Breaking News
light_mode

Trem Listrik Bandara-Canggu Dikaji KAI, Bali Pilih Moda yang Selaras dengan Kearifan Lokal

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jalur sepanjang sekitar 12 kilometer disiapkan untuk mengurai kemacetan koridor Bandara I Gusti Ngurah Rai-Canggu yang setiap hari dilintasi sekitar 80 ribu kendaraan dan menjadi jalur mobilitas 150 ribu orang.

BADUNG – Rencana pembangunan trem listrik berbasis baterai yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu, Kabupaten Badung, memasuki tahap pengembangan yang semakin konkret.

Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyepakati kerja sama pengembangan transportasi berbasis rel tersebut. Moda trem diproyeksikan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di koridor selatan Bali yang selama ini menjadi salah satu kawasan dengan mobilitas tertinggi.

Koridor Bandara-Canggu diperkirakan mencatat pergerakan sekitar 150 ribu orang dan 80 ribu kendaraan setiap hari. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pengembangan transportasi massal berbasis listrik dinilai mendesak.

Berbeda dengan konsep kereta layang, pengembangan trem di Bali diarahkan agar dapat menyesuaikan karakteristik wilayah sekaligus mempertimbangkan aspek sosial, budaya, lingkungan, dan aktivitas masyarakat yang berada di sepanjang jalur.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, konsep infrastruktur yang melayang memiliki tantangan tersendiri ketika diterapkan di Bali, khususnya berkaitan dengan keberadaan pura dan kawasan yang memiliki nilai kesucian bagi masyarakat.

“Pengembangan infrastruktur perkeretaapian di Bali harus memperhatikan kondisi sosial dan budaya, termasuk keberadaan pura serta kawasan yang dianggap suci,” ujar Anne.

Atas pertimbangan tersebut, pilihan moda yang dikaji mengarah pada trem atau teknologi Autonomous Rapid Transit (ART) yang memungkinkan sistem transportasi dibangun lebih sejajar dengan jaringan jalan yang sudah ada.

Konsep trem listrik tersebut juga menggunakan teknologi baterai sehingga tidak membutuhkan jaringan kabel listrik yang membentang di sepanjang jalur. Karakteristik kendaraan yang relatif kecil dan tingkat kebisingan yang rendah dinilai lebih sesuai dengan kondisi Bali.

Rute awal yang direncanakan memiliki panjang sekitar 12 kilometer dengan dua lintasan serta area persilangan untuk mendukung operasional. Trem diproyeksikan menempuh perjalanan Bandara-Canggu sekitar 30 menit dengan jeda keberangkatan yang dirancang sekitar 10 menit.

Dalam kondisi operasional maksimal, kapasitas angkut diproyeksikan dapat mencapai sekitar 60 ribu penumpang per hari. Angka tersebut diharapkan dapat membantu mengalihkan sebagian mobilitas masyarakat maupun wisatawan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

Namun, pembangunan proyek ini tidak hanya berkaitan dengan teknologi dan konstruksi. Persoalan lahan juga menjadi salah satu aspek penting yang harus disiapkan sebelum pembangunan fisik dilakukan.

KAI akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan kebutuhan lahan, sementara aspek teknis prasarana akan dikaji bersama regulator, termasuk Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Dari sisi investasi, kebutuhan pendanaan proyek disebut berada di kisaran Rp2,2 triliun. Pembiayaan nantinya diarahkan melalui kolaborasi antara KAI, investor, dan pemerintah daerah.

Pengembangan trem juga diarahkan bukan semata-mata sebagai proyek transportasi, tetapi sebagai bagian dari penataan mobilitas kawasan pariwisata Bali. Jalurnya akan memperhatikan keberadaan hotel, akomodasi wisata, permukiman, objek wisata, lingkungan, hingga aktivitas masyarakat.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pembangunan transportasi di Bali harus tetap menjaga karakter dan lingkungan Pulau Dewata.

“Pengembangan transportasi harus tetap memperhatikan keunikan Bali, menjaga keindahan Bali, mendukung pariwisata, dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat,” kata Koster.

Dengan konsep tersebut, trem listrik Bandara-Canggu diharapkan dapat menjadi alternatif transportasi massal yang tidak hanya menjawab persoalan kemacetan, tetapi juga tetap menjaga keseimbangan antara modernisasi infrastruktur, lingkungan, pariwisata, dan kearifan lokal Bali.

Rencana ini pun menjadi salah satu langkah penting dalam mencari solusi atas persoalan transportasi di kawasan Bali Selatan yang semakin padat.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • The Struggle for Justice! La Fontaine Family Goes Three Years Without Seeing Twin Daughters

    The Struggle for Justice! La Fontaine Family Goes Three Years Without Seeing Twin Daughters

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Ray
    • 39Komentar

    DENPASAR – Paul La Fontaine, an Australian citizen who has traveled to Bali for over three decades, expressed deep frustration after being unable to meet his twin daughters, Isla and Sianna, for the past three years. He criticized Bali’s law enforcement for their slow response in enforcing a court ruling that granted him joint custody. […]

  • Tutik Kusuma Wardhani: Koruptor Harus Dihukum, Program Makan Bergizi Gratis Jangan Dikorbankan

    Tutik Kusuma Wardhani: Koruptor Harus Dihukum, Program Makan Bergizi Gratis Jangan Dikorbankan

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap dilanjutkan karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, jika ditemukan praktik korupsi dalam pelaksanaannya, yang harus ditindak adalah pelakunya, bukan menghentikan program yang telah membantu jutaan penerima manfaat. Pernyataan tersebut […]

  • Habib Ja’far dan Pendeta Kristen Baca Pesan Ilahi di Lagu Idgitaf Play Button

    Habib Ja’far dan Pendeta Kristen Baca Pesan Ilahi di Lagu Idgitaf

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 8Komentar

    DENPASAR – Single terbaru Brigita Meliala alias Idgitaf berjudul Sedia Aku Sebelum Hujan tak hanya mencuri perhatian penikmat musik, tetapi juga memantik perenungan spiritual lintas agama. Lagu yang dirilis pada 8 Oktober 2025 itu dinilai menyimpan pesan ketuhanan yang kuat, baik dari sudut pandang Islam maupun Kristen. Pendakwah muda Nahdlatul Ulama, Habib Husein bin Ja’far […]

  • Penemuan Benda Diduga Mahkota Emas Hebohkan Warga PALI, Diduga Jejak Peradaban Kuno

    Penemuan Benda Diduga Mahkota Emas Hebohkan Warga PALI, Diduga Jejak Peradaban Kuno

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    PALI – Warga Desa Prambatan, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, dihebohkan dengan penemuan sepasang benda berwarna emas yang menyerupai mahkota. Benda tersebut ditemukan oleh seorang buruh kebun sawit pada Senin (10/3/2026). Menurut keterangan warga, benda yang ditemukan memiliki bentuk unik dengan hiasan butiran menyerupai mutiara. Ornamen pada benda itu juga […]

  • Dr. Syukur Mandar: Kekuasaan Presiden Harus Tunduk pada Hukum

    Dr. Syukur Mandar: Kekuasaan Presiden Harus Tunduk pada Hukum

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Dr. Syukur Mandar menilai hak prerogatif presiden dalam sistem presidensial perlu dibatasi dan diatur secara tegas agar Indonesia tetap berdiri sebagai negara hukum. JAKARTA — Pengamat politik Dr. Syukur Mandar menegaskan bahwa seluruh kekuasaan di Indonesia, termasuk Presiden, harus tunduk pada hukum. Menurutnya, mandat politik yang diperoleh melalui pemilihan umum tidak boleh menjadi alasan bagi […]

  • Bantah Isu Penghilangan Banjar Kubu, Desa Adat Serangan Tegaskan Warga Sudah Direlokasi dan Haknya Dipenuhi

    Bantah Isu Penghilangan Banjar Kubu, Desa Adat Serangan Tegaskan Warga Sudah Direlokasi dan Haknya Dipenuhi

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    Desa Adat Serangan Bantah Banjar Kubu Hilang, Hanya Tempekan Apa kata Baga Palemahan Desa Adat Serangan I Made Karsa? Denpasar – Baga Palemahan Desa Adat Serangan, I Made Karsa, meluruskan informasi yang beredar mengenai keberadaan Banjar Kubu di kawasan Serangan. Ia menegaskan bahwa narasi yang menyebut Banjar Kubu “dihilangkan” merupakan informasi yang tidak utuh dan […]

expand_less