Breaking News
light_mode

Bali Siapkan Regulasi Industri Babi, Satpol PP Dorong Peternak Lebih Sejahtera

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

FGD di Bali merumuskan regulasi industri babi dari hulu hingga hilir guna memperkuat biosekuriti, pengelolaan limbah, kesejahteraan peternak, dan daya saing ekonomi daerah.

DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali mulai menyusun arah kebijakan baru bagi industri peternakan babi melalui pendekatan One Health and Welfare. Regulasi yang tengah digodok itu diarahkan tidak hanya untuk memperkuat pengawasan usaha peternakan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan peternak, menjaga kesehatan masyarakat, melindungi lingkungan, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Bali.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Memetakan Risiko One Health and Welfare dari Industri Babi di Bali yang digelar di Denpasar, Rabu (15/7/2026).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi, menegaskan pembahasan regulasi tersebut berangkat dari landasan hukum yang telah dimiliki Provinsi Bali.

“Dasar kami menginisiasi pembahasan ini berangkat dari regulasi yang sudah ada. Pertama, Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali yang menekankan optimalisasi kearifan lokal. Kedua, Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2023 tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat yang juga mengatur ketertiban hewan,” ujarnya.

Menurut Rai Dharmadi, keberhasilan program Dog Welfare menjadi pijakan untuk mengembangkan konsep Pig Welfare sebagai bagian dari tata kelola industri babi yang lebih baik.

“Sekarang kita mulai masuk ke konsep Pig Welfare. Bali memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penghasil sekaligus konsumen daging babi nasional. Kami berharap FGD ini menjadi formula awal menyusun regulasi,” katanya.

Ia menegaskan regulasi yang disiapkan tidak berhenti pada aspek peternakan, tetapi juga mencakup penanganan limbah, pengawasan rantai distribusi hingga kualitas produk yang diterima masyarakat.

Menurutnya, tata cara penanganan limbah dan proses pemotongan hewan turut memengaruhi kualitas daging, termasuk kerenyahan kulit yang menjadi ciri khas babi guling Bali.

Satpol PP juga mendorong pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) sebagai proyek percontohan yang nantinya dilengkapi regulasi, standar operasional, serta pembinaan bagi pelaku usaha.

“Harapan kami ke depan masyarakat Bali semakin sejahtera, ekonomi tetap terjaga, dan Satpol PP dapat berbuat langsung melalui pengawasan serta pembinaan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan hasil FGD akan dibahas kembali bersama peternak, pelaku usaha, akademisi dan instansi terkait sebelum disampaikan kepada Gubernur Bali sebagai bahan penyusunan kebijakan yang lebih kuat, termasuk kemungkinan peningkatan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Pendekatan One Health Jadi Fondasi Regulasi

Dokter hewan dari Sintesia Animalia Indonesia, drh. Sasa Vernandes, menjelaskan konsep One Health and Welfare menempatkan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kelestarian lingkungan sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

“One Health adalah pendekatan terpadu yang menyadari bahwa kesehatan manusia sangat bergantung pada kesehatan hewan dan lingkungan. Dengan pendekatan welfare, kesejahteraan hewan juga menjadi bagian penting dalam mencegah penyakit dan menjaga kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Ia mengatakan regulasi perlu mencakup seluruh rantai pasok industri babi mulai dari peternakan, transportasi, rumah potong hingga konsumen.

Selain itu, diperlukan standar kesejahteraan hewan, biosekuriti, sertifikasi usaha peternakan, serta pengelolaan limbah agar industri babi Bali mampu berkembang secara berkelanjutan.

Data yang dipaparkan menunjukkan Bali merupakan salah satu sentra produksi babi terbesar di Indonesia dengan kontribusi sekitar sepertiga produksi nasional. Namun, penelitian mengenai aspek lingkungan dan konsep One Health masih sangat terbatas dibandingkan penelitian yang berfokus pada kesehatan manusia maupun kesehatan hewan.

Bali Bidik Jadi Produsen Babi Terbesar Nasional

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Praktisi Industri Babi Nusantara, drh. Wayan Wiryawan, DVM, menyampaikan Bali menargetkan menjadi produsen babi terbesar di Indonesia pada periode 2028–2030.

Menurutnya, Bali memiliki tiga keunggulan utama, yakni budaya masyarakat yang sangat erat dengan peternakan babi, kedekatan logistik dengan pasar besar di Pulau Jawa, serta tingginya konsumsi daging babi di dalam daerah.

“Targetnya Bali menjadi produsen babi terbesar nasional pada 2028 sampai 2030. Kita memiliki modal budaya, pasar, dan logistik yang sangat kuat,” katanya.

Namun, ia mengingatkan sistem peternakan yang masih didominasi model backyard atau skala rumah tangga menjadi tantangan besar karena rentan terhadap penyebaran African Swine Fever (ASF).

Karena itu, ia mendorong transformasi menuju peternakan berbasis komunitas melalui koperasi desa adat dengan sistem biosekuriti yang lebih baik.

“Yang harus dibangun adalah ekosistem yang adil. Peternak memperoleh keuntungan yang layak, sementara masyarakat mendapatkan daging babi berkualitas dengan harga yang terjangkau,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar investasi tetap berpihak kepada masyarakat lokal sehingga nilai tambah industri babi tetap dinikmati peternak Bali tanpa menghilangkan kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari budaya Pulau Dewata.

Hasil FGD tersebut akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Bali sebagai dasar pembentukan regulasi yang diharapkan mampu memperkuat industri babi nasional berbasis budaya, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Sesuai Kode Etik, Dewan Pers Soroti Pemberitaan balidokumenter.com, Tegaskan Ancaman Denda hingga Rp500 Juta Bila Abaikan Hak Jawab

    Tak Sesuai Kode Etik, Dewan Pers Soroti Pemberitaan balidokumenter.com, Tegaskan Ancaman Denda hingga Rp500 Juta Bila Abaikan Hak Jawab

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 14Komentar

    DENPASAR — Dewan Pers mengeluarkan penilaian sementara terhadap media siber balidokumenter.com terkait pengaduan yang diajukan I Putu Sudana Putra atas pemberitaan berjudul “Mantan Residivis di Curigai Obok obok Selter Sunartik” yang tayang pada 5 Februari 2026. Dalam surat bernomor 693/DP/K/V/2026 tertanggal 20 Mei 2026, Dewan Pers menilai pemberitaan tersebut melanggar sejumlah ketentuan Kode Etik Jurnalistik […]

  • Ngababurit, Tradisi Menyulam Makna Menjelang Magrib di Bulan Suci

    Ngababurit, Tradisi Menyulam Makna Menjelang Magrib di Bulan Suci

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Menanti Magrib, Menyulam Makna, Menguatkan Iman. DENPASAR – Menjelang azan Magrib berkumandang, suasana sore di bulan suci Ramadan selalu menghadirkan nuansa berbeda. Jalanan dipenuhi warga yang mencari takjil, pelataran masjid ramai oleh anak-anak, dan keluarga-keluarga mulai berkumpul. Momen inilah yang dikenal luas dengan istilah ngababurit—tradisi mengisi waktu menjelang berbuka puasa yang sarat makna sosial dan […]

  • AHY Kenakan Busana Melayu Deli di Istana, Karya Datok Yan Djuna Jadi Sorotan

    AHY Kenakan Busana Melayu Deli di Istana, Karya Datok Yan Djuna Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    Busana Melayu Deli berwarna Royal Blue yang dikenakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat upacara penurunan Bendera Merah Putih di Istana Negara ternyata memiliki cerita panjang, dari Tanah Deli hingga panggung kenegaraan. MEDAN — Penampilan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada upacara penurunan Bendera Merah Putih di Istana Negara, 17 […]

  • Stok Beras Melimpah, Presiden Prabowo Subianto Pastikan Ketahanan Pangan Nasional Terjaga

    Stok Beras Melimpah, Presiden Prabowo Subianto Pastikan Ketahanan Pangan Nasional Terjaga

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    MAGELANG, 19 April 2026 — Pemerintah melalui Perum BULOG menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional dengan memastikan ketersediaan stok beras dalam kondisi aman dan terkendali. Hingga saat ini, total cadangan beras pemerintah yang dikuasai BULOG secara nasional mencapai 4,88 juta ton. Untuk memastikan kesiapan tersebut, Presiden Prabowo Subianto didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Jaya […]

  • Suara Azan Tak Pernah Berhenti di Dunia, Begini Penjelasan Matematisnya dari Alumni ITB!

    Suara Azan Tak Pernah Berhenti di Dunia, Begini Penjelasan Matematisnya dari Alumni ITB!

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Fenomena suara azan yang terus bergema tanpa henti di berbagai belahan dunia ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah. Seorang alumni Magister Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB), Alif Hijriah, mengungkap lewat pendekatan matematis bahwa azan tidak pernah berhenti berkumandang selama 24 jam penuh di seluruh muka bumi. Dalam video edukatif yang viral di media sosial, […]

  • Lagi Citra Kepolisian Tercoreng! Bripda MS Jadi Tersangka Tewasnya Pelajar MTs di Tual

    Lagi Citra Kepolisian Tercoreng! Bripda MS Jadi Tersangka Tewasnya Pelajar MTs di Tual

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    TUAL – Citra kepolisian kembali tercoreng akibat dugaan tindakan arogan oknum aparat. Seorang anggota Brimob, Bripda Masias Siahaya (MS), resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan seorang pelajar madrasah tsanawiyah (MTs) berinisial AT (14) meninggal dunia. Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, menyatakan status hukum Bripda MS telah dinaikkan dari terlapor menjadi tersangka. […]

expand_less