Tokoh Pemuda Melayu Datok Yan Djuna, Gelar Melayu Serumpun (GEMES) 2026, Pesta Bangsa Melayu di Tanah Deli
- account_circle Admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

Walikota Medan dan istri. (Kiri)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MEDAN – Gemerlap seni, budaya, dan tradisi Melayu kembali menyelimuti Kota Medan melalui pembukaan Gelar Melayu Serumpun (GEMES) XI Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (27/6/2026) malam.
Festival budaya tahunan yang telah menjadi ikon pariwisata Kota Medan itu resmi dibuka oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melalui petikan alat musik gambus Melayu yang dipadukan dengan tabuhan gendang pakpung. Pembukaan berlangsung khidmat di bawah langit cerah dan disambut antusias ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Ajang budaya yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Kota Medan ini akan berlangsung hingga 30 Juni 2026. Selain menjadi ruang pelestarian budaya Melayu, GEMES juga menjadi panggung promosi pariwisata dan ekonomi kreatif yang mempertemukan seniman, budayawan, pelaku UMKM, hingga delegasi budaya dari berbagai daerah dan negara. Tahun ini, penyelenggaraan GEMES semakin istimewa karena bertepatan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI XVIII serta rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Medan ke-436, sehingga semakin memperkuat citra Medan sebagai kota multikultural yang menjunjung tinggi warisan budaya.
Acara pembukaan turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang diwakili oleh Plt. Direktur Utama BPODT Arditama Nusantara Putra, Sultan Deli XIV Seri Paduka Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah, para Konsul Jenderal negara sahabat, Ketua DPRD Kota Medan, jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, tokoh adat, tokoh budaya, akademisi, insan pers, serta masyarakat umum yang memadati kawasan Lapangan Merdeka sejak sore hari.
Salah satu hal yang menjadi sorotan pada penyelenggaraan tahun ini adalah perubahan lokasi acara. Jika selama bertahun-tahun GEMES identik digelar di kawasan Istana Maimun, maka pada tahun 2026 festival budaya ini dipusatkan di Lapangan Merdeka Medan, kawasan bersejarah yang pada masa kolonial Belanda dikenal sebagai De Esplanade, kemudian berubah menjadi Fukuraido pada masa pendudukan Jepang.
Perubahan lokasi tersebut dinilai memberikan nuansa baru sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati seluruh rangkaian kegiatan.
Tokoh Pemuda Melayu dari Kejeruan Metar Bilad Deli, Datok Yan Djuna, menilai pemindahan lokasi tersebut merupakan keputusan yang tepat karena membawa masyarakat kembali mengenang sejarah Kota Medan. Menurutnya, Lapangan Merdeka sejak dahulu merupakan pusat berbagai aktivitas masyarakat dan pemerintahan sehingga memiliki nilai historis yang sangat kuat.
Selain itu, letaknya yang berada di jantung kota membuat akses masyarakat dari berbagai penjuru Medan menjadi lebih mudah. Antusiasme pengunjung pun terlihat sejak malam pembukaan ketika kawasan acara dipenuhi ribuan warga.
Akademisi Universitas Prima Indonesia (UNPRI) yang juga dikenal sebagai penyiar Program Resam Melayu RRI Pro 4 FM Medan itu turut mengapresiasi hadirnya delegasi budaya internasional yang semakin beragam pada penyelenggaraan GEMES tahun ini. Selain peserta dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand yang rutin berpartisipasi, GEMES XI Tahun 2026 juga menghadirkan delegasi budaya baru dari Filipina, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Sementara dari dalam negeri, delegasi budaya berasal dari berbagai provinsi seperti Sumatera Utara, Aceh, Riau, Kepulauan Riau hingga DKI Jakarta yang akan menampilkan pertunjukan seni terbaik selama festival berlangsung.
“Bagi saya, ini adalah pesta besar bangsa Melayu di Tanah Deli. GEMES menjadi bukti nyata bahwa Kota Medan sebagai Tanah Deli, Bumi Melayu, semakin mendapat pengakuan di tingkat nasional maupun internasional. Terlepas dari berbagai kritik yang muncul, festival ini memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelaku UMKM.
Penataan panggung, tata cahaya, hingga kemasan acara sudah sangat spektakuler. Hanya saja, jarak pandang dari area penonton menuju panggung utama masih dapat menjadi bahan evaluasi panitia untuk penyelenggaraan berikutnya,” ujar Datok Yan Djuna.
Selama empat hari penyelenggaraan, GEMES XI Tahun 2026 menghadirkan beragam pertunjukan seni budaya, musik tradisional, tarian Melayu, perlombaan busana Melayu, bazar 72 stan UMKM, satu paviliun khusus produk-produk budaya Melayu, serta penampilan spesial Datok Alvin Habib pada malam pembukaan. Tidak hanya itu, masyarakat juga dapat menyaksikan atraksi memasak 1.000 porsi Bubur Pedas Melayu Deli secara gratis yang dipandu oleh MasterChef Indonesia Zu Azwar.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung setiap hari mulai pukul 13.00 hingga 23.00 WIB dan terbuka secara gratis bagi masyarakat, menjadikan GEMES XI Tahun 2026 sebagai momentum terbaik untuk merayakan kekayaan budaya Melayu sekaligus memperkuat posisi Kota Medan sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.
Editor – Datok Yan Djuna

Saat ini belum ada komentar