Jangan Sembarangan Membunuh Biawak, Ini Dampak Besar bagi Ekosistem dan Kehidupan Manusia
- account_circle Admin
- calendar_month 12 jam yang lalu
- print Cetak

Jangan Sembarangan Membunuh Biawak, Ini Dampak Besar bagi Ekosistem dan Kehidupan Manusia.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Biawak bukan sekadar reptil liar. Hewan ini memiliki peran penting sebagai pengendali hama, pemakan bangkai, hingga penjaga keseimbangan rantai makanan.
DENPASAR – Biawak kerap dianggap sebagai hewan yang mengganggu karena sering ditemukan di sekitar permukiman, kolam ikan, hingga kandang unggas. Penampilannya yang besar, dilengkapi gigi tajam dan cakar kuat, membuat banyak orang memilih membunuhnya saat bertemu.
Padahal, para ahli menegaskan bahwa tindakan tersebut justru dapat menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Biawak merupakan salah satu predator alami yang memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Sebagai hewan karnivora, biawak memangsa berbagai jenis satwa, mulai dari tikus, ular, ikan, hingga bangkai hewan. Peran ini membuat populasinya menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keseimbangan alam.
Pengendali Populasi Tikus dan Ular

Salah satu manfaat terbesar biawak adalah membantu mengendalikan populasi tikus yang dikenal sebagai hama pertanian. Selain itu, biawak juga memangsa berbagai jenis ular, termasuk ular berbisa.
Apabila populasi biawak terus menurun akibat perburuan atau pembunuhan, jumlah tikus dan ular berpotensi meningkat. Kondisi tersebut dapat memicu kerusakan lahan pertanian, meningkatkan risiko gagal panen, hingga memperbesar kemungkinan konflik antara manusia dengan satwa liar.
Membantu Mengendalikan Ikan Invasif
Di kawasan sungai, rawa, dan danau, biawak juga memangsa berbagai jenis ikan, termasuk spesies invasif yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.
Keberadaan biawak secara alami membantu menekan populasi ikan invasif sehingga tidak mendominasi habitat dan mengancam keberlangsungan spesies lokal.
Pembersih Alami Lingkungan

Selain berburu mangsa hidup, biawak juga dikenal sebagai pemakan bangkai. Perilaku ini memberikan manfaat besar karena membantu membersihkan lingkungan dari sisa-sisa hewan yang mati.
Dengan berkurangnya bangkai yang membusuk, risiko penyebaran bakteri, virus, maupun patogen lain dapat ditekan. Proses penguraian di alam pun berlangsung lebih cepat sehingga lingkungan tetap terjaga.
Menjaga Rantai Makanan
Dalam ekosistem, biawak tidak hanya berperan sebagai predator, tetapi juga menjadi mangsa bagi satwa yang lebih besar, seperti buaya di beberapa habitat.
Jika populasi biawak menurun drastis, keseimbangan rantai makanan dapat terganggu. Hewan mangsanya akan berkembang tanpa kontrol, sementara predator yang bergantung pada biawak kehilangan salah satu sumber makanan.
Berperan Penting bagi Keseimbangan Ekosistem
Para pemerhati lingkungan menilai setiap spesies memiliki fungsi tersendiri di alam, termasuk biawak. Hilangnya satu jenis satwa dapat memicu perubahan pada keseluruhan ekosistem yang pada akhirnya juga berdampak terhadap kehidupan manusia.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak membunuh biawak secara sembarangan. Apabila biawak masuk ke permukiman atau dianggap mengganggu, langkah yang lebih bijak adalah mengusirnya secara aman atau meminta bantuan petugas yang berwenang untuk melakukan evakuasi.

Selain alasan ekologis, perlu diketahui bahwa beberapa jenis biawak di Indonesia memiliki status perlindungan sesuai ketentuan perundang-undangan. Membunuh satwa yang dilindungi dapat berimplikasi pada sanksi hukum.
Menjaga keberadaan biawak bukan hanya tentang melestarikan satu spesies reptil, tetapi juga menjaga keseimbangan alam yang menjadi penopang kehidupan manusia dalam jangka panjang.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar