Breaking News
light_mode

“Lantunan Pagi di Sawah Terasering”, Nyanyian Alam tentang Kesederhanaan dan Syukur ala Bali

  • account_circle Ray
  • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar — Sebuah karya musik bertajuk “Lantunan Pagi di Sawah Terasering” hadir sebagai pengingat halus tentang makna hidup yang dijalani tanpa tergesa. Lagu ini mengalir seperti embun pagi di hamparan sawah berundak Bali, membawa pendengarnya menyelami keheningan alam, kesederhanaan hidup, serta hubungan mendalam antara manusia dan bumi.

Melalui visual dan lantunan yang lembut, lagu ini menggambarkan pagi sebagai ruang kontemplasi—saat alam belum ramai oleh suara mesin dan rutinitas, namun telah penuh oleh makna. Sawah terasering tidak sekadar menjadi latar, melainkan simbol harmoni antara manusia, tanah, dan waktu, sebagaimana filosofi hidup masyarakat Bali yang menempatkan keseimbangan sebagai inti kehidupan.

@www.budayabali.com

“Lantunan Pagi di Sawah Terasering” adalah lagu tentang pagi, alam, dan hidup yang dijalani dengan perlahan. Tentang kesederhanaan, rasa syukur, dan hubungan manusia dengan bumi. Selamat datang dalam kesederhanaan. Dumogi rahajeng, rahayu🌾 #budayabali #balipadmabhuwana.

Pesan utama yang dihadirkan lagu ini adalah tentang rasa syukur. Syukur atas napas yang masih berembus, atas bumi yang terus memberi, dan atas hidup yang tidak selalu harus dipercepat. Dalam kesederhanaan itulah, lagu ini mengajak pendengar untuk kembali menapak, mendengar, dan merasakan—bukan sekadar melihat.

Narasi penutup “Selamat datang dalam kesederhanaan” menjadi penegasan bahwa kebahagiaan tidak selalu lahir dari kemewahan, melainkan dari kesadaran untuk hidup selaras dengan alam. Ungkapan doa “Dumogi rahajeng, rahayu” yang disematkan memperkuat ruh spiritual Bali, sebagai harapan akan keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi semesta.

Dipublikasikan melalui kanal budayabali.com dan digaungkan dengan tagar #budayabali serta #balipadmabhuwana, karya ini menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan nafas hidup yang terus relevan di tengah dunia modern yang serba cepat. Lagu ini bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk direnungkan.

Editor – Ray

@www.budayabali.com

“Lantunan Pagi di Sawah Terasering” adalah lagu tentang pagi, alam, dan hidup yang dijalani dengan perlahan. Tentang kesederhanaan, rasa syukur, dan hubungan manusia dengan bumi. Selamat datang dalam kesederhanaan. Dumogi rahajeng, rahayu🌾 #budayabali #balipadmabhuwana

♬ suara asli – budayabali.com – budayabali.com

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (9)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tikus dan Api, Wajah Kelam Keadilan di Abad Pertengahan

    Tikus dan Api, Wajah Kelam Keadilan di Abad Pertengahan

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Di masa ketika keadilan sering kali dikendalikan oleh rasa takut, abad pertengahan menyimpan banyak kisah kelam tentang hukuman yang tak hanya menyakiti tubuh, tetapi juga menghancurkan jiwa. Salah satu bentuk penyiksaan paling mengerikan yang pernah tercatat dalam sejarah adalah penyiksaan dengan tikus, metode yang dirancang bukan untuk membunuh dengan cepat, melainkan untuk membuat […]

  • WNA Amerika Laporkan Agen Properti di Bali, Deposit Rp220 Juta Diduga Belum Dikembalikan

    WNA Amerika Laporkan Agen Properti di Bali, Deposit Rp220 Juta Diduga Belum Dikembalikan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR – Rencana seorang warga negara Amerika Serikat, Evan Galanis, untuk menikmati masa pensiun di Bali berujung pada proses hukum. Ia melaporkan agen properti dengan inisial RD dengan PT DAJ ke Polda Bali terkait dugaan tidak dikembalikannya dana deposit sebesar Rp220 juta. Evan memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali pada Kamis […]

  • North Bali International Airport Becomes a Magnet for Global Cooperation and Foreign Investment

    North Bali International Airport Becomes a Magnet for Global Cooperation and Foreign Investment

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Ray
    • 21Komentar

    KUBUTAMBAHAN – With the signing of a Memorandum of Understanding (MoU) with three strategic partners to realize the vision of a world-class North Bali International Airport, PT BIBU Panji Sakti reaffirms its commitment to the airport’s realization. The collaboration with three globally recognized companies — PT Powerchina Inteligensi dan Integritas Energi Teknologi Indonesia Company (an […]

  • Saat Dipaksa Mandiri, Pemerintah Juga Ancam Sanksi Warga! Somya: Akar Masalah TPST Tak Optimal

    Saat Dipaksa Mandiri, Pemerintah Juga Ancam Sanksi Warga! Somya: Akar Masalah TPST Tak Optimal

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR — Permasalahan sampah di Bali kian menunjukkan kompleksitas yang mengkhawatirkan. Di tengah upaya pemerintah mendorong pengelolaan berbasis sumber, masyarakat justru berada di posisi paling terdampak—bahkan terancam sanksi hukum saat berupaya mencari solusi mandiri. Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang direncanakan sejak Desember lalu menjadi titik krusial yang membuka persoalan laten pengelolaan sampah di […]

  • Merah Putih dan “Energi yang Hilang” Refleksi Filosofis atas Arah Bernegara

    Merah Putih dan “Energi yang Hilang” Refleksi Filosofis atas Arah Bernegara

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR — Di tengah dinamika pergantian kepemimpinan nasional, muncul refleksi kritis yang mengaitkan simbol negara dengan praktik bernegara. Bendera Merah Putih, yang selama ini dimaknai sebagai lambang keberanian dan kesucian, dinilai juga menyimpan pesan filosofis yang lebih dalam, namun belum sepenuhnya terwujud dalam tata kelola pemerintahan. Dalam perspektif kearifan lokal Nusantara yang dipengaruhi ajaran Trimurti, […]

  • Mengenal Pendopo Agung Kedhaton Ambarrukmo, Jejak Sejarah Kediaman Sultan Hamengku Buwono VII

    Mengenal Pendopo Agung Kedhaton Ambarrukmo, Jejak Sejarah Kediaman Sultan Hamengku Buwono VII

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 23Komentar

    YOGYAKARTA – Di balik kemegahan Royal Ambarrukmo Yogyakarta, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang sarat makna: Pendopo Agung Kedhaton Ambarrukmo. Terletak di Jalan Laksda Adisucipto No. 81, Yogyakarta, bangunan ini menjadi saksi perjalanan sejarah Kesultanan Yogyakarta, khususnya masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VII. Pendopo Agung Kedhaton Ambarrukmo dibangun pada era Sultan Hamengku Buwono V dan rampung […]

expand_less