjukkan adanya alokasi dana dari pungutan wisatawan asing, namun dampaknya dinilai belum signifikan dalam menyelesaikan persoalan mendasar.

Ketiadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang optimal serta minimnya infrastruktur pendukung membuat sampah residu tetap menjadi persoalan. Dalam beberapa kasus, masyarakat bahkan harus mencari lokasi pembuangan sendiri, seolah menjalankan fungsi pemerintah secara mandiri.

Situasi ini turut memicu ketegangan sosial di tingkat komunitas, mulai dari konflik antarwarga hingga meningkatnya keluhan terhadap kondisi lingkungan yang memburuk.

Sebagai langkah konkret, sejumlah solusi mulai disuarakan. Di antaranya penetapan status darurat sampah, pengalihan anggaran non-prioritas ke sektor pengelolaan sampah, hingga membuka ruang bagi investasi swasta dalam industri pengolahan sampah ramah lingkungan.

Selain itu, diperlukan sistem terintegrasi dari tingkat provinsi hingga desa, termasuk mekanisme pengaduan berbasis digital agar respons pemerintah lebih cepat dan terukur.

“Penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan imbauan. Harus ada infrastruktur, regulasi yang jelas, serta pendekatan yang adil kepada masyarakat,” tambahnya.

Di tengah situasi yang disebut “pati kaplug” atau serba sulit, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci. Tanpa itu, krisis sampah di Bali dikhawatirkan akan terus membesar dan masyarakat tetap menjadi pihak yang paling menanggung akibatnya.

Dikutip dari Made Somya Putra

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Larangan Atlet Israel! Antara Kedaulatan dan Semangat Sportivitas

    Larangan Atlet Israel! Antara Kedaulatan dan Semangat Sportivitas

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Polemik larangan atlet Israel berlaga di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta menempatkan Indonesia dalam pusaran tarik menarik antara prinsip konstitusi dan semangat universal olahraga. Pemerintah Indonesia tetap teguh pada keputusan tidak memberikan visa bagi atlet Israel, meski berimbas pada sanksi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick […]

  • Serap Aspirasi Anak Muda, Tutik Kusuma Wardhani Dukung Turnamen Bola Voli di Desa Seraya

    Serap Aspirasi Anak Muda, Tutik Kusuma Wardhani Dukung Turnamen Bola Voli di Desa Seraya

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 2Komentar

    Tutik Kusuma Wardhani menyerahkan peralatan olahraga dan mendorong generasi muda Desa Seraya menjadikan olahraga sebagai wadah membangun kesehatan, prestasi, dan kualitas SDM. KARANGASEM – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani, SE., MM., M.Kes., terus menunjukkan kedekatannya dengan generasi muda. Hal itu terlihat saat dirinya berbaur bersama kaum milenial dalam […]

  • Harapan untuk Kadek Bunga Berliana, Uluran Tangan Kemanusiaan Wujudkan Akses Berobat Hingga Dua Tahun ke Depan

    Harapan untuk Kadek Bunga Berliana, Uluran Tangan Kemanusiaan Wujudkan Akses Berobat Hingga Dua Tahun ke Depan

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 15Komentar

    BANGLI – Semangat gotong royong dan nilai kemanusiaan kembali nyata dalam aksi solidaritas terhadap Kadek Bunga Berliana, seorang remaja 15 tahun asal Desa Siakin, Bangli, yang tengah berjuang melawan penyakit autoimun langka, Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau Lupus. Berbagai pihak dengan penuh kasih telah menggalang dan menghimpun donasi sebesar Rp16.800.000, yang kini telah ditabung atas […]

  • Samudra Tersembunyi Tiga Kali Lebih Besar dari Semua Lautan Ditemukan 640 Km di Bawah Permukaan Bumi

    Samudra Tersembunyi Tiga Kali Lebih Besar dari Semua Lautan Ditemukan 640 Km di Bawah Permukaan Bumi

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    BALI – Para ilmuwan baru-baru ini mengungkap penemuan luar biasa yang mengubah pemahaman manusia tentang asal-usul air di Bumi dan dinamika planet kita. Terletak sekitar 400 mil atau 640 kilometer di bawah permukaan Bumi, di wilayah yang dikenal sebagai mantel bagian atas, ditemukan sebuah waduk air raksasa yang diperkirakan memiliki volume tiga kali lipat lebih […]

  • Anak Dibawa Tanpa Izin, LBH Ansor Bali Bantu Avril Dapatkan Kembali Anak Kandungnya

    Anak Dibawa Tanpa Izin, LBH Ansor Bali Bantu Avril Dapatkan Kembali Anak Kandungnya

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Ray
    • 13Komentar

    DENPASAR – Sungguh malang seorang ibu yang berjuang mencari buah hatinya yang diduga dilarikan oleh seorang ibu tiri dari Avril Waloeyo. Anak laki – laki yang berumur 3,5 tahun ini kini tinggal dengan nenek tanpa izin dari ibunya yakni Avril Waloeyo. Kisah ini berawal dari pihak korban Avril Waloeyo yang meninggalkan tempat tinggalnya bersama ibu […]

  • Ilustrasi gambar

    Kehilangan Warga di Rote Barat Daya, Laporan Orang Hilang atas Nama Tin Dama

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 18Komentar

    Rote Ndao – Pada tanggal 6 Oktober 2025, Sektor Rote Barat Daya mengeluarkan laporan keterangan orang hilang atas nama Tin Dama. Laporan dengan nomor B/03/X/2025/SPKT/SEK RBD/RES RN/POLDA NTT ini mengindikasikan adanya seorang warga yang belum kembali ke rumah sejak tanggal 1 Oktober 2025. Tin Dama, seorang perempuan kelahiran Derenitan pada tanggal 28 Juli 1999, dilaporkan […]

expand_less