Breaking News
light_mode

Godfried Lubis Ancam Lawan Jika Ada Pelarangan, Penertiban Pedagang Babi di Medan Diduga Tebang Pilih

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Medan – Anggota DPRD Kota Medan, Godfried Effendi Lubis, menegaskan bahwa tidak ada kebijakan pelarangan penjualan daging babi di Kota Medan. Pernyataan itu disampaikannya, Jumat (20/2/2026), menanggapi penertiban pedagang daging babi di wilayah Medan Kota dan Medan Amplas yang menuai protes warga.

Politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut menyebut, langkah yang dilakukan pemerintah kota semata-mata merupakan penataan lokasi berjualan, bukan pelarangan komoditas tertentu.

“Penjualan daging babi bukan dilarang, tetapi ditata penempatannya. Belakangan ini banyak yang berjualan di pinggir jalan, terutama di Kecamatan Medan Kota, dan itu tidak terkendali. Padahal di setiap pasar sudah ada kios khusus untuk menjual daging babi,” ujar Godfried melalui pesan WhatsApp.

Ia bahkan menegaskan sikap politiknya apabila benar terjadi pelarangan. “Kalau wali kota melarang menjual daging babi di Medan, pasti kita lawan,” tulisnya.

Namun, polemik muncul ketika penertiban dinilai tidak menyasar seluruh pedagang yang melanggar aturan. Saat ditanya mengenai pedagang ayam yang juga berjualan di pinggir jalan meski tersedia kios di pasar, Godfried mengingatkan agar kebijakan tidak diterapkan secara diskriminatif.

“Untuk itulah kita minta edaran ini jangan diskriminatif. Kita mohon pedagang daging babi membuat organisasi dan mengadu ke Komisi III DPRD Medan,” katanya.

Terkait keterlibatan aparat Pemko Medan dalam penertiban yang dinilai tebang pilih, Godfried menyatakan persoalan tersebut akan dibahas dalam rapat. “Inilah yang mau kita rapatkan,” ujarnya.

Protes Warga dan Pedagang

Penertiban yang berlangsung di sekitar Jalan M. Nawi Harahap, Kelurahan Sitirejo III, Kecamatan Medan Amplas, Jumat (20/2/2026), sempat diwarnai perlawanan warga dan pedagang. Mereka menilai tindakan tersebut tidak adil karena hanya menyasar pedagang daging babi.

Seorang warga menyebut, jika dasar penertiban adalah aturan atau peraturan daerah, maka seharusnya diterapkan secara adil dan merata. “Kalau dasarnya aturan atau perda, mari kita dukung pemberlakuannya secara adil. Tapi kalau karena alasan takut ormas, tentu kita akan lawan,” ujarnya.

Pedagang juga membantah tudingan soal limbah. Mereka mengklaim proses pemotongan tidak dilakukan di lokasi jualan, melainkan di Rumah Potong Hewan milik Pemko Medan, sehingga dinilai telah mengikuti prosedur.

Berdasarkan pantauan di lapangan, penertiban terlihat lebih fokus pada pedagang daging babi. Sementara pedagang lain yang berjualan di pinggir jalan dengan kondisi serupa, terutama pedagang ayam, tidak tampak tersentuh tindakan.

Situasi ini memunculkan pertanyaan publik: apakah penataan dilakukan murni demi ketertiban kota, atau terdapat standar ganda dalam penerapannya? DPRD Medan kini didorong untuk memastikan kebijakan berjalan berdasarkan prinsip keadilan dan kepastian hukum, bukan tekanan kelompok tertentu.

Dikutip dari berbagai sumber

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (6)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuasa Hukum Sutrisno Bantah Rp100 Miliar Jadi Kerugian Negara Mutlak, Soroti Aset Pailit PT DWI

    Kuasa Hukum Sutrisno Bantah Rp100 Miliar Jadi Kerugian Negara Mutlak, Soroti Aset Pailit PT DWI

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    Kuasa hukum menilai nilai aset dalam boedel pailit, proses lelang, dan jaminan pribadi harus dihitung sebelum angka Rp100 miliar dikategorikan sebagai kerugian negara. DENPASAR – Tim penasihat hukum Sutrisno Lukito Disastro membantah anggapan bahwa dana Rp100 miliar yang dibayarkan PT ASABRI (Persero) dalam transaksi 125 unit kondotel pada PT Danau Winata Indah (PT DWI) otomatis […]

  • Rosan Roeslani: PFII Mulai di Jakarta, Bali Jadi Pusat Finansial Global Bertahap

    Rosan Roeslani: PFII Mulai di Jakarta, Bali Jadi Pusat Finansial Global Bertahap

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Vaza Fernantha
    • 1Komentar

    Jakarta Jadi Basis Awal, Bali Tetap Menjadi Tujuan Akhir Pengembangan JAKARTA – CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, memastikan pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) tidak akan langsung beroperasi di Bali. Pemerintah memilih memulai operasional dari Jakarta sebagai langkah transisi sebelum pusat finansial tersebut dikembangkan di Pulau Dewata. Menurut Rosan, pembangunan pusat keuangan bertaraf […]

  • Bebas Bersyarat Dicabut! Indra Kenz Kembali Dipenjara, Sisa Hukuman 3 Tahun 2 Bulan

    Bebas Bersyarat Dicabut! Indra Kenz Kembali Dipenjara, Sisa Hukuman 3 Tahun 2 Bulan

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Temuan Kontainer Mewah di Lapas Cibinong Berujung Pencabutan Pembebasan Bersyarat Indra Kenz TANGERANG – Pembebasan bersyarat Indra Kesuma alias Indra Kenz, terpidana kasus penipuan investasi Binomo dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), resmi dicabut. Ia kembali menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang setelah hanya sekitar dua pekan menikmati status bebas bersyarat. Indra […]

  • Investasi Ilusi di Pulau Dewata! 15 WNA Laporkan Mr. Terimakasih, Kerugian Capai Puluhan Miliar

    Investasi Ilusi di Pulau Dewata! 15 WNA Laporkan Mr. Terimakasih, Kerugian Capai Puluhan Miliar

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 7Komentar

    DENPASAR – Kasus dugaan investasi properti fiktif yang menyeret nama influencer asal Rusia, Sergey Domogatsky atau yang dikenal dengan sebutan Mr. Terimakasih, terus bergulir dan semakin luas. Kepolisian Daerah Bali kini memastikan total ada 15 warga negara asing (WNA) yang resmi mengajukan laporan dengan total kerugian mencapai puluhan miliar rupiah. Kepastian ini dikonfirmasi langsung oleh […]

  • Nuanu Creative City Satukan Tokoh Gastronomi, Perkenalkan Sutala sebagai Episentrum Kuliner Masa Depan Bali

    Nuanu Creative City Satukan Tokoh Gastronomi, Perkenalkan Sutala sebagai Episentrum Kuliner Masa Depan Bali

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 7Komentar

    Bali, 4 Maret 2026 – Bali kian mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi pariwisata dan gaya hidup terkemuka dunia. Setelah dinobatkan sebagai destinasi terbaik dunia oleh TripAdvisor, sorotan internasional terhadap Pulau Dewata semakin tajam, termasuk pada sektor kulinernya yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah dinamika tersebut, Nuanu Creative City menggelar forum Nuanu […]

  • Tere Liye Bela Alumni LPDP di Tengah Polemik Paspor Anak WNA: “Apa Dosanya?”

    Tere Liye Bela Alumni LPDP di Tengah Polemik Paspor Anak WNA: “Apa Dosanya?”

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 12Komentar

    JAKARTA – Polemik mengenai unggahan paspor warga negara asing (WNA) milik anak seorang alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berbuntut panjang di media sosial. Penulis novel ternama, Tere Liye, angkat bicara membela Dwi Sasetyaningtyas yang menjadi sasaran hujatan warganet dalam beberapa hari terakhir. Melalui akun Facebook pribadinya, Tere Liye mempertanyakan dasar kemarahan publik terhadap Dwi. […]

expand_less