Breaking News
light_mode

Misteri Stempel Giok Qin Shi Huang, Harta Kekaisaran Tiongkok yang Hilang Berabad-abad

  • account_circle Admin
  • calendar_month 23 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Segel bertuliskan “Menerima Mandat Langit” menjadi simbol legitimasi kaisar, tetapi keberadaan artefak aslinya hingga kini belum terungkap.

TIONGKOK – Sebuah stempel giok yang dipercaya menjadi simbol legitimasi tertinggi kekaisaran Tiongkok masih menyimpan misteri hingga kini. Dikenal sebagai Heirloom Seal of the Realm, artefak yang dikaitkan dengan Qin Shi Huang, kaisar pertama yang menyatukan Tiongkok, itu disebut pernah diwariskan dari satu dinasti ke dinasti berikutnya sebelum akhirnya menghilang dari catatan sejarah.

Stempel tersebut bukan sekadar alat untuk mengesahkan dokumen kerajaan. Dalam tradisi politik Tiongkok kuno, keberadaannya dikaitkan dengan konsep Mandate of Heaven atau Mandat Langit, yakni keyakinan bahwa seorang penguasa memperoleh legitimasi untuk memerintah berdasarkan kehendak langit.

Prasasti yang dikaitkan dengan segel legendaris itu berbunyi, “受命于天,既寿永昌”, yang secara umum diterjemahkan sebagai “Menerima mandat dari Langit, semoga berumur panjang dan membawa kemakmuran abadi.”

Menurut kisah sejarah yang berkembang, segel tersebut dibuat atas perintah Qin Shi Huang setelah penyatuan wilayah-wilayah Tiongkok pada 221 sebelum Masehi. Bahan pembuatannya dikaitkan dengan batu giok legendaris bernama He Shi Bi, yang sebelumnya menjadi objek perebutan antarkerajaan.

Seiring pergantian dinasti, segel itu dipercaya berpindah tangan dan menjadi simbol kesinambungan kekuasaan. Namun, perang, konflik politik, dan pergantian pemerintahan membuat jejak keberadaannya semakin sulit dipastikan.

Penulis Sejarah Soroti Hilangnya Bukti Fisik

Dalam artikel berjudul The Missing Seal yang diterbitkan The World of Chinese pada 27 Agustus 2017, penulis Hatty Liu mengungkapkan persoalan utama dalam menelusuri artefak tersebut.

“Likewise, no prints by the Heirloom Seal exist,” tulis Hatty Liu, yang berarti tidak ada cetakan segel Heirloom Seal yang diketahui masih tersimpan.

Ketiadaan cetakan yang dapat diverifikasi itu menjadi salah satu kendala untuk memastikan keaslian benda yang pernah diklaim sebagai segel kekaisaran legendaris. Sejumlah cerita menyebut artefak tersebut ditemukan kembali pada masa-masa tertentu, tetapi klaim itu tidak cukup untuk memastikan bahwa benda yang ditemukan benar-benar segel asli dari zaman Qin.

Hatty Liu juga menjelaskan bahwa waktu pasti hilangnya segel tersebut masih diperdebatkan. Berbagai catatan menempatkan kehilangan akhirnya pada periode yang berbeda, mulai dari akhir Dinasti Tang hingga masa Dinasti Yuan.

Ketika Dinasti Ming berkuasa, segel legendaris itu disebut sudah tidak ditemukan. Bahkan, pendiri Dinasti Ming, Zhu Yuanzhang, dikisahkan pernah berupaya mencarinya hingga ke wilayah utara, tetapi pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.

Klaim Nilai Fantastis Belum Terbukti

Misteri keberadaan stempel giok tersebut turut memunculkan berbagai spekulasi mengenai nilai ekonominya. Dalam sejumlah narasi populer, artefak itu bahkan disebut bernilai hingga satu triliun dolar AS.

Namun, angka tersebut tidak memiliki dasar penilaian resmi yang dapat diverifikasi. Selama keberadaan dan keaslian segel aslinya belum dipastikan, nilai pasar artefak tersebut tidak dapat ditetapkan secara objektif.

Sejumlah segel kekaisaran lain memang masih tersimpan di museum dan koleksi sejarah. Akan tetapi, keberadaan segel-segel tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa Heirloom Seal of the Realm yang dikaitkan dengan Qin Shi Huang telah ditemukan kembali.

Hingga kini, belum ada bukti arkeologis yang meyakinkan untuk memastikan apakah segel asli itu masih tersimpan di suatu tempat, hancur dalam peperangan, atau hilang tanpa meninggalkan jejak.

Misteri ini sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah benda dapat memiliki arti jauh melampaui nilai materialnya. Bagi sejarah kekaisaran Tiongkok, segel tersebut menjadi simbol legitimasi politik, kesinambungan dinasti, dan keyakinan terhadap Mandat Langit.

Selama bukti autentik belum ditemukan, nasib stempel giok legendaris itu tetap menjadi salah satu teka-teki sejarah Tiongkok yang belum terpecahkan.

Sumber: Hatty Liu, The Missing Seal, The World of Chinese, 27 Agustus 2017; Dhwty, The Lost Heirloom Seal of China’s First Emperor, Ancient Origins, 24 November 2019.

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Berlakukan WFA Saat Lebaran 2026, Upaya Redam Kepadatan Mudik dan Balik

    Pemerintah Berlakukan WFA Saat Lebaran 2026, Upaya Redam Kepadatan Mudik dan Balik

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    JAKARTA – Pemerintah menetapkan kebijakan kerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) pada periode Lebaran 2026. Langkah ini diambil untuk membantu mengurangi kepadatan mobilitas masyarakat saat arus mudik dan arus balik, tanpa menghambat produktivitas kerja. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, skema WFA diterapkan pada 16–17 Maret 2026 bertepatan dengan puncak arus […]

  • Bantah Isu Penghilangan Banjar Kubu, Desa Adat Serangan Tegaskan Warga Sudah Direlokasi dan Haknya Dipenuhi

    Bantah Isu Penghilangan Banjar Kubu, Desa Adat Serangan Tegaskan Warga Sudah Direlokasi dan Haknya Dipenuhi

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    Desa Adat Serangan Bantah Banjar Kubu Hilang, Hanya Tempekan Apa kata Baga Palemahan Desa Adat Serangan I Made Karsa? Denpasar – Baga Palemahan Desa Adat Serangan, I Made Karsa, meluruskan informasi yang beredar mengenai keberadaan Banjar Kubu di kawasan Serangan. Ia menegaskan bahwa narasi yang menyebut Banjar Kubu “dihilangkan” merupakan informasi yang tidak utuh dan […]

  • Istana Sentil Polemik Pidato Prabowo, Jangan Goreng Potongan Kalimat

    Istana Sentil Polemik Pidato Prabowo, Jangan Goreng Potongan Kalimat

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Penasihat Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi meminta masyarakat melihat substansi utuh pidato Presiden Prabowo Subianto dan tidak terjebak pada potongan pernyataan yang viral di media sosial. JAKARTA — Istana meminta masyarakat tidak terjebak pada potongan pidato Presiden Prabowo Subianto yang beredar dan menjadi perbincangan di media sosial. Pemerintah mengimbau publik melihat konteks serta substansi keseluruhan […]

  • Gejolak Timur Tengah Guncang Energi dan Rupiah, Pemerintah Perkuat Ketahanan dan Reformasi Pasar Modal

    Gejolak Timur Tengah Guncang Energi dan Rupiah, Pemerintah Perkuat Ketahanan dan Reformasi Pasar Modal

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Jakarta, 4 Maret 2026 — Eskalasi konflik di Timur Tengah kian menekan perekonomian global. Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan melanjutkan serangan terhadap Iran hingga beberapa pekan ke depan memicu kekhawatiran serius terhadap pasokan minyak dan gas dunia, serta berdampak langsung pada nilai tukar rupiah dan stabilitas pasar keuangan nasional. Disrupsi Energi Global, […]

  • FAJI Bali Ramaikan Porprov Bali XVI Lewat Eksibisi, Badung Juara Umum Siapkan Jalan ke Porprov 2027

    FAJI Bali Ramaikan Porprov Bali XVI Lewat Eksibisi, Badung Juara Umum Siapkan Jalan ke Porprov 2027

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Ray
    • 5Komentar

    BADUNG – Eksibisi berlanjut dari Cabang olahraga (cabor) arung jeram yang tampil di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI/2025, digelar di sungai dekat Pura Dalem Desa Adat Kutaraga, Mambal, Badung. Berita sebelumnya, Arung Jeram Bali Tampil Perdana di Porprov XVI Lewat Eksebisi Tim yang berjumlah 6 dari Cabang Olahraga (Cabor) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) […]

  • Tirtawan Laporkan Dugaan Pengabaian Putusan Inkrah Batu Ampar ke Presiden dan MA

    Tirtawan Laporkan Dugaan Pengabaian Putusan Inkrah Batu Ampar ke Presiden dan MA

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    Putusan MA terkait sengketa Batu Ampar disebut telah berkekuatan hukum tetap sejak 2 Mei 2025, namun pelaksanaannya masih dipersoalkan. SINGARAJA — Tokoh masyarakat Buleleng, Nyoman Tirtawan, kembali menyoroti polemik sengketa lahan Batu Ampar, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Ia mengaku telah menyampaikan laporan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dengan tembusan kepada Ketua Mahkamah Agung (MA) […]

expand_less