Wanita Asal Bali Gagal Selundupkan Sabu ke Lapas Banyuwangi, Disembunyikan di Alat Vital
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wanita Asal Buleleng Gagal Selundupkan 5 Paket Sabu ke Lapas Banyuwangi, Disembunyikan di Alat Vital
BANYUWANGI – Upaya penyelundupan narkotika ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali berhasil digagalkan. Seorang perempuan berinisial KS (26), warga Kabupaten Buleleng, Bali, diamankan petugas saat hendak membesuk seorang narapidana kasus narkotika pada Kamis (16/7/2026).
Kasus tersebut terungkap ketika petugas melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pengunjung yang akan memasuki area kunjungan. Dari pemeriksaan itu, petugas menemukan lima paket sabu yang disembunyikan di dalam alat vital pelaku.
Untuk mengelabui pemeriksaan, barang haram tersebut dibungkus menggunakan tisu, lakban, dan kondom sebelum disembunyikan di tubuh pelaku.
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Solichin, mengatakan petugas menaruh curiga terhadap gerak-gerik KS sehingga dilakukan pemeriksaan lebih mendalam sesuai prosedur keamanan.
“Saat dilakukan pemeriksaan badan terhadap pengunjung, petugas menemukan lima paket diduga sabu yang disembunyikan di dalam alat vital pelaku. Seluruh pengunjung memang wajib menjalani pemeriksaan sebelum memasuki area kunjungan,” kata Solichin dalam keterangan resminya.
Hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa KS datang untuk membesuk kekasihnya, SL, yang sedang menjalani hukuman dalam perkara narkotika. Namun, SL mengaku paket sabu tersebut bukan untuk dirinya, melainkan titipan yang akan diserahkan kepada narapidana lain berinisial IRM.
Kepada petugas, KS mengaku dijanjikan imbalan sebesar Rp500 ribu apabila berhasil memasukkan sabu tersebut ke dalam lapas.
Petugas kemudian mengamankan KS beserta dua warga binaan yang diduga terlibat. Ketiganya ditempatkan di sel isolasi sebelum diserahkan kepada Satresnarkoba Polresta Banyuwangi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Solichin menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk penyelundupan narkotika ke dalam lapas.
“Kami berkomitmen memperketat pengawasan dan pemeriksaan terhadap seluruh pengunjung maupun barang bawaan agar peredaran narkotika di dalam lapas dapat dicegah,” tegas Solichin.
Pengungkapan ini menjadi bukti bahwa berbagai modus penyelundupan narkoba masih terus dilakukan. Namun, sistem pemeriksaan berlapis yang diterapkan petugas Lapas Kelas IIA Banyuwangi kembali berhasil menggagalkan upaya tersebut sebelum barang haram itu beredar di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar