Breaking News
light_mode

Penegakan Hukum Efisien dan Perlindungan Hukum Berkeadilan, Pilar Kepastian di Negara Hukum

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Penguatan penegakan hukum dan perlindungan hukum yang efisien menjadi fondasi utama bagi terciptanya ketertiban, keamanan, serta jaminan keadilan di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ramses Terry, praktisi hukum yang aktif di berbagai lembaga profesi seperti Indonesian Mining Lawyer Legal Consultant Association, Indonesian Mining Experts Association, Wakil Ketua Komite Hukum dan Investasi DPN Peradi, serta mediator dan arbiter di industri keuangan Indonesia.

Menurutnya, dinamika penegakan hukum Indonesia saat ini masih dihadapkan pada tantangan serius, mulai dari korupsi, lemahnya integritas aparat, intervensi politik, hingga minimnya sarana dan kesadaran hukum masyarakat. Meski demikian, berbagai reformasi struktural dan peningkatan kesadaran publik menunjukkan adanya kemajuan positif.

Ramses menegaskan, efisiensi penegakan hukum bukan hanya soal ketegasan dalam menindak pelanggaran, namun juga memastikan seluruh proses berlangsung adil, proporsional, dan bebas diskriminasi.

Upaya pencegahan, menurutnya, merupakan aspek paling mendasar—hukum harus ditegakkan secara konsisten dengan sanksi yang tegas agar memberi efek jera. Dengan demikian, hukum dapat berfungsi sebagai deterrent sekaligus menjaga ketertiban masyarakat.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa penindakan yang tegas harus tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan hak setiap warga negara untuk memperoleh pembelaan yang layak.

Penegakan hukum yang tidak proporsional, baik terlalu keras maupun terlalu ringan, justru berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap sistem peradilan. Karena itu, kesetaraan di hadapan hukum adalah syarat mutlak—tanpa memandang latar belakang, status sosial, atau kekayaan.

Dalam konteks yang lebih luas, Ramses menilai bahwa penegakan hukum yang efisien tidak hanya berorientasi pada pemberian sanksi, tetapi memastikan seluruh proses berjalan tanpa diskriminasi, menjamin perlindungan hak asasi manusia, dan sesuai dengan prinsip-prinsip konstitusional negara.

Sementara itu, perlindungan hukum sebagai konsep memiliki dimensi berbeda, meski saling melengkapi dengan penegakan hukum. Merujuk pandangan C.S.T. Kansil, Soerjono Soekanto, dan Satjipto Rahardjo, perlindungan hukum adalah upaya memberikan rasa aman secara fisik dan psikis kepada subjek hukum melalui perangkat hukum yang memberikan hak bagi seseorang untuk bertindak demi kepentingannya.

Perlindungan hukum dibagi menjadi dua: preventif—untuk mencegah sengketa, dan represif—untuk menyelesaikan sengketa yang terjadi, sebagaimana dipaparkan dalam kajian Annisa Justisia Tirtakoesoema dan Muhammad Rusli Arafat.

Bentuk perlindungan hukum tersebut hadir dalam berbagai ranah, seperti perdata, konsumen, hingga pelindungan data pribadi. Misalnya, Pasal 1365 KUH Perdata secara tegas menyatakan bahwa setiap perbuatan yang melanggar hukum dan menimbulkan kerugian mewajibkan pelakunya mengganti kerugian tersebut.

Dengan memperkuat efektivitas penegakan hukum dan menghadirkan perlindungan hukum yang komprehensif, Indonesia diharapkan mampu membangun lingkungan yang aman, stabil, dan berkeadilan bagi seluruh warga negara—sebuah prasyarat mutlak bagi negara hukum yang berwibawa. (Tim)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ambarrukmo Atisomya, Perpaduan Kemewahan dan Keanggunan Budaya Jawa di Jantung Yogyakarta

    Ambarrukmo Atisomya, Perpaduan Kemewahan dan Keanggunan Budaya Jawa di Jantung Yogyakarta

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    YOGYAKARTA – Royal Ambarrukmo Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai ikon heritage luxury melalui peluncuran program eksklusif bertajuk Ambarrukmo Atisomya, Selasa (22/10/2025). Program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman budaya Jawa yang autentik, memadukan keanggunan warisan leluhur dengan pelayanan hotel bintang lima. Nama Atisomya diambil dari bahasa Jawa Kuno yang berarti “elok, paling indah, luhur, dan penuh […]

  • China Mendesak Venezuela Segera Melunasi Utang Miliaran Dolar dari Perjanjian Pinjaman Minyak

    China Mendesak Venezuela Segera Melunasi Utang Miliaran Dolar dari Perjanjian Pinjaman Minyak

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 16Komentar

    Beijing, 21 Januari 2026 — Pemerintah China secara resmi meningkatkan tekanan kepada Venezuela untuk segera menyelesaikan kewajiban utang miliaran dolar yang berasal dari sejumlah pinjaman yang diberikan selama era kepemimpinan Hugo Chávez. Ketegasan Beijing muncul di tengah dinamika politik dan ekonomi yang semakin kompleks di Amerika Latin akibat intervensi militer Amerika Serikat dan perubahan kepemimpinan […]

  • Begitu Pikiran Terbuka, Jiwa Mekar Dalam Cahaya

    Begitu Pikiran Terbuka, Jiwa Mekar Dalam Cahaya

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Laporan Khusus oleh Guru Gede Prama DENPASAR – Di Shambala Meditation Center, suasana teduh pagi itu dipenuhi embun dan cahaya lembut. Dalam ruang hening yang menjadi tempat banyak jiwa mencari kedamaian, Guru Gede Prama kembali membagikan pesan mendalam tentang perjalanan batin manusia—sebuah ajakan untuk membuka pikiran, melembutkan hati, dan kembali pada sumber cahaya di dalam […]

  • Perda Jadi Pajangan, Mangrove Dikorbankan! Sidakarya Dibuka, Benoa Membusuk

    Perda Jadi Pajangan, Mangrove Dikorbankan! Sidakarya Dibuka, Benoa Membusuk

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR — Ketika Pemerintah Provinsi Bali mengesahkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai, publik dijanjikan satu hal: pesisir akan dijaga, bukan dieksploitasi. Namun di Bali Selatan, janji itu terdengar kosong. Di atas kertas, pantai dilindungi. Di lapangan, mangrove justru dibelah. Di Sidakarya, koridor sepanjang hampir satu kilometer telah terbuka […]

  • Rugi Membengkak, Garuda Indonesia Masih Hadapi Turbulensi Pemulihan

    Rugi Membengkak, Garuda Indonesia Masih Hadapi Turbulensi Pemulihan

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    JAKARTA — Kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) sepanjang 2025 masih belum menunjukkan tanda pemulihan yang signifikan. Maskapai pelat merah ini justru mencatat lonjakan kerugian bersih yang cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, Garuda Indonesia membukukan kerugian sebesar USD319,39 juta atau sekitar Rp5,4 triliun. Angka tersebut meningkat drastis dari kerugian tahun […]

  • Wakapolri Tegaskan Produk Jurnalistik Sah Tak Bisa Dipidana

    Wakapolri Tegaskan Produk Jurnalistik Sah Tak Bisa Dipidana

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Makassar – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto menegaskan bahwa karya jurnalistik yang diproduksi secara sah oleh perusahaan pers legal tidak dapat diproses secara pidana, termasuk dijerat menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Penegasan tersebut disampaikan Agus Andrianto saat bersilaturahmi dengan insan media di Hotel Rinra, Makassar, Sulawesi […]

expand_less