Breaking News
light_mode

Sampah Organik Membanjiri TPA, Pengelolaan dari Rumah Jadi Solusi Mendesak

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar — Persoalan sampah di Indonesia kembali menjadi perhatian serius. Data terbaru menunjukkan sekitar 50–60 persen sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) merupakan sampah organik. Ironisnya, jenis sampah ini justru tergolong paling mudah dikelola, bahkan dari sumbernya sendiri.

Di lapangan, kebiasaan membuang sampah organik langsung ke TPA masih umum terjadi. Padahal, karakter sampah organik yang cepat membusuk memicu berbagai persoalan lingkungan, mulai dari bau tidak sedap, pencemaran air lindi, hingga emisi gas metana yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Dalam berbagai kampanye pengelolaan sampah berkelanjutan, muncul penegasan bahwa peran TPA seharusnya hanya sebagai tempat penampungan residu akhir, bukan menjadi lokasi pembuangan utama seluruh jenis sampah.

Dampak Lingkungan Kian Nyata

Penumpukan sampah organik di TPA membawa dampak serius. Proses pembusukan tanpa pengelolaan yang baik menghasilkan gas berbahaya dan mempercepat kapasitas TPA mencapai batas maksimal. Kondisi ini turut memperparah krisis sampah di berbagai daerah, termasuk Bali yang saat ini tengah berupaya membenahi tata kelola lingkungannya.

Selain itu, ketergantungan pada TPA juga membebani anggaran pemerintah, baik untuk proses pengangkutan, pengolahan, maupun penanganan dampak lingkungan dalam jangka panjang.

Pengelolaan dari Sumber Jadi Kunci

Di tengah kompleksitas tersebut, solusi dinilai dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni mengelola sampah organik sedekat mungkin dari sumbernya, seperti rumah tangga dan lingkungan sekitar.

Beberapa metode yang dapat diterapkan antara lain pengomposan skala rumah tangga untuk mengolah sisa makanan dan daun menjadi pupuk alami, serta pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) yang mampu mengurai sampah organik dengan cepat sekaligus menghasilkan nilai ekonomi sebagai pakan ternak.

Pendekatan ini dinilai efektif karena mampu mengurangi volume sampah sejak awal, sekaligus menekan potensi pencemaran lingkungan.

Tekan Beban TPA, Buka Peluang Ekonomi

Jika pengelolaan sampah organik dilakukan dari sumber, volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan secara signifikan. Hal ini tidak hanya memperpanjang عمر operasional TPA, tetapi juga mengurangi beban biaya pengelolaan.

Lebih dari itu, pengelolaan berbasis sumber membuka peluang ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular, di mana sampah dipandang sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna.

Perubahan Dimulai dari Rumah

Krisis sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan persoalan bersama. Perubahan besar dinilai harus dimulai dari kebiasaan kecil di tingkat rumah tangga.

Pengelolaan sampah organik secara mandiri kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Tanpa perubahan pola pikir, TPA berpotensi menjadi ancaman lingkungan jangka panjang yang semakin sulit dikendalikan.

Pertanyaannya kini, apakah sampah organik akan terus berakhir di TPA, atau mulai dikelola dari rumah sebagai bagian dari solusi berkelanjutan?

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koalisi Advokasi Bali untuk Demokrasi Soroti Dugaan Kriminalisasi Aktivis dalam Sidang Tomy Priatna Wiria

    Koalisi Advokasi Bali untuk Demokrasi Soroti Dugaan Kriminalisasi Aktivis dalam Sidang Tomy Priatna Wiria

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    Denpasar, 29 Maret 2026 — Sidang kedua perkara yang menjerat aktivis muda Tomy Priatna Wiria berubah menjadi panggung kritik terhadap praktik penegakan hukum. Koalisi Advokasi Bali untuk Demokrasi menilai proses hukum yang berlangsung bukan sekadar perkara pidana, melainkan bagian dari upaya membatasi hak-hak fundamental warga negara. Dalam pernyataan resminya, perwakilan koalisi, I Made “Ariel” Suardana […]

  • Tikus dan Api, Wajah Kelam Keadilan di Abad Pertengahan

    Tikus dan Api, Wajah Kelam Keadilan di Abad Pertengahan

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Di masa ketika keadilan sering kali dikendalikan oleh rasa takut, abad pertengahan menyimpan banyak kisah kelam tentang hukuman yang tak hanya menyakiti tubuh, tetapi juga menghancurkan jiwa. Salah satu bentuk penyiksaan paling mengerikan yang pernah tercatat dalam sejarah adalah penyiksaan dengan tikus, metode yang dirancang bukan untuk membunuh dengan cepat, melainkan untuk membuat […]

  • Bali Fashion Trend 2025! Beyond Beauty, Ketika Mode Menjadi Bahasa Global dari Pulau Dewata

    Bali Fashion Trend 2025! Beyond Beauty, Ketika Mode Menjadi Bahasa Global dari Pulau Dewata

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Ubud, Bali — Bali kembali mengukuhkan dirinya sebagai panggung kreatif kelas dunia melalui gelaran Bali Fashion Trend 2025 (BFT 2025), sebuah perayaan mode berskala internasional yang menghadirkan pertemuan antara estetika, budaya, keberlanjutan, dan kolaborasi strategis lintas sektor. Diselenggarakan oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) Denpasar Chapter bekerja sama dengan Onyx Park Resort, ajang ini berlangsung pada […]

  • AST SpaceMobile Luncurkan BlueBird 6, Ubah Konektivitas Broadband Smartphone Tanpa Perangkat Tambahan

    AST SpaceMobile Luncurkan BlueBird 6, Ubah Konektivitas Broadband Smartphone Tanpa Perangkat Tambahan

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 11Komentar

    MIDLAND / SRISAILAM, 27 Desember 2025 — AST SpaceMobile Inc., perusahaan teknologi ruang angkasa asal Texas, mengumumkan keberhasilan peluncuran satelit BlueBird 6, satelit komunikasi generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan konektivitas broadband langsung ke smartphone standar tanpa perlu perangkat tambahan seperti antena atau modem khusus. Peluncuran ini dipandang sebagai salah satu terobosan terbesar dalam sejarah […]

  • Diduga Rusak Nama Baik! Media Siber Langgar Kode Etik, Dewan Pers Wajibkan Buat Hak Jawab

    Diduga Rusak Nama Baik! Media Siber Langgar Kode Etik, Dewan Pers Wajibkan Buat Hak Jawab

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Dalam surat surat penyelesaian pengaduan nomer 483/DP/K/IV/2026 yang dikeluarkan Dewan Pers, Jakarta 17 April 2026 yang ditunjukan kepada penanggung jawab Akun media sosial Tik Tok @informasipublik007 terhadap penayangan tangkapan layar media pemberitaan, @informasipublik007 Dugaan pelanggaran disiplin kembali mencuat di lingkungan Kepolisian Daerah Bali. Seorang perwira pertama yang bertugas di Yanma Polda Bali, IPDA […]

  • Bimba Rainbow Taman Giri Adakan Gelar Karya Lihat Kebunku, Michelle Natasha: Anak – anak Seperti Bunga yang Tumbuh

    Bimba Rainbow Taman Giri Adakan Gelar Karya Lihat Kebunku, Michelle Natasha: Anak – anak Seperti Bunga yang Tumbuh

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 47Komentar

    BADUNG – Bimba Rainbow Taman Giri mengadakan gelar karya dengan tema Lihat Kebunku, sebuah pentas seni dari anak-anak Bimba Rainbow Taman Giri yang letaknya Jalan Taman Giri Gang Mawar I Nomor 5, Lingkungan Mumbul, Badung, Bali, tersebut secara khusus diperuntukkan bagi anak usia 3 hingga 6 tahun. Pentas seni yang menarik hati ini diadakan di […]

expand_less