Breaking News
light_mode

Pansus Trap Temui BTID! Bendesa Serangan Malah Tuding Pansus Trap Tak Gubris Pengkavlingan kawasan LNG

  • account_circle Ray
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Tim Panitia Khusus (Pansus) Penegakan Peraturan Daerah Terkait Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali bertandang ke PT Bali Turtle Island Development (BTID) untuk menanyakan laporan masyarakat dan ramainya media tentang pernyataan sebanyak 82 hektar hutan mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai diduga telah beralih penguasaan ke PT Bali Turtle Island Development.

Ketua Pansus TRAP (Tata Ruang dan Aset Pemerintah) DPRD Bali Dr. (c) I Made Supartha, S.H., M.H., anggota DPRD Bali dari Fraksi PDIP. P., menekankan pentingnya keberadaan Mangrove bagi Bali dan masyarakat luas, dan itu dijaga oleh undang – undang.

Belum lagi ungkapan yang sebenarnya telah usang seperti pembatasan para nelayan menggunakan bola – bola pembatas, pembatasan masyarakat datang ke kawasan Kura – kura Bali.

“Kita ingin Bali ini tenggelam, hutan Mangrove kami tidak akan kami mau tukar di wilayah Jembrana dan Karangasem, kalo banjir disini apa bisa ditukar?, ” Sebut tim mereka, Senin 2 Februari 2026.

“Kami juga menanyakan apakah jalan tembus jalan tol itu akan ada reklamasi lagi?”

Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariartha dalam keterangannya menekankan bahwa kondisi ini masuk pada saat Orde Baru. PT BTID juga menegaskan kembali bahwa masuk ke wewidangan desa Adat Serangan.

“Dulu pelakunya setahunya bukan BTID, janganlah ngalih pelih – pelihne (salah – salahnya), urusan sampahlah kami dukung untuk ditutup, berapa lama kami merasakan dampaknya, ” Sebutnya.

Ia juga menekankan bahwa Pansus Trap jangan pilih kasih terhadap dugaan pengrusakan mangrove atas normalisasi sungai Ngenjung.

“Itu sudah jaman Orde Baru kok baru dipermasalahkan, ada apa ini? ”

Kemudian Tantowi Yahya selaku Komisaris Utama BTID, menerangkan DPRD harusnya meminta pertanggungjawaban kepada lembaga eksekutif yang telah lama menyelesaikan perizinan ini.

“Jangan selalu yang jadi korban adalah investor disini, ” Sebut Tantowi yang pernah duduk menjadi anggota DPR RI ini.

Selanjutnya tentang sambungan dengan jalan Tol yang dipermasalahkan oleh tim Pansus, ternyata itu masih dalam tahap perencanaan dan bukan diadakan dalam waktu dekat.

“Itu pembangunan yang berkesinambungan untuk 30 tahun mendatang bukan dilakukan segera”

Kemudian dilanjutkan oleh Agung bagian perizinan BTID, ia menjelaskan bahwa BTID memohon kepada pemerintah lahan seluas 80,14 Hektar dengan cara menukar.

“Dalam proses penyediaan lahan pengganti, yang dapat diterima oleh departemen kehutanan hanya 62,14 ha yang terdiri dari 58 ha berupa perairan, dan 4 ha berupa mangrove, ” Jelasnya.

Kemudian lahan pengganti disiapkan lebih kurang 40 ha di Karangasem, 40 ha di Jembrana. Kemudian setelah mendapatkan pengukuhan menjadi kawasan hutan dari departemen kehutanan.

“Maka dilakukan tukar menukar pada tahun 2008, ” Pungkasnya.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Malaysia Musnahkan 1.069 Mesin Tambang Bitcoin Ilegal, Kerugian Negara Tembus Rp28 Miliar

    Polisi Malaysia Musnahkan 1.069 Mesin Tambang Bitcoin Ilegal, Kerugian Negara Tembus Rp28 Miliar

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MIRI — Kepolisian Malaysia bersama petugas Sarawak Energy Berhad (SEB) mengungkap praktik penambangan Bitcoin ilegal berskala besar di wilayah Miri, Sarawak. Dalam operasi yang digelar sepanjang Februari hingga April 2021, aparat menyita sebanyak 1.069 unit mesin tambang kripto yang beroperasi menggunakan listrik curian. Ribuan perangkat tersebut diketahui merupakan mesin ASIC mining, yakni alat khusus yang […]

  • Mimpi Buruk di Gorontalo! Kisah Pilu Dua ART, Beta dan Ana, Korban Janji Palsu

    Mimpi Buruk di Gorontalo! Kisah Pilu Dua ART, Beta dan Ana, Korban Janji Palsu

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 3Komentar

    Rote Ndao – Beta dan Ana Oehandi, dua sahabat asal Rote Ndao, memberanikan diri merantau ke Gorontalo demi mengubah jalan hidup. Tergiur iming-iming manis dari sebuah yayasan penyalur tenaga kerja, mereka berharap bisa meraih impian sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) non-masak. Dengan bekal semangat dan harapan, mereka meninggalkan kampung halaman tercinta. Namun, sesampainya di Gorontalo, […]

  • Nuanu Creative City Himpun Tokoh Kuliner Bali, Bahas Standar dan Masa Depan Industri Gastronomi

    Nuanu Creative City Himpun Tokoh Kuliner Bali, Bahas Standar dan Masa Depan Industri Gastronomi

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    BADUNG, 3 Maret 2026 – Nuanu Creative City menggelar forum diskusi bertajuk Nuanu Future Talks: Gastronomy Leaders pada 4 Maret 2026, menghadirkan para pemilik restoran, chef, dan pelaku industri hospitality terkemuka di Bali. Forum sehari ini dirancang sebagai ruang dialog strategis untuk membahas arah perkembangan sektor makanan dan minuman (F&B) di Bali agar tumbuh secara […]

  • HARRIS Riverview Kuta Bali dan POP! Hotel Kuta Beach Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sumatra

    HARRIS Riverview Kuta Bali dan POP! Hotel Kuta Beach Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sumatra

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Bali, 16 Desember 2025 – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan HARRIS Hotel & Residences Riverview Kuta Bali dan POP! Hotel Kuta Beach. Berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), kedua hotel tersebut menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat di Sumatra yang terdampak bencana banjir. Banjir yang melanda sejumlah wilayah, mulai dari Aceh, Agam, Sibolga, hingga Tapanuli […]

  • Rakyat Jadi Korban! Hotman Paris Kritik Keras Pemblokiran Massal Rekening Dormant oleh PPATK

    Rakyat Jadi Korban! Hotman Paris Kritik Keras Pemblokiran Massal Rekening Dormant oleh PPATK

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    JAKARTA – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang memblokir massal sejumlah rekening bank berstatus dorman alias tidak aktif. Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, Hotman menyebut tindakan tersebut sangat merugikan masyarakat dan berpotensi melanggar hak asasi manusia. “Ada peraturan baru […]

  • Proyek Whoosh Jokowi Bikin Ricuh, Kemenkeu dan Danantara Saling Lempar Soal Utang KCIC

    Proyek Whoosh Jokowi Bikin Ricuh, Kemenkeu dan Danantara Saling Lempar Soal Utang KCIC

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    JAKARTA – Proyek kereta cepat Whoosh Jakarta–Bandung, salah satu proyek kebanggaan era Presiden Joko Widodo, kembali memantik kontroversi panas. Bukan soal kecepatan atau teknologinya, melainkan soal utang jumbo senilai Rp120 triliun yang kini menjadi bola liar antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Danantara selaku pengelola proyek. Kemenkeu menegaskan bahwa utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) […]

expand_less