Breaking News
light_mode

Gaji Tembus Rp50 Juta, Profesi Sopir Bus di Jepang Kian Diminati Pekerja Indonesia

  • account_circle Admin
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Peluang kerja di Jepang semakin menarik perhatian tenaga kerja Indonesia. Di tengah krisis kekurangan sekitar 30.000 sopir bus yang melanda Negeri Sakura, pemerintah dan perusahaan transportasi Jepang mulai membuka lebih banyak kesempatan bagi pekerja asing, termasuk dari Indonesia.

Tingginya kebutuhan tenaga kerja tersebut membuat profesi sopir bus menjadi salah satu pekerjaan yang paling diminati. Selain menawarkan penghasilan awal yang dapat mencapai sekitar Rp50 juta per bulan, pekerjaan ini juga memberikan kepastian kerja, perlindungan tenaga kerja yang baik, serta kualitas hidup yang relatif lebih tinggi dibandingkan sejumlah sektor pekerjaan lainnya.

Hingga tahun 2026, tercatat sedikitnya 16 warga negara Indonesia (WNI) telah bekerja sebagai sopir bus di Jepang. Kehadiran mereka menjadi bagian dari solusi atas krisis tenaga kerja yang dihadapi sektor transportasi publik Jepang akibat menurunnya jumlah penduduk usia produktif dan semakin berkurangnya minat generasi muda Jepang terhadap profesi pengemudi kendaraan umum.

Salah satu sosok yang menjadi sorotan adalah Mahatmi Rismartanti, perempuan asal Malang, Jawa Timur. Ia mencatat sejarah sebagai perempuan Indonesia pertama sekaligus sopir bus perempuan berkewarganegaraan asing pertama yang bekerja di Jepang. Mahatmi bekerja setelah melalui serangkaian proses ketat, mulai dari penguasaan bahasa Jepang, kelulusan program Specified Skilled Worker (SSW), hingga memperoleh izin mengemudi kendaraan besar di Jepang.

Dalam sejumlah wawancara yang dikutip media Jepang dan Indonesia, Mahatmi mengaku tertarik menjadi sopir bus karena profesi tersebut menawarkan jenjang karier yang jelas sekaligus kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat Jepang. Keberhasilannya juga membuka jalan bagi perempuan Indonesia lainnya untuk memasuki sektor transportasi yang selama ini identik dengan pekerja laki-laki.

Pengamat ketenagakerjaan migran dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Tadjuddin Noer Effendi, menilai meningkatnya minat pekerja Indonesia ke Jepang tidak hanya dipengaruhi faktor gaji.

“Yang dicari pekerja migran saat ini bukan hanya upah tinggi, tetapi juga kepastian hukum, perlindungan tenaga kerja, dan kesempatan pengembangan keterampilan. Jepang menawarkan kombinasi itu sehingga menjadi tujuan yang semakin menarik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati), Ayub Basalamah, mengatakan kebutuhan tenaga kerja di Jepang masih sangat besar dan diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

“Jepang menghadapi tantangan demografi yang serius. Karena itu, peluang bagi tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi dan kemampuan bahasa Jepang masih terbuka lebar, termasuk di sektor transportasi,” kata Ayub.

Data pemerintah Jepang menunjukkan sektor transportasi darat menjadi salah satu bidang yang mengalami kekurangan tenaga kerja paling signifikan. Kondisi tersebut mendorong berbagai operator bus untuk merekrut pekerja asing melalui skema visa pekerja berketerampilan khusus atau Specified Skilled Worker (SSW).

Dengan prospek pendapatan yang menjanjikan serta sistem kerja yang tertata, profesi sopir bus di Jepang diperkirakan akan terus menjadi magnet baru bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin meningkatkan taraf hidup dan mengembangkan karier di luar negeri.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terobosan Medis, Pria Buta Selama 10 Tahun Kembali Melihat Berkat Implan Kornea Buatan

    Terobosan Medis, Pria Buta Selama 10 Tahun Kembali Melihat Berkat Implan Kornea Buatan

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Sebuah kemajuan luar biasa dalam dunia medis berhasil dicapai setelah seorang pria berusia 78 tahun yang telah kehilangan penglihatannya selama satu dekade, kembali bisa melihat berkat implan kornea buatan. Inovasi ini dikembangkan oleh perusahaan asal Israel, CorNeat Vision, dan menjadi tonggak penting dalam teknologi pengobatan gangguan penglihatan. Menurut pernyataan resmi dari CorNeat Vision, […]

  • Tiga Eks Pimpinan BGN Ditahan Kejagung, Diduga Rekayasa Mitra dan Mark-Up Program Makan Bergizi Gratis

    Tiga Eks Pimpinan BGN Ditahan Kejagung, Diduga Rekayasa Mitra dan Mark-Up Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025–2026. Ketiga tersangka tersebut adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana (DH), mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Sony Sonjaya (SS), serta mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan […]

  • Muhammadiyah Bali Dinilai Jadi Teladan Toleransi, Takbiran Idulfitri Dilakukan Lirih Saat Nyepi

    Muhammadiyah Bali Dinilai Jadi Teladan Toleransi, Takbiran Idulfitri Dilakukan Lirih Saat Nyepi

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengapresiasi langkah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali dalam menjaga harmoni saat perayaan Idulfitri yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Menurut Haedar, kebijakan PWM Bali yang mengacu pada kesepakatan bersama melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menunjukkan praktik toleransi yang patut dijadikan contoh di tingkat nasional. […]

  • Siswa SMK Wira Bhakti Kembali Torehkan Prestasi di Porjar Kota Denpasar 2026

    Siswa SMK Wira Bhakti Kembali Torehkan Prestasi di Porjar Kota Denpasar 2026

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Budi Susilawarsa
    • 2Komentar

    Denpasar – Siswa SMK Wira Bhakti kembali mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Kota Denpasar 2026. Sejumlah siswa berhasil meraih juara pada beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan. Pada cabang pencak silat, Made Nadia Vira Bawanti, siswi kelas X KL1, sukses meraih juara II pada nomor seni tunggal. Sementara itu, pada cabang olahraga […]

  • Dari Hening ke Kanvas! “Vernal Artistic” Hidupkan Musim Semi Kreativitas di Santrian Gallery

    Dari Hening ke Kanvas! “Vernal Artistic” Hidupkan Musim Semi Kreativitas di Santrian Gallery

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Setelah melewati fase perenungan dan pengendapan gagasan, empat perupa Bali kembali menampilkan denyut kreativitas mereka melalui pameran seni rupa bertajuk “Vernal Artistic” di Santrian Gallery, Sanur, Denpasar. Pameran yang berlangsung mulai 8 Mei hingga 26 Juni 2026 itu menghadirkan karya-karya terbaru dari Putu Edi Asparanggi, I Gede Sugiada “Anduk”, Ida Bagus Suryantara “Cooh”, […]

  • Kritik MBG Menguat, Presiden Dinilai Gunakan Logika Dikotomis dalam Menjawab Publik

    Kritik MBG Menguat, Presiden Dinilai Gunakan Logika Dikotomis dalam Menjawab Publik

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Jakarta – Pernyataan Presiden terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai kritik setelah dianggap menyederhanakan persoalan menjadi dua pilihan ekstrem. Dalam sebuah wawancara bersama jurnalis Najwa Shihab, Presiden menyatakan akan mempertahankan program MBG “daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat bisa makan.” Sejumlah pengamat menilai pernyataan tersebut menghadirkan dikotomi yang tidak sepenuhnya tepat. Kritik publik menyebut […]

expand_less