Nuanu Creative City Himpun Tokoh Kuliner Bali, Bahas Standar dan Masa Depan Industri Gastronomi
- account_circle Admin
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADUNG, 3 Maret 2026 – Nuanu Creative City menggelar forum diskusi bertajuk Nuanu Future Talks: Gastronomy Leaders pada 4 Maret 2026, menghadirkan para pemilik restoran, chef, dan pelaku industri hospitality terkemuka di Bali. Forum sehari ini dirancang sebagai ruang dialog strategis untuk membahas arah perkembangan sektor makanan dan minuman (F&B) di Bali agar tumbuh secara berkelanjutan, profesional, dan sejalan dengan regulasi yang berlaku.
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menyatakan bahwa Bali kini membutuhkan ruang diskusi yang konkret dan melibatkan langsung para pelaku industri. Menurutnya, sektor kuliner menjadi titik awal yang relevan untuk memulai rangkaian Future Talks, seiring persiapan peluncuran Sutala Market—destinasi berbasis gastronomi yang tengah dikembangkan di kawasan tersebut. Ia menekankan pentingnya menghadirkan standar terbaik, baik dari talenta internasional maupun lokal, agar Bali tetap kompetitif di panggung global.
Perkembangan industri restoran di Bali dalam beberapa tahun terakhir dinilai semakin dinamis. Masuknya investor baru, meningkatnya minat pasar internasional, serta munculnya konsep restoran yang dipimpin langsung oleh chef, telah mendorong kenaikan standar industri. Namun di sisi lain, tantangan juga semakin kompleks, mulai dari kepatuhan hukum, praktik berkelanjutan, manajemen tim, hingga perencanaan bisnis jangka panjang.
Forum ini menghadirkan sejumlah nama ternama di dunia kuliner dan hospitality Bali, antara lain Hans Christian (August), Syrco Bakker (Syrco Base), Chris Smith (7AM, Red Gun Powder, Woods), Wayan Kresna Yasa (HOME, Kaum at Potato Head), Nic Vanderbeeken (Aperitif), Will Goldfarb (Room4Dessert), serta Daniel Natali (Seniman Coffee), bersama sejumlah pelaku industri lainnya. Diskusi dipandu oleh Alexandra Carlton, Max Brearley, dan Max Veenhuyzen.
Kegiatan ini turut didukung oleh Bali Tourism & Investment Chamber, Bali Restaurant & Cafe Association, dan Bali HoreCa Club sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong kejelasan regulasi dan peningkatan standar operasional sektor hospitality di Bali. Sejumlah perusahaan seperti Putra Surya Internusa, Chalista Mandiri Energy, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PT Gagas Energi Indonesia, PT Hatten Bali Tbk, serta RIEDEL The Wine Glass Company juga terlibat sebagai pendukung acara.
Nuanu Future Talks menjadi bagian dari langkah awal menuju peluncuran Sutala, pusat gastronomi terbaru di kawasan Nuanu Creative City. Melalui dialog lintas pelaku industri, pengembangan infrastruktur dan ekosistem kuliner diharapkan dapat dibangun di atas fondasi kolaborasi, kepatuhan, dan visi jangka panjang.
Sebagai informasi, Nuanu merupakan kawasan kreatif seluas 44 hektare di Bali yang dirancang sebagai ekosistem terintegrasi mencakup pendidikan, seni dan budaya, kebugaran, hiburan, serta ruang hidup berbasis alam, dengan visi menciptakan harmoni antara kreativitas dan keberlanjutan.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar