Vietnam Resmi Akuisisi BrahMos, Indonesia Dekati Kesepakatan! Peta Keamanan Maritim ASEAN Berubah
- account_circle Ray
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SINGAPURA – Pemerintah India terus memperluas pengaruhnya di sektor pertahanan global melalui ekspor sistem rudal jelajah supersonik BrahMos. Setelah Filipina menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan sistem tersebut, Vietnam kini dipastikan telah menandatangani kontrak pembelian, sementara Indonesia disebut berada di tahap akhir negosiasi pengadaan.
Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Pertahanan India, Rajesh Kumar Singh, di sela forum keamanan internasional bergengsi Shangri-La Dialogue di Singapura.
Menurut Singh, proses kerja sama pertahanan antara India dengan Vietnam telah mencapai tahap final dan kontrak telah ditandatangani. Sementara itu, pembicaraan dengan Indonesia juga menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Sepemahaman saya, kesepakatan dengan Indonesia dan Vietnam sudah berada di tahap akhir. Bahkan untuk Vietnam, saya memahami bahwa kontrak tersebut sudah ditandatangani, meskipun mungkin belum diumumkan secara resmi ke publik,” ujar Singh sebagaimana dikutip Reuters, Sabtu (30/5/2026).
Perkuat Pertahanan Maritim Kawasan
Masuknya Vietnam sebagai pengguna BrahMos dinilai akan membawa dampak strategis bagi keseimbangan keamanan di kawasan Asia Tenggara, khususnya di wilayah Laut China Selatan yang selama ini menjadi salah satu titik panas geopolitik dunia.
BrahMos merupakan rudal jelajah supersonik hasil pengembangan bersama India dan Rusia yang dikenal memiliki kecepatan antara Mach 2,8 hingga Mach 3. Sistem ini dirancang untuk menghantam kapal perang maupun target darat dengan tingkat akurasi tinggi dan jangkauan lebih dari 400 kilometer.
Kemampuan tersebut menjadikan BrahMos sebagai salah satu sistem pertahanan pantai paling efektif dalam strategi anti-akses dan penolakan area (Anti-Access/Area Denial/A2AD), yang memungkinkan negara pesisir memberikan efek penangkalan terhadap armada laut lawan tanpa harus mengandalkan kekuatan angkatan laut yang besar.
Indonesia Berpotensi Jadi Operator Ketiga di ASEAN
Jika proses negosiasi dengan Indonesia berhasil diselesaikan, maka akan terdapat tiga negara anggota ASEAN yang mengoperasikan BrahMos, yakni Filipina, Vietnam, dan Indonesia.
Kehadiran rudal tersebut di tiga negara yang berada di jalur maritim strategis Indo-Pasifik diperkirakan akan memperkuat kemampuan pertahanan kawasan sekaligus meningkatkan daya tangkal terhadap berbagai potensi ancaman keamanan laut.
Sejumlah analis pertahanan menilai penyebaran sistem rudal pesisir berkecepatan tinggi di Asia Tenggara dapat menciptakan lapisan pertahanan baru yang memengaruhi kalkulasi strategis berbagai kekuatan militer yang beroperasi di kawasan.
India Perluas Pengaruh Strategis
Di sisi lain, ekspor BrahMos juga mencerminkan meningkatnya peran India dalam arsitektur keamanan regional. Melalui kerja sama pertahanan tersebut, New Delhi tidak hanya menjual sistem persenjataan, tetapi juga memperluas kemitraan strategis melalui pelatihan personel, dukungan logistik, pemeliharaan, hingga peluang kerja sama industri pertahanan.
Kesepakatan dengan Vietnam juga menunjukkan eratnya kolaborasi India dan Rusia dalam industri pertahanan. Sebagai produk yang dikembangkan secara bersama, setiap ekspor BrahMos kepada negara ketiga memerlukan persetujuan dari Moskow.
Dengan Vietnam yang telah bergabung dan Indonesia yang disebut semakin dekat menuju kesepakatan, penyebaran BrahMos di Asia Tenggara diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting yang membentuk dinamika keamanan maritim kawasan dalam beberapa tahun mendatang.
Editor: Ray

https://shorturl.fm/v6cQu
31 Mei 2026 5:01 PM