BTID Dukung Tradisi Buka Puasa Bersama di Kampung Bugis Serangan, Sekaligus Gerakkan UMKM Warga
- account_circle Admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar – Semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan kembali terasa di Kampung Bugis, Desa Serangan. PT Bali Turtle Island Development (BTID) mendukung kegiatan buka puasa bersama yang digelar warga di Masjid As-Syuhada, salah satu ikon sejarah perkembangan Islam di Pulau Serangan.
Kampung Bugis sendiri merupakan permukiman muslim bersejarah yang didirikan oleh nelayan Bugis-Makassar sejak abad ke-17. Sejak masa itu, masyarakat Muslim dan Hindu di Serangan hidup berdampingan secara harmonis, mencerminkan nilai toleransi yang telah terjaga selama berabad-abad.

Masjid As-Syuhada menjadi simbol penting dari harmoni tersebut. Di tempat ini, kegiatan keagamaan maupun sosial kerap melibatkan berbagai unsur masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.
Masjid bersejarah ini juga menyimpan peninggalan unik berupa Al-Qur’an kuno yang diperkirakan berusia sekitar 200 tahun. Naskah tersebut ditulis tangan pada lembaran berbahan daun yang dilapisi kulit sapi sebagai penutup. Manuskrip yang diyakini dibawa oleh tokoh Islam Bugis dari Arab Saudi itu menjadi jejak penting perjalanan dakwah sekaligus pertemuan budaya pada masa lampau.
Dalam rangka menjaga tradisi kebersamaan tersebut, BTID tahun ini kembali berkontribusi dengan menyediakan hidangan takjil bagi jemaah Masjid As-Syuhada selama bulan Ramadan.
Ketua Takmir Majelis Masjid As-Syuhada Serangan, Muhammad Amir, mengapresiasi dukungan yang diberikan perusahaan tersebut. Menurutnya, BTID tidak hanya hadir saat Ramadan, tetapi juga kerap membantu berbagai kegiatan keagamaan lainnya.
“BTID sangat mendukung kami dalam agenda keagamaan. Bukan hanya saat Ramadan, tetapi juga pada hari besar seperti Iduladha maupun peringatan besar Islam lainnya,” ujarnya.
Selama Ramadan, pengurus masjid menyiapkan sekitar 75 paket takjil setiap hari bagi para jemaah yang berbuka puasa di masjid. Menariknya, seluruh takjil tersebut diproduksi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) warga Kampung Bugis.
Melalui pola ini, kegiatan buka puasa bersama tidak hanya menjadi ruang berbagi di bulan suci, tetapi juga menjadi sarana untuk menggerakkan perekonomian warga setempat.
“Takjil yang disiapkan berasal dari UMKM warga Kampung Bugis agar roda perekonomian berjalan. Dampaknya sangat positif, bahkan warga yang sebelumnya belum memiliki usaha kini mulai mendaftarkan diri menjadi pelaku UMKM,” kata Amir.
Secara terpisah, Kepala Departemen Komunikasi BTID, Zefri Alfaruqy, mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat Serangan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga.
“Ini merupakan bentuk silaturahmi rutin kami dengan warga Desa Serangan. Kami senang dapat terus menjadi bagian dari tradisi di Masjid As-Syuhada, terlebih kegiatan ini juga melibatkan UMKM lokal,” jelasnya.
Ia berharap sinergi antara perusahaan dan masyarakat dapat terus terjaga sehingga membawa manfaat bersama, baik dalam menjaga harmoni sosial maupun melestarikan nilai sejarah dan budaya yang ada di Pulau Serangan.
Editor – Ray

Your network, your earnings—apply to our affiliate program now!
9 Maret 2026 8:13 PM