Breaking News
light_mode

Kebanjiran dan Kemacetan Denpasar! Bukti Bobroknya Perizinan dan Lemahnya Penegakan Hukum

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Anak Agung Gede Agung A, ST. (Si Manusia Bodoh)

DENPASAR – Hari Raya Pagerwesi 2025 seharusnya menjadi momen khusyuk bagi warga Bali. Namun, Kota Denpasar justru kembali dipermalukan oleh banjir yang melumpuhkan aktivitas warga.

Setiap tahun bencana ini semakin parah, ditambah kemacetan yang sudah menjadi wajah sehari-hari Denpasar. Pertanyaannya sederhana: sampai kapan pemerintah kota berpura-pura buta?

Banjir dan macet bukan datang tiba-tiba. Sejak dulu, peradaban maju sudah tahu pentingnya tata kota. Sungai dijaga, drainase dirancang, alun-alun dan jalan dibangun sesuai fungsi. Majapahit saja, yang lahir dari pembabatan hutan, tetap merancang kotanya dengan cerdas agar tidak kebanjiran. Ironis, justru di era modern, Denpasar yang punya perangkat aturan dan teknologi malah semakin kacau.

Fakta di lapangan berbicara keras. Aliran sungai dipersempit, bahkan ditutup bangunan. Izin mendirikan bangunan (IMB) seenaknya diterbitkan meski melanggar sempadan sungai. Satpol PP diam saja, seolah tumpul ketika berhadapan dengan pelanggar perda.

Di sisi lain, toko modern bebas berdiri tanpa lahan parkir, memaksa jalan umum jadi tempat bongkar muat barang. Rumah makan pun semaunya parkir di badan jalan. Semua ini terang-terangan menyalahi aturan, tapi tetap lolos perizinan.

Siapa yang bertanggung jawab? Jawabannya jelas: Dinas Perizinan Kota Denpasar yang bobrok dan pemerintah kota yang lemah dalam penegakan hukum. Kalau kepala daerah masih pura-pura tidak tahu, sama saja ikut melanggengkan kejahatan tata kota ini.

Solusinya tidak butuh seminar atau studi banding. Sudah ada contoh nyata: Bogor, Jawa Barat. Ketika banjir bandang meluluhlantakkan kawasan Puncak, pemerintah setempat akhirnya berani menormalisasi sungai dan membongkar semua bangunan yang melanggar sempadan. Hasilnya? Banjir tahunan berhenti. Denpasar seharusnya belajar, bukan sibuk mencari kambing hitam.

Jika Wali Kota Denpasar dan Gubernur Bali benar peduli, hentikan sandiwara. Tegakkan aturan. Bongkar bangunan yang melanggar sempadan sungai dan jalan. Jangan tunggu sampai Denpasar benar-benar lumpuh baru sibuk berkoar.

Banjir dan macet bukan takdir. Ini murni buah dari perizinan bobrok, pejabat yang kompromi, dan aparat yang tumpul. Jika tidak segera dibenahi, Denpasar akan terus jadi kota penuh genangan dan kemacetan, simbol nyata kegagalan tata kelola pemerintahannya sendiri. (Tim)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koalisi Advokasi Bali untuk Demokrasi Soroti Dugaan Kriminalisasi Aktivis dalam Sidang Tomy Priatna Wiria

    Koalisi Advokasi Bali untuk Demokrasi Soroti Dugaan Kriminalisasi Aktivis dalam Sidang Tomy Priatna Wiria

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    Denpasar, 29 Maret 2026 — Sidang kedua perkara yang menjerat aktivis muda Tomy Priatna Wiria berubah menjadi panggung kritik terhadap praktik penegakan hukum. Koalisi Advokasi Bali untuk Demokrasi menilai proses hukum yang berlangsung bukan sekadar perkara pidana, melainkan bagian dari upaya membatasi hak-hak fundamental warga negara. Dalam pernyataan resminya, perwakilan koalisi, I Made “Ariel” Suardana […]

  • Dari Bencana ke Bencana

    Dari Bencana ke Bencana

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    Oleh Ichsanuddin Noorsy JAKARTA – Sejurus kekalahan Al Gore (Capres AS dari Partai Demokrat) melawan George W Bush (Capres AS dari Partai Republik) pada Pemilu Presiden AS November 2004, dunia disajikan isu perubahan iklim. Sebagai “hiburan” atas kekalahannya, Al Gore mendapat hadiah untuk berkampanye _An Unconvenient the Truth_ ke sepenjuru dunia. Propaganda ini menguraikan bahwa […]

  • BaliCEB 2026–2031 Dikukuhkan, Siap Perkuat Bali sebagai Magnet MICE Berkelas Dunia

    BaliCEB 2026–2031 Dikukuhkan, Siap Perkuat Bali sebagai Magnet MICE Berkelas Dunia

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Ray
    • 8Komentar

    DENPASAR – Industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) Bali memasuki babak baru. Dewan Pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) periode 2026–2031 resmi dilantik dan dikukuhkan di The Meru Sanur, Denpasar, Jumat (5/6/2026), dengan membawa misi memperkuat posisi Bali sebagai destinasi MICE unggulan di tingkat global. Prosesi pelantikan yang dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Nomor […]

  • Capung, Penjaga Alami dari Ancaman Nyamuk dan Penyakit

    Capung, Penjaga Alami dari Ancaman Nyamuk dan Penyakit

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Denpasar – Keberadaan capung di lingkungan sekitar kerap dianggap biasa, bahkan tidak jarang diabaikan. Padahal, serangga yang dikenal dengan kemampuan terbang lincah ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus membantu mengendalikan populasi nyamuk yang berpotensi menularkan berbagai penyakit. Capung merupakan predator alami nyamuk yang sangat efektif. Dalam kondisi ideal, seekor capung dewasa dapat […]

  • Dewan Pers Wajibkan Media Siber Jejak Indonesia Pulihkan Nama Baik Ipda Haris Budiono

    Dewan Pers Wajibkan Media Siber Jejak Indonesia Pulihkan Nama Baik Ipda Haris Budiono

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 5758Komentar

    DENPASAR – Dalam surat penyelesaian pengaduan nomer 481/DP/K/IV/2026 yang dikeluarkan Dewan Pers, Jakarta 17 April 2026 yang ditunjukan kepada redaksi siber jejak Indonesia dengan tautan berita yang tayang 11 Maret 2026, Diduga Rangkap Jabatan Tanpa Izin, IPDA Haris Budiono Anggota Yanma Polda Bali Jadi Chief Security Bali Social Club Canggu, Propam Diminta Tegas yang diketahui […]

  • Misteri Pasangan yang Hilang di Gurun Chihuahua! Rahasia Kelam yang Terungkap 13 Tahun Kemudian

    Misteri Pasangan yang Hilang di Gurun Chihuahua! Rahasia Kelam yang Terungkap 13 Tahun Kemudian

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Maret 1994, gurun Chihuahua di Meksiko menjadi saksi bisu lenyapnya sepasang suami istri asal Amerika, Ethan Morrison (54) dan Alice Patterson (46). Pasangan ini diketahui tengah melakukan perjalanan khusus untuk merayakan kabar kehamilan Alice, sebuah impian yang baru terwujud setelah bertahun-tahun menjalani perawatan. Ethan, seorang pensiunan insinyur asal Phoenix, dan Alice, seorang guru […]

expand_less