Tergerak Hati Nurani, Ketut Sudiarsa Bagikan 1.000 Nasi Bungkus dan Air Mineral untuk Warga yang Antre BBM
- account_circle Ray
- calendar_month 19 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ketut Sudiarsa turun langsung ke kawasan Renon, Denpasar, membagikan 1.000 nasi bungkus dan 30 dus air mineral untuk membantu warga yang kelelahan mengantre BBM di tengah cuaca panas. Ia berharap pemerintah segera mengatasi kendala distribusi agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal.
DENPASAR – Hati nurani bicara, seorang tokoh Pariwisata Bali Ketut Sudiarsa SE, SH, MH., turun langsung menyapa masyarakat yang terlihat kelelahan dalam cuaca panas terik mengantri Bahan Bakar Minyak (BBM) di seputaran Renon, Denpasar.
Tokoh Kelahiran Desa Gunung Sari, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng pada tahun 1972, terlihat membagikan nasi bungkus dan air mineral kepada masyarakat yang sedang menunggu giliran tangki bensinnya diisi.

Kelangkaan BBM di Bali membuat warga harus berburu bensin hingga berjam-jam. Antrean kendaraan mengular hingga memicu kemacetan di sejumlah wilayah seputaran Renon, pantauan awak media, Rabu 14 Oktober 2026.
Pekerja harian, buruh serabutan dan pengemudi ojek online (ojol) terpaksa tidak bekerja untuk sementara waktu harus mencari BBM.
Ketut Sudiarsa SE, SH, MH., berharap semoga rakyat Bali mendapat perhatian dan keadilan. Dirinya melihat langsung bagaimana masyarakat harus berjuang di tengah kondisi sulit, mulai dari kepanasan, kehausan, hingga kehilangan waktu kerja karena harus mengantre BBM demi mendapatkan dua atau tiga liter bahan bakar.

Sebelumnya, Gubernur menyampaikan melalui media bahwa stok BBM di Pertamina Serangan dan Pertamina Manggis masih mencukupi, sementara kendala kelangkaan disebut berkaitan dengan distribusi dan kemacetan pengiriman.
“Jika persoalannya ada pada distribusi, saya berharap dapat dipertimbangkan langkah-langkah yang tepat, termasuk pengaturan distribusi pada malam hari, agar pasokan BBM bisa segera menjangkau seluruh SPBU, ” Ujar Sudiarsa.

Ia juga menerangkan bahwa dirinya bukan siapa – siapa, tidak menginginkan popularitas atau suara, hanya hati nurani yang tergerak untuk meringankan masyarakat Bali yang sedang mengalami kesulitan.
“Karena itu, saya berinisiatif membagikan 1.000 nasi bungkus dan 30 dus air mineral kepada warga yang mengantre BBM. Saya merasakan sendiri betapa beratnya situasi ini, terlebih ketika masyarakat harus bertahan di tengah cuaca panas dan ketidakpastian mendapatkan bahan bakar”

Ia bercerita bahwa dirinya pernah mengalami hal serupa di sejumlah daerah di Indonesia. Antrean BBM bahkan mencapai tiga hingga lima kilometer di beberapa tempat. Di Balikpapan, yang dikenal sebagai salah satu pusat industri minyak, antrean juga mencapai sekitar dua kilometer.
“Saya sendiri pernah mengalami kehabisan BBM saat mengemudikan kendaraan di tengah situasi seperti ini, ” Ungkapnya.

Ia juga memohon kepada Gubernur Bali Wayan Koster dan seluruh jajarannya agar turun langsung ke SPBU, memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, serta segera menyelesaikan persoalan distribusi BBM.



“Jangan sampai masyarakat terus menanggung penderitaan akibat kondisi ini. Semoga persoalan ini segera teratasi dan masyarakat Bali bisa kembali beraktivitas dengan normal, ” Pungkasnya.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar