Breaking News
light_mode

IHSG Anjlok 11,2 Persen Usai Trading Halt, Ichsanuddin Noorsy Ungkap Sembilan Faktor Pemicu

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ichsanuddin Noorsy menilai gejolak pasar keuangan mencerminkan persoalan struktural ekonomi nasional, mulai dari ketahanan energi, pelemahan rupiah, dan ancaman inflasi hingga tekanan investor global serta kerentanan terhadap intervensi asing.

JAKARTA — Penghentian sementara perdagangan saham (trading halt) belum mampu meredam tekanan di pasar modal Indonesia. Di tengah gejolak pasar keuangan, pengamat ekonomi dan politik ekonomi Indonesia, Ichsanuddin Noorsy, menilai kondisi tersebut mencerminkan persoalan struktural dalam perekonomian nasional, termasuk kerentanan terhadap tekanan dan intervensi asing.

Dalam keterangan resminya pada Jumat (16/10/2026), Noorsy menguraikan sembilan faktor yang menurutnya berkontribusi terhadap gejolak pasar modal dan pasar uang Indonesia. Faktor-faktor tersebut mencakup persoalan ketahanan energi, pelemahan rupiah, ancaman inflasi, hingga tekanan standar dan kepentingan investor global.

Pertama, ketahanan energi nasional. Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), menurut Noorsy, menjadi indikasi melemahnya ketahanan energi Indonesia. Ia menyoroti klaim bahwa ketahanan energi nasional hanya berada di kisaran 17 hari.

Kedua, penurunan kepercayaan pasar. Persoalan pasokan energi dinilai berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat dan pelaku pasar terhadap kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi makro.

Ketiga, pelemahan nilai tukar rupiah. Noorsy mengaitkan akumulasi ketidakpastian ekonomi dengan tekanan terhadap rupiah. Dalam keterangannya, ia menyoroti nilai tukar yang disebut menembus level Rp18.000 per dolar AS. Angka tersebut perlu dikonfirmasi melalui data kurs resmi pada tanggal yang dimaksud.

Keempat, ancaman inflasi dan kenaikan suku bunga. Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor atau memicu imported inflation. Jika tekanan inflasi meningkat, kebijakan suku bunga dapat menjadi lebih ketat sehingga menambah beban pembiayaan dunia usaha dan sektor riil.

Kelima, ancaman penurunan status pasar modal. Noorsy menyoroti risiko penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia menjadi stand-alone market. Menurutnya, berbagai kesepakatan geopolitik dan ekonomi, termasuk rencana pembelian minyak dari Amerika Serikat, pengadaan pesawat Boeing, impor pangan, serta nota kesepahaman dengan Freeport, belum tentu cukup untuk memulihkan sentimen investor.

Keenam, tuntutan transparansi dari investor global. Ia menyinggung pengelola investasi global, seperti Vanguard dan BlackRock, yang disebut menyoroti transparansi free float atau porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik. Noorsy juga mengkritik tekanan yang dinilainya berkaitan dengan arah kebijakan moneter Indonesia.

Ketujuh, dominasi standar pasar internasional. Noorsy menilai gejolak tersebut memperlihatkan besarnya pengaruh pasar modal dan pasar uang global terhadap kebijakan domestik. Ia memandang Indonesia menghadapi tekanan untuk menyesuaikan regulasi dan tata kelola korporasi dengan standar internasional.

Kedelapan, kerentanan struktural ekonomi. Menurut Noorsy, persoalan ekonomi Indonesia tidak semata-mata berkaitan dengan individu yang menduduki jabatan pemerintahan. Tanpa pembenahan mendasar, pergantian presiden, menteri keuangan, maupun gubernur Bank Indonesia dinilai tidak akan cukup untuk mengatasi kerentanan ekonomi nasional.

Kesembilan, ketergantungan terhadap kepentingan eksternal. Noorsy menyebut persoalan paling mendasar terletak pada sistem ekonomi dan pengambilan kebijakan yang dinilainya rentan terhadap intervensi, infiltrasi, hingga tekanan dari pihak luar. Ia menilai penguatan kemandirian ekonomi menjadi hal penting untuk mengurangi kerentanan tersebut.

Pandangan Noorsy itu menempatkan gejolak pasar keuangan bukan hanya sebagai persoalan pergerakan harga saham, melainkan juga sebagai peringatan mengenai ketahanan energi, stabilitas nilai tukar, kualitas kebijakan ekonomi, dan posisi Indonesia dalam sistem keuangan global.

Meski demikian, kesembilan faktor tersebut merupakan penilaian Noorsy. Untuk memastikan penyebab langsung penurunan pasar saham, diperlukan pembandingan dengan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, pergerakan nilai tukar, arus modal asing, serta penjelasan otoritas terkait.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

  • Katherin

    I loved as much as you will receive carried out right here.
    The sketch is tasteful, your authored material stylish.
    nonetheless, you command get got an impatience
    over that you wish be delivering the following.
    unwell unquestionably come more formerly again since exactly the same nearly very often inside case you shield this increase.
    xnxx

    My page … web page (couple.xvideosfap.cc)

    Balas19 Oktober 2026 5:49 PM
  • luckyday33

    It really felt like my lucky day when I joined this site. The graphics are great and the gameplay is very addictive. Five stars from me! luckyday33

    Balas18 Oktober 2026 3:58 PM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Posko THR–BHR 2026 Dibuka, Aliansi HAPERA Bali Perluas Advokasi hingga Ojol dan Pekerja Informal

    Posko THR–BHR 2026 Dibuka, Aliansi HAPERA Bali Perluas Advokasi hingga Ojol dan Pekerja Informal

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 7Komentar

    DENPASAR – Aliansi Hak Pekerja Sejahtera (HAPERA) Bali membuka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bantuan Hari Raya (BHR) Nyepi serta Idul Fitri 2026. Posko ini disiapkan sebagai ruang advokasi bagi pekerja yang mengalami pelanggaran hak, sekaligus memperluas jangkauan pengaduan hingga pekerja sektor informal seperti pengemudi dan kurir online. Posko yang mulai dibuka pada […]

  • Paradoks Transisi Energi! Proyek LNG Bali Dinilai Abaikan Nelayan dan Ancam Ruang Hidup Pesisir

    Paradoks Transisi Energi! Proyek LNG Bali Dinilai Abaikan Nelayan dan Ancam Ruang Hidup Pesisir

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 17Komentar

    DENPASAR – Di tengah euforia diskusi transisi energi Asia Tenggara menuju 2050 yang mengemuka dalam forum MIT ASEAN: Powering Southeast Asia Through 2050 di Bangkok, Agung Wirapramana yang dihubungi via whatsapp justru melihat potensi krisis transisi energi justru kehilangan prinsip keadilannya di Bali. Aksi turun ke laut nelayan Serangan pada 15 Januari 2026 menjadi alarm […]

  • Nyoman Tirtawan Desak Sampah Wajib Dipilah dari Rumah, Sekolah Diminta Jadi Motor Perubahan

    Nyoman Tirtawan Desak Sampah Wajib Dipilah dari Rumah, Sekolah Diminta Jadi Motor Perubahan

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Mantan anggota DPRD Bali itu mendorong pemerintah membangun sistem pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga sekolah, sekaligus memasukkan kegiatan kebersihan lingkungan ke dalam pembentukan karakter peserta didik. DENPASAR – Persoalan sampah di Bali dinilai tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan. Tokoh masyarakat Bali, Nyoman Tirtawan, mendorong perubahan pola pengelolaan sampah dengan menjadikan […]

  • Pandangan Arya Pering Tentang Sosok Ketua Baru IHGMA Bali, Harmoni, Integritas, dan Kolaborasi Jadi Kunci

    Pandangan Arya Pering Tentang Sosok Ketua Baru IHGMA Bali, Harmoni, Integritas, dan Kolaborasi Jadi Kunci

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    Denpasar, Bali — Ketua Umum DPP Indonesian Hotel General Manager Association periode 2024–2027, I Gede Arya Pering Arimbawa, menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan baru IHGMA Bali yang dinilai harus mampu menjaga harmoni, integritas, serta memperkuat jejaring industri di tengah dinamika pariwisata global. Sebagai figur yang dikenal dengan filosofi kepemimpinan “Harmony”, Arya Pering menilai regenerasi dalam […]

  • AWDI Condemns Detention of Indonesian Journalists and Civilians by Israeli Navy in Gaza Waters

    AWDI Condemns Detention of Indonesian Journalists and Civilians by Israeli Navy in Gaza Waters

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    JAKARTA — The Central Executive Board of the Indonesian Democratic Journalists Association, Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI), has strongly condemned the interception and detention of Indonesian journalists and civilians by the Israeli Navy during a humanitarian mission bound for Gaza. The statement was delivered by AWDI Chairman following the organization’s receipt of an official statement […]

  • Kurator Hotel Sing Ken-Ken Digugat Fee Broker, Mangkir di Sidang Perdana

    Kurator Hotel Sing Ken-Ken Digugat Fee Broker, Mangkir di Sidang Perdana

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar menunda sidang perdana gugatan dugaan perbuatan melawan hukum setelah tergugat, Dr. Ni Wayan Umi Martina, tidak menghadiri persidangan. DENPASAR – Sidang perdana gugatan dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap Kurator penjualan aset Hotel Sing Ken-Ken, Dr. Ni Wayan Umi Martina, SH., MH., digelar secara terbuka di Ruang Sidang Sari, Pengadilan […]

expand_less